JFC 2026 di Malioboro Jogja, 19 Kelompok Tampilkan Kostum Kreatif
JFC 2026 digelar di Malioboro dengan 19 kelompok peserta. Parade kostum kreatif mengangkat budaya Jogja sekaligus mendukung pariwisata
Salah satu pedagang daging sapi di Pasar Wates, Yuli sedang menjajakan dagangannya, Selasa (17/05/2022)./Anisatul Umah-Harian Jogja.
Harianjogja.com, KULONPROGO - Dua kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ditemukan di Kulonprogo akhir pekan lalu. Dua hewan yang terjangkit masing-masing satu sapi dan satu domba di Pandowan, Kapanewon Galur. Dampak kasus tersebut membuat pasokan daging sapi menjadi lebih sulit.
Hal tersebut disampaikan salah satu pedagang daging sapi di Pasar Wates, Milah. Dia mengatakan saat ini harga daging sapi Rp145.000 per kg, lebih rendah dibanding harga lebaran Rp170.000 per kg.
"Tapi ini cari sapi sulit. Ya juragane sapi angel golek [susah nyari]. Ono sapi podo loro kae [ada sapi yang sakit]," ungkapnya ditemui di Pasar Wates, Selasa (17/05/2022).
Dia mengatakan saat ini jualan daging sapi sedang turun, biasanya bawa 10 kg daging sapi habis namun sekarang tidak habis. Banyak pembeli daging darinya adalah dari pelanggan tetap.
"Ada yang buat bakso, ada yang buat rumah makan. Iya [pelanggan tetap]," jelasnya.
Baca juga: BREAKING: Kasus Penyakit Kuku Mulut Muncul di Kulonprogo
Penjual daging sapi lain, Yuli mengatakan dia biasanya dalam sehari bisa menjual 80 kg, sekarang turun jadi 50 kg. Dijual dengan harga Rp135.000 per kg.
Penemuan kasus PMK di Kulonprogo sendiri menurutnya tidak terlalu berdampak. Tidak terjadi kekhawatiran di masyarakat.
"Harga stabil di Rp135.000, penjualan turun sekitar 30%. Enggak juga [kekhawatiran akibat PMK]," tuturnya.
Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo Aris Nugroho mengatakan seberapa jauh dampak PMK pada ekonomi sampai saat ini belum diketahui.
Akan tetapi berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan di pasar hewan peredaran hewan ternak tidak mengalami penurunan. Diharapkan para petani tidak panik karena tidak menular ke manusia.
"Sehingga nyuwun [minta] kalau ada gejala tetap laporkan segera laporkan. Kami akan laksanakan pemeriksanaan pengambilan sampel," jelasnya ditemui di di Aula Adikarto, Selasa (17/05/2022).
Petani juga diminta tidak panik menjual hewan-hewan ternaknya karena PMK bisa disembuhkan. Secara persentase probabilitas untuk sembuh mencapai 95%.
Lebih lanjut dia mengatakan, pemantauan terus dilakukan sehingga diharapkan tidak akan menular ke daerah lain. Hingga hari ini menurutnya kasus PMK di Kulonprogo belum mengalami penambahan.
"Update masih yang kemarin yang terkena dua. Domba satu sudah mati, dan sudah pelaksanaan penguburan dengan desinfektan," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
JFC 2026 digelar di Malioboro dengan 19 kelompok peserta. Parade kostum kreatif mengangkat budaya Jogja sekaligus mendukung pariwisata
NNSiDE by Meliá Yogyakarta resmi memulai pembangunan ballroom baru melalui prosesi Groundbreaking Ceremony yang digelar pada Kamis (27/8).
Vietnam menyiapkan visa preferensial bagi wisatawan asing yang banyak belanja dan tinggal lebih lama. Simak target pariwisata Vietnam hingga 2030.
Kamboja menutup lebih dari 700 kompleks penipuan online dan menangkap hampir 30.000 tersangka dalam operasi pemberantasan selama setahun terakhir.
Mario Aji menunjukkan peningkatan signifikan pada Practice Moto2 Aragon 2026 dengan finis di posisi ke-17 setelah sebelumnya berada di peringkat ke-27 pada FP1.
Kita harapkan Pemkot Yogyakarta dapat menyiapkan menu Mustika Rasa guna atasi stunting di Yogyakarta