Advertisement

RT Zona Kuning di Gunungkidul Naik Empat Kali Lipat

David Kurniawan
Kamis, 17 Februari 2022 - 14:07 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
RT Zona Kuning di Gunungkidul Naik Empat Kali Lipat Ilustrasi. - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Kasus penularan Covid-19 di Gunungkidul masih dalam tren kenaikan. Hal ini berdampak terhadap terhadap peta zonasi kerawanan di setiap Rukun Tetangga (RT).

Data terbaru yang dikeluarkan Dinas Kesehatan Gungkidul per 14 Februari lalu, belum ada yang berstatus zona merah maupun oranye. Pasalnya, dari 6.854 RT, sebanyak 6.773 RT berstatus zona hijau, sedang sisanya 81 RT berwarna kuning.

Dibandingkan dengan data per 7 Februari lalu, ada peningkatan jumlah zona kuning di Gunungkidul, dari awalnya hanya 17 RT. Sedangkan zona hijau ada 6.837 RT.

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, makin banyaknya RT zona kuning tidak lepas dari peningkatan penularan virus corona di Bumi Handayani. Peta zonasi diperbaharui setiap satu minggu sekali dan penetapkan berdasarkan pada penularan kasus di masing-masing RT.

“Memang trennya naik sehingga berdampak terhadap peta zonasi. Yakni, RT zona kuning saat ini lebih banyak dibandingkan dengan pendataan di minggu sebelumnya,” kata Dewi, Kamis (17/2/2022).

Dia menjelaskan, tren kenaikan kasus belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. Hal ini terlihat dari data penularan sejak 10-16 Februari terdapat tambahan 311 kasus baru. Sedangkan untuk pasien sembuh hanya ada bertambah 26 pasien dan meninggal dunia akibat corona dua orang.

“Ya kalau tren kenaikan terus berlanjut, maka potensi adanya RT zona merah juda semakin besar,” katanya.

Baca juga: Pantas Kasus Covid-19 di Sleman Meledak, Dinkes Temukan 22 Klaster Corona di Sekolah

Dewi menambahkan, upaya penanggulangan dengan memperluas jangkauan vaksinasi terus dilakukan. Selain itu, ia berharap kepada masyarakat untuk tidak abai dan terus mematuhi protokol kesehatan agar penularan virus dapat dikendalikan. “Tidak boleh abai dan harus tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan,” katanya.

Advertisement

Kepala Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat, Asisten Pemeritahan dan Kesejahteraan, Setda Gunungkidul, Azis Saleh mengatakan, upaya penanggulangan penularan virus corona, salah satunya dilakukan dengan menyediakan shelter untuk karantina bagi pasien positif. Tempat isolasi terpadu ini pernah digunakan di 2021 yang meliputi lokasi di 18 kapanewon dan empat di rumah sakit.

“Rencananya akan kami tambah dengan memanfaatkan Puskesmas Bedoyo sehingga ada 23 shelter untuk karantina,” kata Azis.

Dia menjelaskan, meski memiliki kapasitas yang berbeda-beda, total dari berbagai tempat ini mampu menampung sebanyak 341 orang. Meski demikian, jumlah tersebut masih bisa ditambah. Sebagai contoh untuk Puskesmas Bedoyo dapat dimaksimalkan sehingga mampu menampung lebih banyak lagi.

Advertisement

“Saat ini di Puskesmas Bedoyo kapasitasnya 20 tempat tidur, tapi bisa dimaksimalkan lagi,” katanya.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Sabu Senilai Rp1 Miliar Disita, Bandar dan Kurir Sabu Digelandang

News
| Selasa, 04 Oktober 2022, 07:57 WIB

Advertisement

alt

Rasakan Sensasi Makan Nasgor Bercitarasa Tengkleng ala Grage Ramayana Hotel

Wisata
| Senin, 03 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement