Okupansi Hotel di DIY Turun 5-10 Persen, PHRI Soroti Persaingan Akomodasi
PHRI DIY mencatat okupansi hotel berbintang 35–45% dan nonbintang 15–25% hingga Oktober 2026, turun 5–10% dibandingkan tahun lalu.
Suasana bandara Yogyakarta International Airport (YIA) pada Sabtu (1/5/2021). /Harian Jogja-Hafit Yudi Suprobo
Harianjogja.com, KULONPROGO-Menanggapi Jogja yang sedang darurat sampah, Pelaksana Tugas Sementara (PTS) General Manager Yogyakarta International Airport (YIA), Agus Pandu Purnama ikut angkat bicara. Menurutnya masalah sampah di YIA sudah dikoordinir dengan baik.
"Dari tenant-tenant setiap jam kumpulkan dan kemudian juga kita sudah menunjuk vendor urus sampah baik organik, plastik, dan lainnya," tuturnya ditemui di bandara, Rabu (11/5/2022).
Dia menegaskan penanganan sampah di YIA sudah berjalan baik sejak awal bandara beroperasi. Sampah dilakukan pemilahan dan pemrosesan sebelum dibuang.
Baca juga: Jogja Darurat Sampah di Depan Mata, Ini Buktinya
"[Pembuangan] sudah ditunjuk kerjasama dengan Pemda setempat. Hasil dari pemilihan tempat pembuangan sesuai dengan jenis sampahnya," ujarnya.
Sementara itu, Airport planning, OSH & Risk management Senior Manager R. Bambang Triyono menyebut pembuangan sampah dibuang empat kali sebulan.
"Kami sudah pemeliharaan. Lalu untuk reuse, reduce dan recycle juga," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PHRI DIY mencatat okupansi hotel berbintang 35–45% dan nonbintang 15–25% hingga Oktober 2026, turun 5–10% dibandingkan tahun lalu.
Gowes Jogjaversitas 2026 di UII diikuti pimpinan PTS DIY dan Jateng untuk mempererat silaturahmi serta memperkuat sinergi antarkampus.
Anggota DPRD Kulon Progo Angga Pratama mendorong pembangunan dan pemeliharaan irigasi untuk menjaga produktivitas pertanian.
Mandat ganda Bank Indonesia memperkuat peran kebijakan moneter dan sinergi IRU, GIRU, serta RIRU dalam mendorong investasi dan lapangan kerja.
Imigrasi mencekal Ahmad Dedi alias Dedi Congor ke luar negeri selama enam bulan setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi Bea Cukai.
DIY perlu mengembangkan industri berbasis pengetahuan dan teknologi yang bernilai tambah tinggi, hemat lahan, serta mampu menyerap talenta lokal.