30 Tahun Berlalu, Festival Udin Kembali Tagih Keadilan
Peringatan yang berlangsung sejak Rabu (13/8/2026) hingga Sabtu (15/8/2026) ini menjadi ruang untuk terus menagih keadilan atas kasus Udin, yang telah mangkrak
Kapolres Bantul AKBP Ihsan (tengah), Kapolsek Bantul AKBP Ayom Yuswandono (kanan), dan Kasi Humas Polres Bantul AKP Sumaryoto (kiri) saat menunjukan senjata tajam dan sarung yang disita dari markas geng pelajar Brother Hood Community (BHC) Senin (11/4/2022)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Anggota geng pelajar di Bantul membohongi orang tua dengan pamit salat tarawih dan membangunkan warga untuk sahur, tetapi malah tawuran.
BACA JUGA: Tersangka Klithih Pembunuh Remaja di Gedongkuning Ditangkap Polisi
Geng pelajar itu, yang dinamai Brother Hood Community (BHC), baru saja ditindak aparat berwajib. Polisi dibantu warga menggerebek markas geng pelajar yang dinamai Brother Hood Community (BHC) di Dusun Bolon, Desa Palbapang, Kecamatan Bantul, Bantul, Minggu (10/4/2022) tengah malam, sekitar pukul 23.16 WIB. Polisi menyita sejumlah senjata tajam dan sarung yang dibundeli ujungnya.
“Mereka akan tawuran di Lapangan Guyengan, Palbapang, dengan Darbo Community sekitar pukul 02.00 WIB. Sudah siap-siap langsung kami amankan,” kata Kapolres Bantul, AKBP Ihsan, saat jumpa pers di Mapolsek Bantul, Senin (11/4/2022).
Ada enam remaja yang ditangkap dalam penggerebekan tersebut. Dari enam remaja tersebut, empat masih berstatus pelajar SMP negeri di Bantul, masing-masing berinisial AYM, warga Triharjo, Pandak, Bantul; KAP, warga Palbapang, Bantul; MD, warga Gilangharjo, Pandak, Bantul; dan AAT, warga Triharjo, Pandak, Bantul.
Sementara, dua remaja lainnya masing-masing MKDM, warga Palbapang, Bantul yang berstatus pelajar salah satu SMA swasta di Jogja dan APS, warga Bolon, Palbapang, Bantul, pelajar SMK negeri di Kapanewon Sanden. APS adalah pemilik rumah yang dijadikan basecamp atau markas geng BHC tersebut.
APS mengaku geng BHC baru terbentuk sejak Januari lalu atau baru sekitar empat bulan. Selama kurun empat bulan ini, geng tersebut sudah dua kali tawuran dengan kelompok lain. “Pertama di Serayu, kedua di bulak,” ucapnya. Anggota BHC yang sebagian besar pelajar SMP awalnya nongkrong di angkringan sebelum ikut bergabung di geng.
Sementara itu KAP mengaku ikut geng BHC untuk hiburan dan mencari teman, serta biar dikenal. KAP mengaku pamit salat tarawih untuk mengelabui orang tua, padahal sebenarnya ikut tawuran. “Pamit orang tua salat tarawih, sekalian ikut membangunkan sahur warga” katanya.
Kapolres Bantul mengatakan rumah APS yang dijadikan markas geng BHC tersebut sebenarnya sudah lama dicurigai oleh masyarakat yang sudah beberapa kali terlibat tawuran. Minggu malam, warga kemudian melaporkannya ke Polsek Bantul setelah mereka tahu akan ada perang sarung pada Senin dini hari di Serayu, Palbapang, Bantul.
Polisi langsung bergerak cepat bersama warga menggerebek rumah tersebut. Hansilnya ada enam orang remaja ditangkap. Selain itu, polisi juga menyita dua bilah celurit, dua pedang yang panjangnya sekitar 40 sentimeter, empat sarung yang dibundeli ujungnya, serta empat sepeda motor.
BACA JUGA: Pelaku Klithih Maut di Jalan Gedongkuning Ternyata Anggota Geng Pelajar Berinisial M
“Kami masih mendalami kasus ini, termasuk kepemilikan senjata tajamnya,” ujar Ihsan.
Ia mengapresiasi warga Bantul yang sudah ikut berpartisipasi mencegah remaja yang hendak tawuran tersebut. Ihsan juga meminta orang tua untuk mengawasi anak-anak mereka yang keluar pada malam hari terlebih sampai dini hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Peringatan yang berlangsung sejak Rabu (13/8/2026) hingga Sabtu (15/8/2026) ini menjadi ruang untuk terus menagih keadilan atas kasus Udin, yang telah mangkrak
Potensi perputaran ekonomi haji dan umrah Indonesia mencapai Rp80 triliun. Kemenhaj mendorong UMKM masuk rantai pasok pasar Arab Saudi.
BMKG memprakirakan gelombang hingga 4 meter di pantai selatan DIY pada 28 September 2026. Wisatawan diminta tidak berenang.
Kemenhub memperkuat pengawasan tiga lapis keselamatan penerbangan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan bencana di seluruh sektor operasional.
UPNVY mewisuda 1.436 lulusan. Rektor Mohamad Irhas Effendi menekankan kompetensi, adaptabilitas, karakter, dan kolaborasi di era AI.
Sukasto kalah dalam Pilur Ngoro-Oro Patuk dengan 855 suara, sementara Paryoto meraih 1.399 suara. Ia mengaku legawa menerima hasil.