Pria Bantul Bobol Ponsel Tetangga, Modus WhatsApp Palsu Raup Rp20 Juta
Pria di Bantul ditangkap setelah mencuri ponsel tetangga dan memakai WhatsApp korban untuk menipu rekan hingga meraup Rp20 juta.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, JOGJA- Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja melaporkan, tren penularan virus Corona di wilayah setempat telah berubah dari yang semula ditemukan pada pelaku perjalanan kini mulai bergeser ke warga masyarakat yang kontak erat dengan pasien Covid-19. Satgas menyebut, upaya meminimalisir penyebaran kini diupayakan lewat pelacakan dan percepatan vaksinasi penguat (booster).
Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja, Heroe Poerwadi mengatakan, hasil analisis awal dari lonjakan kasus belakangan ini disimpulkan bahwa pesebaran Covid-19 telah sampai ke warga masyarakat. Namun begitu, Heroe mengklaim bahwa fenomena penyebaran itu belum sampai pada klasifikasi klaster dan menyebar cepat lantaran kontak erat yang cukup banyak dan berstatus orang tanpa gejala (OTG).
"Kita melihat sudah ada kontak erat terjadi di masyarakat, kalau kemarin kita melihat lebih banyak pada pelaku perjalanan, sekarang ini yang hari kemarin itu memang laporannya sudah ada kontak erat kita temukan dari tes dan tracing," jelas dia, Senin (7/2/2022).
Heroe menjelaskan, pihaknya masih melakukan kajian pada temuan kasus yang belakangan kembali melonjak. Dari pola penyebaran, memang ditemukan kesimpulan dan dugaan awal yang terlihat seperti fenomena Omicron, namun belum secara keseluruhan dari jumlah kasus. Ia juga menambahkan, dari sebanyak 248 kasus aktif Covid-19 per akhir pekan lalu di wilayahnya secara umum telah tersebar merata di seluruh area.
"Karena rata-rata OTG, jadi penanganan kita upayakan agar pasien melakukan isolasi mandiri di posko RT atau RW kalau tidak memungkinkan dilakukan di rumah. Kemudian percepatan vaksinasi booster juga terus kita lakukan," ungkapnya.
BACA JUGA: Korban Meninggal Kecelakaan Bus di Mangunan Dapat Santunan Rp50 Juta
Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja, Emma Rahmi Aryani menjelaskan, mayoritas pasien Covid-19 yang terkonfirmasi positif di wilayah itu memang baru mendapatkan penyuntikan vaksin dosis pertama dan kedua. Saat ini, pihaknya bersama layanan kesehatan di wilayah itu tengah mempercepat upaya penuntasan program vaksin booster baik kepada lansia maupun masyarakat umum untuk mencegah penyebaran Covid-19.
Menurut Emma, penuntasan program vaksinasi penguat di Kota Jogja didukung dengan keberadaan 11 rumah sakit dan juga empat klinik dengan kapasitas penyuntikan mencapai 50-350 orang per hari. Pihaknya juga telah minta agar program vaksin penguat juga dilakukan di masing-masing Puskemas di tiap kelurahan maupun kemantren. "Saat ini ini capaian untuk booster umum di angka 25,03% kemudian lansia di angka 45,74%," jelas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pria di Bantul ditangkap setelah mencuri ponsel tetangga dan memakai WhatsApp korban untuk menipu rekan hingga meraup Rp20 juta.
Harga Biosolar B50 harus kompetitif agar diminati. Pemerintah targetkan hentikan impor solar mulai Juli 2026.
Prabowo ungkap dugaan demo dibayar. KSP Dudung sebut informasi presiden akurat dan berpotensi ditindak secara hukum.
Isu retaknya hubungan Prabowo dan Jokowi mencuat. Pengamat UNS menilai belum ada konflik terbuka jelang Pemilu 2029.
Prabowo bangga gunakan mobil Maung buatan Indonesia. Meski sempat bocor, jadi simbol kemandirian industri otomotif nasional.
SPMB SMP Gunungkidul 2026 buka jalur domisili 29 Juni. Dinas Pendidikan terapkan aturan cegah kecurangan KK tempel.