Advertisement

TBY Makin Menggeliat, Prokes Tetap Ketat

Sirojul Khafid
Selasa, 15 Maret 2022 - 07:27 WIB
Budi Cahyana
TBY Makin Menggeliat, Prokes Tetap Ketat Suasana TBY beberapa waktu lalu. - Harian Jogja/Sirojul Khafid

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Seiring dengan melandainya kasus Covid-19 di DIY, terutama pada tahun 2021, kegiatan seni di Taman Budaya Yogyakarta (TBY) semakin menggeliat. Ada sekitar 300 agenda baik internal maupun eksternal TBY yang terselenggara pada 2021.

Menurut Kepala Sub Bagian Tata Usaha TBY, Nuryadi, pemasukan TBY 2021 dari penyewaan fasilitas gedung atau pendapatan asli daerah (PAD) melampaui target.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

“Target PAD tahun 2021 sebanyak Rp120 juta, namun capaian bisa sampai Rp129 juta. Namun target ini sudah diturunkan dari normalnya Rp300 juta,” kata Nuryadi, Jumat (11/3).

“Sementara tahun 2022 target Rp300 juta targetnya. Kemarin dengan asumsi kondisinya mulai membaik, sudah landai pandeminya, tapi tiba-tiba ada Omicron. Sampai awal Maret 2022 capaian sudah capai Rp90 juta.”

Seluruh pendapatan ini berasal dari penyewaan enam fasilitas TBY yaitu Concert Hall, Gedung Societet, ruang pameran, ruang seminar, panggung terbuka, dan amphi teater. Ada beberapa kategori penyewaan seperti komersial, komersial pelajar, dan non komersial.

Hampir sama dengan tahun sebelumnya, tahun 2022 ini juga ada sekitar 300 agenda yang berlangsung di TBY. Namun lantaran masih dalam aturan PPKM, jumlah penonton terbatas untuk 50 persen dari kapasitas. Dalam beberapa kondisi, kapasitas ini bisa lebih sedikit, sesuai kondisi dalam penerapan prokes. Sebagai contoh Gedung Concert Hall, dari 800 kapasitas yang tersedia, seringnya diisi dengan 300 orang.

“Semua kegiatan di TBY mengedepankan prokes, mulai dari kru, sutradara sampai pengunjung,” kata Nuryadi. “Saat ini juga ada fasilitas GeNose untuk pemeriksaan atau deteksi Covid-19. Alat dari Dinas Kebudayaan DIY ini untuk tes orang-orang yang terlihat setiap ada kegiatan. GeNose inj juga digunakan untuk karyawan TBY yang terlibat dalam agenda TBY.”

Selain GeNose dan pembatasan penonton, penerapan prokes juga dengan cara menerapkan desinfektasi sepekan sekali. Desinfektasi biasanya dilakukan pada Sabtu. Namun apabila agenda cukup padat, maka desinfektasi dilakukan dengan skala yang lebih banyak.

Advertisement

Adapula pemberian asupan vitamin tambahan bagi karyawan TBY. Kerja yang kadang sampai larut dan menghadapi agenda yang padat, membuat pengelola TBY perlu memastikan kondisi awaknya fit dan sehat.

“Bagi para calon penyewa yang hendak memakai fasilitas TBY, bisa membuka website dan menyesuaikan dengan jadwal yang kosong, beserta retribusinya. Prinsipnya yang pasti harus menerapkan prokes sembari menyesuaikam peraturan terbaru dari Pemerintah DIY terkait kondisi Covid-19, patokannya dari sana,” katanya.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Korpri Diharapkan Jadi Akselerator

Korpri Diharapkan Jadi Akselerator

Jogjapolitan | 1 hour ago

Advertisement

UMK Jogja 2023 Diumumkan 6 Desember

UMK Jogja 2023 Diumumkan 6 Desember

Jogjapolitan | 4 hours ago

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

PLN Tanam 19.000 Pohon Peringati Hari Menanam Pohon Indonesia 2022

News
| Selasa, 29 November 2022, 20:27 WIB

Advertisement

alt

Masangin Alkid, Tembus Dua Beringin Bakal Bernasib Mujur

Wisata
| Selasa, 29 November 2022, 15:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement