Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Sejumlah orang membentangkan spanduk solidaritas untuk Wadas, di sekitar Masjid Kampus UGM, Rabu (6/4/2022)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, SLEMAN-Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengisi ceramah dalam tarawih berjamaah di Masjid Kampus UGM, Rabu (6/4/2022) malam. Tak hanya dihadiri ribuan jamaah, ceramah Ganjar juga disambut dengan bentangan spanduk dan poster solidaritas untuk kasus Wadas, Purworejo.
Beberapa spanduk yang dibentangkan di antaranya bertuliskan Kelestarian Alam Bagian Dari Iman; Gusti Berkahi; dan Save Wadas. Spanduk-spanduk ini dibentangkan di luar masjid ketika Ganjar berceramah dan ketika hendak meninggalkan masjid.
Sementara di dalam masjid, ada juga yang membentangkan poster bertuliskan Save Wadas. Hal ini sempat mencuri perhatian Ganjar di tengah-tengah ceramahnya. Ganjar menanggapinya dengan santai dan menganggapnya bagian dari demokrasi.
“Ada yang bawa spanduk, mungkin mau menuliskan, diangkat juga saya tidak apa-apa. karena itu bagian dari exercise politik, diangkat saja gapapa. Ini bagian dari salat tarawih yang sangat menarik di UGM,” ujarnya.
Tanggapan Ganjar ini disambut tepuk tangan oleh para jamaah. Ia mengapresiasi sikap kritis para pembawa spanduk dan poster tersebut. “Saya sangat senang dengan kekritisan kawan-kawan dan inilah diskusi yang selalu terbuka untuk mendewasakan kita semuanya,” katanya.
Salah satu orang yang membentangkan spanduk, Umar, mengaku aksi ini merupakan bentuk solidaritas kepada warga Wadas, Purworejo, yang terancam ruang hidupnya oleh rencana penambangan batuan andesit untuk bendungan Bener.
“Sebenarnya ini bagian dari solidaritas teman-teman di sini mengingat keresahan isu konflik agraria di Wadas masih terjadi sampai sekarang dan tidak ada ketegasan dari Ganjar selaku Gubernur. Sebagai bentuk solidaritas kami bentangkan beberapa banner,” ungkapnya.
Ia berharap warga Wadas yang menolak tambang dapat diperhatikan oleh pemerintah khususnya Pemda Jawa Tengah dan stakeholder yang terkait bendungan Bener dan penambangan andesit. Penambangan dinilai akan merugikan warga.
Jemaah yang membentangkan spanduk ini kata dia, tidak tergabung dalam organisasi tertentu atau sebatas mahasiswa saja. Mereka terdiri dari individu-individu yang bersolidaritas untuk konflik agraria di Wadas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Jadwal SIM Keliling Polda DIY Oktober 2026 tersedia di Sleman dan Bantul. Cek lokasi, jam layanan, serta syarat perpanjangan SIM.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia ke lima tujuan. Simak jam keberangkatan dan informasi tarif DAMRI dari YIA.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jadwal lengkap dari Jogja dan Kutoarjo.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Simak jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap beserta tipsnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja dari Palur pada Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkap tiap stasiun.