Advertisement

Daging Gelonggongan Dijamin Sulit Masuk Bantul, Ini Sebabnya

Ujang Hasanudin
Rabu, 13 April 2022 - 18:47 WIB
Budi Cahyana
Daging Gelonggongan Dijamin Sulit Masuk Bantul, Ini Sebabnya Ilustrasi daging - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul menjamin daging gelonggongan atau daging basah sulit masuk ke Bantul. Sebab, pasokan daging di pasar-pasar tradisional di Bantul harus melalui surat dan stempel dari Rumah Potong Hewan (RPH).

BACA JUGA: BLT Minyak Goreng di Bantul Cair!

Kepala DKPP Bantul Joko Waluyo mengatakan daging gelonggongan biasanya dimanfaatkan oleh orang yang ingin memanfaatkan Ramadan dan Idulfitri karena tingginya permintaan daging akan mendongkrak harga.

Dinas sudah mengantisipasi sedini mungkin agar pegadang daging di pasar-pasar mewajibkan pemasok daging melengkapi surat resmi dan cap dari RPH.

“Jadi daging sapi yang masuk ke pedagang pasar harus ada surat dan stempel dari RPH sehingga daging gelonggongan tidak mungkin masuk. Bahkan di DIY saat ini sudah ada operasi cap daging atau surat dan stempel dari RPH,” kata Joko, Rabu (13/4).

Cap dan surat resmi RPH akan menyulitkan pasokan daging gelonggongan ke Bantul. Bukan hanya di Bantul, sejumlah pasar di DIY saat ini mewajibkan cap dan surat RPH. Sampai saat ini, DKPP belum mendengar adanya peredaran daging gelonggongan, “Tahun lalu juga tidak ada,” ucap Joko.

Namun demikian, jawatannya tetap akan melakukan pemeriksaan daging sapi hingga daging ayam di pasar untuk memastikan daging tersebut layak dikonsumsi serta memiliki kriteria aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH). Selain itu, pemeriksaan juga untuk mengetahui kenaikan harga daging di pasaran saat Ramadan dan Idulfitri. Sejauh ini, sudah ada peningkatan permintaan daging di pasaran, tetapi harganya masih stabil.

“Harga daging sapi masih dalam kisaran Rp115.000-Rp120.000 per kilogram. Daging ayam potong masih dalam kisaran Rp36.000 hingga Rp37.000 per kilogram,” papar Joko.

Harga daging ayam potong naik dari sebelum Ramadan di angka Rp32.000 per kilogram menjadi Rp36.000-37.000 per kilogram.

Joko mengatakan saat ini ada beberapa komoditas yang harganya naik karena memang sudah ada peningkatan permintaan. Namun demikian untuk stok kebutuhan pangan mulai dari beras, sayur hingga daging dijamin tetap aman.

Advertisement

BACA JUGA: Mentan Pastikan Stok Pangan di Daerah Aman

“Kita baru saja panen raya di sejumlah lokasi sawah di Bantul sehingga stok beras dijamin aman dan melimpah. Harga juga relatif stabil untuk komoditi beras,” tuturnya.

Meski ada kenaikan beberapa komoditas, kata dia, ada juga komoditas yang turun harga, salah satunya cabai yang sekarang Rp15.000 per kilogram.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Mobilitas Masyarakat Semakin Tinggi, XL Axiata Tingkatkan Kualitas Jaringan di Jalur KRL Yogyakarta–Solo

News
| Selasa, 05 Juli 2022, 04:27 WIB

Advertisement

alt

7 Makanan Indonesia Favorit Dunia

Wisata
| Sabtu, 02 Juli 2022, 11:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement