Pengusaha Baju Muslim di Bantul Raup Omzet Rp1 Miliar dalam Sebulan
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
Pantai Parangtritis, Bantul, didatangi para wisatawan pada Jumat (1/4/2022)./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, BANTUL- Dinas Pariwisata Bantul was-was dengan kejadian serangkaian kekerasan jalanan alias klithih dan tawuran berdampak pada kunjungan wisatawan ke Bantul, karena wsiatawan akan takut berkunjung ke sejumlah objek wisata di Bumi Projotamansari.
Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo mengatakan sampai saat ini belum ada pengaruhnya secara signifikan terkait kejahatan jalanan dengan kunjungan wisatawa. “Tapi hal itu tentu harus menjadi perhatian bagi semua pihak karena aksi kejahatan dapat membuat wisatawan tidak nyaman dan khawatir untuk berwisata ke Bantul. Nanti bisa merusak stigma pariwisata Bantul khususnya dan di DIY pada umumnya,” ujar Kwintarto, Jumat (15/4/2022)
Pihkanya juga akan ikut partisipasi dalam meminimalisir aksi kejahatan jalanan minimal bekerjasama dengan TNI-Polri dan pengelola wisata untuk melakukan penyisiran penjualan minuman keras dan narkoba di sekitar objek wisata.
Menurutnya miras dan narkoba bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya tindak pidana aksi kejahatan jalanan. Karenanya semua pengelola wisata dminta untuk selalu berkoordinasi dengan Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas di masing-masing wialayah, agar membentuk suatu standarisasi pengamanan dan tim di tingkat lokal guna mengantisipasi terjadinya aksi kejahatan jalanan dan tawuran di sekitar wilayah destinasi wisata.
BACA JUGA: WISATA JOGJA: Bus Jogja Heritage Track Mulai Diujicobakan Kelilingi Rute Sumbu Filosofi
“Antisipasi kejahatan jalanan dan tawuran harus diawali dengan tidak adanya minuman keras dan narkoba di area wisata, karena ini salah satu penyebabnya. Kami juga akan bentuk tim yang mengelola destinasi dan jika ada kejadian nanti tahu harus menghubungi siapa,” ujar Kwintarto.
Kapolres Bantul AKBP Ihsan dalam beberapa kesempatan selalu mengingatkan masyarakat untuk turut serta dan aktif membantu kepolisian dalam menangani aksi kejahatan jalanan dan tawuran. Minimal dengan melaporkan langsung jika melihat sekelompok orang atau remaja yang sedang nongrong atau dicurigai akan melakukan tawuran terutama pada malam hari.
Masyarakat bisa melaporkannnya langsung melalui Polsek, polres, atau petugas Bhabinkamtibmas yang ada di wilayahnya masing-masing.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.