Advertisement

Biaya Masuk Pantai di Bantul Bisa Gratis, Asalkan...

Catur Dwi Janati
Jum'at, 29 April 2022 - 17:07 WIB
Arief Junianto
Biaya Masuk Pantai di Bantul Bisa Gratis, Asalkan... Suasana Pantai Parangtritis di akhir pekan pada Minggu (21/11/2021) - Harian Jogja/Catur Dwi Janati

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL--Pemkab Bantul bakal menggratiskan bea masuk ke kawasan pantai. Hal ini dilakukan jika terjadi kemacetan parah ke arah objek wisata tersebut. 

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengatakan penarikan bea masuk di loket Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan pantai tidak lagi dilakukan hanya ketika terjadi kemacetan panjang.

Advertisement

Meski begitu, pihaknya tetap berupaya mencari cara lain untuk menanggulangi kemacetan tersebut, sehingga pemungutan retribusi di TPR tetap bisa dilakukan. 

"Kami prinsipnya harus bayar lah, untuk PAD [Pendapatan Asli Daerah]. Itu kan [penggratisan bea masuk] pilhan paling buruk kalau terjadi kemacetan yang sangat panjang dan hanya satu-satunya cara menguranginya dengan itu, ya kami lakukan. Kalau tidak ya tidak," kata Halim, Jumat (29/4/2022).

BACA JUGA: Khusus Lebaran, Jembatan Anyar Bantul Ini Bakal Dibuka

Halim menambahkan manajemen lalu lintas akan diterapkan saat libur Lebaran sesuai kondisi di lapangan (by case). Begitu juga dengan pengalihan arus yang akan disesuaikan dengan kondisi lalu lintas. 

"Kalau butuh pengalihan rute ya kita alihkan. Kalau tidak ya tidak," tambahnya.

Dengan demikian Halim tidak bisa menyampaikan secara pasti mana saja jalur yang ditutup karena manajemen lalu lintas didasarkan pada situasi di lapangan. "Jadi tidak bisa saya sampaikan mana saja yang ditutup, tergantung keramaiannya di mana," ucap dia.

Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo memprediksi akan ada 350.000 sampai 400.000 wisatawan yang bakal masuk ke objek wisata Bantul selama Mei. 

Advertisement

"Kami berani menyampaikan untuk H+1 sampai H+7 Lebaran, sekitar 150.000 wisatawan akan masuk. Kalau nanti sampai pada Mei, dalam satu bulan tersebut kira-kira 350.000 sampai 400.000 orang, PAD yang terealisasi bisa mencapai Rp3,5-4 miliar," katanya.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement