Jadwal Terbaru SIM Keliling Gunungkidul Bulan Juli 2026
Jadwal SIM Keliling Gunungkidul Juli 2026 resmi dirilis. Cek lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM A serta SIM C.
Ilustrasi. /ANTARA FOTO-Aloysius Jarot Nugroho
Harianjogja.com, JOGJA--Disdikpora DIY menyatakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100% hanya boleh dilakukan pada sekolah dengan jumlah siswa di bawah 200 anak dengan protokol kesehatan (prokes) ketat. Sedangkan sekolah dengan siswa di atas 200 anak harus menerapkan PTM 50%.
Kepala Disdikpora DIY Didik Wardaya menjelaskan kebijakan itu mulai diberlakukan pada sebagian sekolah jenjang SMA/SMK dan SLB yang berada di bawah naungan Disdikpora DIY, Rabu (2/2/2022). Pengurangan menjadi 50% itu dilakukan dengan sistem shift dengan mengurangi jam pelajaran dari awalnya 40 menit menjadi 25 menit, sehingga semua siswa tetap mendapatkan PTM.
“Sekoah dengan siswa di atas 200 kami minta PTM 50 persen, itu kita bikin shift siang dan pagi. Setiap hari memang tetap 100 persen hanya berganti pelaksanaannya. Jam pelajaran kita turunkan, satu jam pelajaran jadi 25 menit kalau mulai jam 7 akan selesai 10.30 kemudian dilanjutkan shit berikutnya,” kata Didik, Rabu (2/2/2022).
BACA JUGA: Alasan di Balik Pemindahan Ibu Kota Negara Versi Pemerintah
Ia menambahkan untuk sekolah dengan jumlah siswa di bawah 200 anak, masih memungkinkan dilakukan PTM 100% tetapi harus dengan prokes ketat. “Siswa kurang dari 200 memungkinkan untuk menerapkan prpokes di kelas, bisa dilakukan dengan satu sesi, PTM seperti di ketentuan,” ujarnya.
Didik menyarankan jika dengan pengurangan itu materi belum semua dapat tersampaikan maka harus ditambah dengan daring. “Ketika penyampaian materi kurang tetap PJJ, blended, bisa dilakukan dengan jarak jauh,” ucapnya.
Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji meminta kepada sekolah untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dalam menggelar PTM. Jika ada sekolah memiliki hak untuk menyelenggarakan 50% tetapi dari sisi fasilitas ruangan tidak memungkinkan maka persentasenya bisa dikurangi lagi. Sebaliknya jika dari sisi ruangan memungkinkan lebih dari 50%, menurutnya bisa saja dilakukan.
“Kami meminta sekolah untuk memberikan jaminan bahwa prokes itu diterapkan secara ketat, Kalau misalnya 50 persen masih belum bisa menjamin dari sisi kesehatan ya dikurangi lagi,” katanya.
Ia mengingatkan untuk jenjang SD yang juga harus lebih hati-hati karena sebagian besar anak belum selesai divaksinasi. “Maka bisa dilakukan secara daring atau dengan sistem pergantian, bisa pagi dengan siang,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal SIM Keliling Gunungkidul Juli 2026 resmi dirilis. Cek lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM A serta SIM C.
Sidang dugaan suap Sudewa mengungkap kesaksian Ketua Kadin Kota Surakarta yang mengaku menyerahkan Rp125 juta melalui seorang perantara.
Penjualan seragam sekolah di Jogja melonjak menjelang tahun ajaran baru. Omzet toko mencapai Rp15 juta per hari seiring membludaknya pembeli.
Perempuan Bangsa DIY menggelar Muswil sebagai langkah awal konsolidasi organisasi dan penguatan kader untuk menghadapi Pemilu 2029.
Ketua Banggar DPR memastikan Transfer ke Daerah (TKD) 2027 tidak turun dan berpotensi melampaui alokasi Rp649 triliun pada 2026.
Erick Thohir menjelaskan alasan Oxford United absen di Piala Presiden 2026. Turnamen kini diikuti delapan tim, termasuk tiga klub luar negeri.