Advertisement

Buruh Pendorong Gerobak Kehilangan Pekerjaan karena Relokasi PKL Malioboro Pemda DIY Sarankan Ini

Newswire
Senin, 31 Januari 2022 - 16:57 WIB
Bhekti Suryani
Buruh Pendorong Gerobak Kehilangan Pekerjaan karena Relokasi PKL Malioboro Pemda DIY Sarankan Ini Suasana sosialisasi relokasi PKL Malioboro yang digelar beberapa waktu lalu di Royal Malioboro Hotel - Dok. Istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) meminta pedagang kaki lima (PKL) yang nantinya menempati Gedung Teras Malioboro tetap memberdayakan para buruh pendorong gerobak di kawasan sentra wisata belanja itu.

"Kami mohon [PKL] yang kemarin mempekerjakan [pendorong gerobak], kalau membutuhkan tenaga ya mereka diutamakan," kata Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Kadarmanta Baskara Aji di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Senin (31/1/2022).

Pesan itu disampaikan Sekda DIY merespons keresahan para buruh pendorong gerobak yang terancam kehilangan pekerjaan seiring relokasi PKL ke Gedung Teras Malioboro 1 dan Teras Malioboro 2.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Menurut Aji, seandainya para PKL yang nantinya menempati lokasi baru tidak lagi membutuhkan tenaga pendorong gerobak, mereka dapat diberdayakan sebagai tenaga bantu lainnya.

"Misalnya sekarang yang dibutuhkan tenaga 'asah-asah' [cuci perabot] ya dipekerjakan. Dari tukang dorong menjadi tenaga asah-asah kan bisa, kalau perlu mereka dilatih cara asah-asah yang baik," ujar Aji.

Kendati tidak mewajibkan, Aji berharap para PKL Malioboro memprioritaskan penggunaan tenaga mereka.

BACA JUGA:Nekat! Pengendara Motor Ini Terobos Kerumunan Pengantar Jenazah

"Bukan kemudian dulu dipakai, begitu sudah mendapatkan tempat, lalu PKL mencari pembantu orang lain, ya bisa jadi masalah nanti," tutur Aji.

Mengenai usulan agar pendorong gerobak juga mendapatkan lapak di Teras Malioboro, Aji menilai tidak tepat sebab fokus yang direlokasi di dua lokasi tersebut adalah PKL Malioboro saja. "Itu untuk pedagang yang sudah ada saja," ucap dia.

Advertisement

Menurut dia, solusi mata pencaharian bagi para pendorong gerobak sepatutnya muncul dari para PKL. "Selama ini kan yang mempekerjakan mereka adalah teman-teman PKL," kata Aji.

Dalam kesempatan itu, ia juga menegaskan bahwa relokasi PKL Malioboro tidak dapat ditunda lagi sebab per 1 Februari 2022 para PKL Malioboro akan menandatangani kontrak menempati lapak di Teras Malioboro.

Pada Senin (31/1/2022) pagi puluhan pendorong gerobak Malioboro didampingi LBH Yogyakarta mendatangi Kantor Gubernur DIY untuk meminta kejelasan nasib mereka seiring relokasi PKL Malioboro ke tempat yang baru.

Advertisement

Kepala Divisi Penelitian LBH Yogyakarta, Era Hareva Pasarua berharap Pemda DIY memberikan perhatian terhadap para buruh pendorong gerobak Malioboro dengan mencantumkan keberadaan mereka dalam dokumen perencanaan relokasi PKL Malioboro.

Menurut dia, setidaknya ada 91 buruh pendorong gerobak yang terancam kehilangan pekerjaan dengan relokasi PKL Malioboro.

"Dengan dituangkan di dokumen perencanaan sehingga saat mereka mencari pekerjaan betul-betul pemerintah bertanggung jawab penuh atas itu," kata Era.

Suwarno, salah seorang pendorong gerobak Malioboro berharap Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X bisa memberikan solusi dengan menyediakan pekerjaan yang baru.

Advertisement

Menurut Suwarno, jika seluruh PKL Malioboro telah pindah di Gedung Teras Malioboro 1 dan Malioboro 2, kemungkinan besar tidak ada lagi yang membutuhkan jasa pendorong gerobak.

"Kalau PKL pindah kami tidak bisa bekerja, terus anak istri saya kasih makan apa semoga gubernur punya hati nurani, bisa membuat kami bisa bekerja, setidaknya dapat lapak syukur-syukur," kata Suwarno yang 20 tahun bekerja sebagai pendorong gerobak PKL Malioboro.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Kejari Purwokerto Tangkap Buronan Kejati Maluku Utara

News
| Kamis, 29 September 2022, 03:37 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement