Advertisement

Kementerian ESDM Cek Aktivitas Merapi Selama Penyelenggaraan G20 di Jogja

Yosef Leon
Jum'at, 25 Maret 2022 - 13:47 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Kementerian ESDM Cek Aktivitas Merapi Selama Penyelenggaraan G20 di Jogja Suasana ruangan pemantauan aktivitas Gunung Merapi di BPPTKG, Jumat (25/3/2022). - Harian Jogja/Yosef Leon Pinsker

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA-Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif melakukan pengecekan aktivitas dan mengevaluasi potensi bahaya Gunung Merapi di tengah pelaksanaan G20 di Jogja. Aktivitas Merapi yang sampai saat ini masih fluktuatif dan tinggi, diharapkan tidak mengganggu sejumlah agenda dari para delegasi forum kerja sama multilateral internasional itu.

Pengecekan aktivitas Merapi dilakukannya dengan mengunjungi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) pada Jumat (25/3/2022). Kepala BPPTKG Hanik Humaida menerangkan, dalam kunjungan itu Menteri ESDM menekankan agar distribusi informasi mengenai aktivitas Merapi rutin diperbaharui selama penyelenggaran G20 di Jogja.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

"Karena kita juga punya banyak tamu asing dan kita harus memberikan informasi tentang kepastian dan kenyamanan serta keamanan para tamu," kata Hanik.

Dia menjelaskan, saat ini aktivitas Merapi masih cukup signifikan. Hal ini ditandai dengan aktivitas kegempaan yang masih terus terjadi. Di sisi lain, suplai magma ke permukaan juga masih ada namun tidak terlalu signifikan. "Yang jelas kondisi Merapi saat ini masih tinggi dan tidak ada perubahan yang signifikan. Levelnya juga masih sama dan terus kita pantau," ujarnya.

Hanik menyebut, potensi bahaya Merapi terhadap penyelenggaraan G20 bisa saja muncul dari semburan abu vulkanik. Hanya saja, potensi ini juga sangat tergantung dengan kecepatan maupun arah angin saat terjadinya letusan. Sementara, jarak Merapi dengan lokasi penyelenggaraan kegiatan itu terbilang cukup jauh, sehingga bisa dipastikan penyelenggaraannya tidak terganggu dengan aktivitas Merapi.

Baca juga: Kaliadem Tutup, Ini Spot Menarik Lainnya Untuk Menyaksikan Kegagahan Merapi

"Meskipun Merapi aktivitasnya masih tinggi, namun potensi bahaya hanya ada di sekitarnya dan tidak sampai ke Jogja. Masih sesuai rekomendasi potensi bahayanya dan aktivitas G20 juga masih jauh dari Merapi. Jogja kan 30 km jaraknya, sementara potensi bahayanya 5 km ke Gendol dan ke barat daya 7 km," jelasnya.

Dalam kunjungan ke BPPTKG itu, Menteri ESDM juga meminta kepada instansi terkait untuk memperbaharui peralatan analisis kebencanaan. Dengan peralatan yang lebih modern, diharapkan tindakan antisipasi bisa dipercepat untuk langkah mitigasi dan meminimalisir dampak bencana. "Peralatan memang sudah ada yang bagus dan modern untuk analisis batuan, tapi analisis laboratorium untuk gas dan air masih ada yang perlu ditambahkan," kata Hanik.

Advertisement

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Korpri Diharapkan Jadi Akselerator

Korpri Diharapkan Jadi Akselerator

Jogjapolitan | 1 hour ago

Advertisement

UMK Jogja 2023 Diumumkan 6 Desember

UMK Jogja 2023 Diumumkan 6 Desember

Jogjapolitan | 4 hours ago

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

PLN Tanam 19.000 Pohon Peringati Hari Menanam Pohon Indonesia 2022

News
| Selasa, 29 November 2022, 20:27 WIB

Advertisement

alt

Masangin Alkid, Tembus Dua Beringin Bakal Bernasib Mujur

Wisata
| Selasa, 29 November 2022, 15:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement