Advertisement

Merapi dalam Sepekan: Sekali Awan Panas, 144 Lava Pijar

Lugas Subarkah
Sabtu, 09 April 2022 - 15:17 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Merapi dalam Sepekan: Sekali Awan Panas, 144 Lava Pijar Tangkapan layar terjadinya awan panas di lereng Barat Gunung Merapi, Senin (6/12/2021) - Ist

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN-Status Gunung Merapi hingga hari ini masih Siaga. Sejumlah aktivitas guguran dilaporkan masih terus terjadi. Dalam sepekan terakhir, tercatat terjadi satu kali awan panas dan 144 kali guguran lava pijar. Sejumlah kegempaan juga masih terjadi.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida, menjelaskan awan panas teramati ke arah barat daya dengan jarak luncur 1,5 Km. “Guguran lava teramati sebanyak 144 kali ke arah barat daya, dominan ke Sungai Bebeng dengan jarak luncur maksimal 2.000 meter,” ujarnya, Sabtu (9/4/2022).

Analisis morfologi dari Stasiun kamera Merbabu, Tunggularum, Ngepos, dan Babadan 2, menunjukkan kubah barat daya tidak teramati adanya perubahan ketinggian kubah. Untuk kubah tengah juga tidak teramati adanya perubahan morfologi yang signifikan.

Berdasarkan analisis foto volume kubah lava barat daya terhitung sebesar 1.672.000 meter kubik dan kubah tengah sebesar 2.582.000 meter kubik. Adapun Intensitas kegempaan pada minggu ini masih cukup tinggi.

Baca juga: Berbahaya! Wisata Dadakan Material Erupsi Merapi di Kali Gendol Dipasangi Portal

Dalam sepekan, tercatat terjadi satu kali gempa Awan panas Guguran, dua kali gempa Vulkanik Dangkal, 18 kali gempa Fase Banyak, 778 kali gempa Guguran, lima kali gempa Hembusan dan 13 kali gempa Tektonik.

Pada minggu ini terjadi hujan di Pos Pengamatan Gunung Merapi dengan intensitas curah hujan sebesar 82 mm/jam selama 30 menit di Pos Kaliurang pada Kamis (7/4/2022). Dilaporkan terjadi lahar di Sungai Senowo pada Senin (4/4/2022), di Sungai Boyong dan Gendol pada Selasa (5/5/2022) serta di Sungai Gendol dan Pabelan pada Kamis (7/4/2022).

Ia kembali mengingatkan potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. 

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Arkeolog Temukan Gigi Berusia 1,8 Juta Tahun di Georgia

News
| Senin, 03 Oktober 2022, 11:27 WIB

Advertisement

alt

Rasakan Sensasi Makan Nasgor Bercitarasa Tengkleng ala Grage Ramayana Hotel

Wisata
| Senin, 03 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement