Astrid Widayani Raih Penghargaan Darma Bakti di Hari Pramuka ke-65
Astrid Widayani menerima Penghargaan Darma Bakti pada Hari Pramuka ke-65. Kwarcab Surakarta juga meraih Juara II Pembina Gudep Penegak Berprestasi.
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa/Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN—Kopi merupakan salah satu komoditas unggulan Kabupaten Sleman. Terlebih, saat ini kopi menjadi gaya hidup yang mampu berperan dalam kebangkitan perekonomian. Sebagai produk unggulan, Pemkab Sleman memiliki perhatian khusus dalam budi daya kopi di Bumi Sembada, khususnya kopi di lereng Gunung Merapi.
"Kopi lereng Merapi memiliki citarasa yang khas dan menjadi salah satu produk unggulan di Sleman," kata Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa saat ditemui, Rabu (9/3/2022).
Menurut Danang, aktivitas vulkanis Gunung Merapi memberikan dampak kesuburan lahan kopi di lereng Merapi. Material erupsi Merapi mengandung unsur hara, termasuk fosfor dan kalium yang sangat cocok bagi budi daya tanaman kopi.
Pemkab Sleman, menurut Danang, berkomitmen untuk mengembangkan budi daya kopi lereng Merapi sebagai komoditas unggulan. "Di Sleman terdapat tiga kapanewon yang merupakan kawasan lereng Merapi yaitu Kapanewon Turi, Pakem, dan Cangkringan," katanya.
Erupsi Gunung Merapi yang terjadi pada 2010 sempat meluluhlantakkan sektor perkebunan di lereng Gunung Merapi, termasuk lahan tanaman kopi. Erupsi tersebut menyebabkan kerusakan tegakan tanaman kopi kurang lebih 75% dari total luasan lahan, hingga lahan kopi yang tersisa kurang dari 200 hektare.
Untuk membangun kembali perkebunan kopi pascaerupsi 2010, sejak 2011 Pemkab Sleman secara konsisten dan bertahap terus melakukan pemulihan. Berbagai program strategis dilakukan, di antaranya perluasan lahan, rehabilitasi tanaman, pengutuhan maupun pengembalian tegakan, pemeliharaan, pemberantasan hama dan penyakit tanaman, serta pengawalan pascapanen kopi.
"Semua upaya ini bertujuan meningkatkan produktivitas tanaman kopi di lereng Merapi," katanya.
Total produksi kopi di Sleman pada 2021 mencapai 754,70 kuintal, naik dibanding 2020 (754,3 kuintal). Produksi kopi jenis robusta pada 2021 mencapai 581,9 kuintal, sedangkan arabika 172,8 kuintal. Saat ini luas lahan budi daya kopi robusta mencapai 217,19 hektare dan arabika seluas 36,60 hektare. Sedangkan total luas panen tanaman kopi mencapai 158,28 hektare, terdiri dari arabika seluas 27,14 hektare dan robusta seluas 131,14 hektare.
Saat ini Pemkab Sleman didukung oleh Pemda DIY dan Kementerian Pertanian terus berupaya mendorong peningkatan produksi kopi di lereng Merapi. Salah satunya dengan Gerakan Tanam Kopi (Gertak) yang dilaksanakan beberapa waktu yang lalu di Glagaharjo, Kapanewon Cangkringan.
Tahun ini Pemkab Sleman menyiapkan kerja sama dengan perguruan tinggi dan lembaga swadaya masyarakat untuk pengembangan budi daya tanaman kopi di lereng Merapi. “Semoga dengan langkah-langkah strategis yang disiapkan dapat berjalan dengan baik sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani kopi di Sleman,” kata Danang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Astrid Widayani menerima Penghargaan Darma Bakti pada Hari Pramuka ke-65. Kwarcab Surakarta juga meraih Juara II Pembina Gudep Penegak Berprestasi.
Prakiraan cuaca DIY Selasa, 29 September 2026: mayoritas cerah berawan, suhu 22–34°C, kelembapan 44–98 persen. Cek rincian per kecamatan.
Pemkab Kulonprogo merotasi sejumlah pejabat dan mengisi jabatan kosong dengan mengoptimalkan manajemen talent pool ASN.
Maarten Paes menyebut suporter menjadi pemain ke-11 Timnas Indonesia saat bermain 10 orang melawan Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul Senin 29 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini.
Kemenkop menjelaskan alasan manajer Kopdes Merah Putih tak selalu ditempatkan sesuai domisili dan mekanisme penempatannya.