Dosen FK UKDW Ungkap Manfaat Ibadat Taiz bagi Orang Muda
Tekanan akademik, tuntutan awal karier, hingga proses pencarian jati diri dapat menjadi sumber stres bagi kelompok dewasa muda.
ilustrasi kreativitas - freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Inovasi Daerah Kabupaten Sleman menjadi momentum untuk menghargai karya, penemuan dan inovasi yang dilakukan oleh masyarakat. Sebab selama ini, penghargaan yang sifatnya inovatif baru diberikan kepada pelayanan pemerintahan.
Ketua Pansus Raperda tentang Penyelenggaraan Inovasi Daerah Kabupaten Sleman, Y Gustan Ganda mengatakan selama ini penghargaan inovasi yang dilakukan oleh Pemkab Sleman selama ini lebih pada masalah administrasi, pelayanan publik.
"Bagi saya ini lebih normatif. Kami ingin sesuatu yang spektakuler di Sleman. Perda ini akan menjadi sesuatu yang luar biasa," katanya, Kamis (28/4).
Raperda tersebut, katanya, akan menjadi dorongan bagi Pemkab untuk mendorong masyarakat melakukan penemuan yang spektakuler dan akan dibiayai oleh pemerintah. Titik tekannya tidak lagi pada organisasi perangkat daerah (OPD) tetapi ke masyarakat. "Jadi kata kuncinya spektakuler, temuan baru dan sangat bermanfaat bagi masyarakat. Entah itu di bidang teknologi maupun sistem serta harus bermanfaat bagi masyarakat," katanya.
Dia mencontohkan, untuk penanganan masalah sampah membutuhkan inovasi alat yang bisa luar biasa atau inovasi mesin cetak dan sebagainya. Untuk memfilter agar temuan tersebut benar-benar layak, maka proposal penelitian yang masuk maka akan diproses oleh tim independen. "Ada tim verifikasi yang menilai apakah penelitian atau temuan tersebut layak, bermanfaat bagi masyarakat. Jadi harus lolos verifikasi dulu sebelum mendapatkan reward," kata Ketua Fraksi PDI Perjuangan itu.
Ganda mengatakan, mereka yang akan mendapatkan biaya penelitian akan ditentukan oleh tim independen. Penemu juga tidak harus seorang peneliti, bisa juga kelompok masyarakat, organisasi dan sebagainya. "Misalnya, ada seorang petani dia expert di bidang pertanian kemudian menemukan alat pencacah rumput yang baru. Itu bisa saja dilakukan dan akan dinilai oleh tim independen," katanya.
Salah satu reward yang diberikan atas temuan tersebut, kata Ganda adalah biaya untuk kepengurusan hak kekayaan intelektual (HAKI). Bedanya, lanjut Ganda, meski dibiayai oleh pemerintah HAKI tetap diberikan kepada penemu.
"Jadi dibiayai oleh pemerintah tapi HAKI tidak dimiliki oleh pemerintah, tetapi HAKInya tetap milik pencipta. Dengan seperti ini, pemerintah hadir," katanya.
Selain pembiayaan HAKI, lanjut dia, penemu atau pencipta juga diberikan reward dana pembinaan yang akan ditentukan besarannya berdasarkan peraturan bupati. Dengan Raperda ini, katanya maka masyarakat akan terdorong untuk melakukan inovasi-inovasi. "Kami minta tiap tahun dilakukan proses penjaringan inovasi-inovasi daerah," ujarnya.
Melindungi Ide Kreatif
Anggota Pansus Raperda Inovasi Daerah M Arif Priyosusanto mengatakan keberadaan Raperda tersebut untuk melindungi ide-ide kreatif yang muncul di masyarakat. Dengan Raperda tersebut, ada fasilitasi dari pemerintah kepada masyarakat untuk lebih kreatif.
"Kami ingin mendorong kreativitas warga di semua bidang baik pertanian, perikanan, peternakan agar mereka tidak ragu dengan penemuannya. Nanti akan diuji. Ketika inovasi gagal anggaran tidak dikembalikan ke kas daerah," ujar Ketua Komisi D DPRD Sleman itu.
Proses penelitian dan kreativitas tersebut akan dibahas lebih dulu melalui tim independen yang dibentuk oleh bupati. Arif mengatakan, keberadaan Raperda tersebut diyakini akan mendorong beragam bentuk kreativitas masyarakat di Sleman yang tentu bertujuan pada kesejahteraan. "Inovasi baik sesuatu pembaruan yang benar-benar baru atau pembaharuan suatu penelitian untuk pengembangan inovasi itu sendiri," kata politisi Partai Gerindra itu. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tekanan akademik, tuntutan awal karier, hingga proses pencarian jati diri dapat menjadi sumber stres bagi kelompok dewasa muda.
Cukup Rp8.000, Ini Jadwal Lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo Hari Ini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 20 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jadwal tiap stasiun hingga Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 20 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif KRL Rp8.000.
MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta 2026 diikuti 1.294 atlet. Satoru Mochizuki melihat peluang lahirnya bibit timnas dari turnamen usia dini.
Veda Ega Pratama gagal lolos ke Q2 dan akan start dari posisi ke-19 Moto3 Austria 2026. Brian Uriarte merebut pole position dari David Almansa.