Bayar Rp50.000 Sehari, Ini Alasan Orang Tua Titip Bayi di Bidan Pakem
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Ilustrasi sejumlah armada pengangkut sampah lalu lalang di sekitar TPST Piyungan./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL--Laboratorium Sampah resmi diluncurkan di Desa Murtigading, Sanden. Pencacahan dan pemusnahan, diharapkan mampu menekan volume sampah yang dibuang ke TPST Piyungan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul, Ari Budi Nugroho menjelaskan laboratorium sampah di Mirtigading merupakan kerja sama Pemkab Bantul dengan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Jogjakarta dalam percepatan program Bantul Bersih Sampah 2025 (Bantul Bersama). Implementasinya diwujudukan berupa bantuan laboratorium di Murtigading yang dikelola Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal).
Konsepnya, kata dia, laboratorium sampah hampir sama dengan pengolahan sampah lainnya yang mengesepankan aspek pemilihan.
BACA JUGA: Jelang Iduladha, Harga Sapi dan Kambing di Bantul Makin Mahal
Bedanya, di laboratorium sampah, sampah-sampah yang tidak dibisa digunakan atau didaur ulang akan dimusnahkan. "Konsep pengolahannya, sampah dari rumah tangga di situ ada proses pemilahan, ada proses pencahahan, ada proses pemusnahan, intinya itu," ujar dia.
"Dengan harapan nanti sampah yang dikelola oleh BUMKal tidak perlu dibuang ke TPST Piyungan yang selama ini kan mereka hanya mengumpulkan terus dibawa, dibuang ke TPST Piyungan," ujarnya.
Dengan pemaksimalan reuse dan recycle serta pencacahan pada sampah yang tidak bisa diolah, residu sampah yang dihasilkan pun akan rendah.
"Ya dimusnahkan, kalau misalkan ada residu, residunya semakin kecil. Intinya kan mengurangi sampah sebanyak mungkin sampah yang harus dibuang ke TPST Piyungan," ucap dia.
Setiap hatinya laboratorium sampah mampu mengolah 2-3 ton sampah. Kendati demikian, saat ini baru sampah di wilayah Murtigading yang akan diutamakan untuk diolah.
Di sisi lain, Ari menilai pengolahan sampah tidak harus seragam dengan skema laboratorium sampah. Menurutnya konsep apapun bisa diterapkan asalkan betujuan mengurangi sampah.
"Sebenarnya konsep-konsep pengurangan sampah kan banyak, tidak harus sama persis sepeti yang kemarin diluncurkan laboratorium, prinsipnya pemilhannya, pengolahannya tidak harus sama," tukasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Harga emas Pegadaian hari ini Kamis 21 Mei 2026 turun. Emas Antam jadi Rp2,862 juta, UBS Rp2,797 juta, dan Galeri24 Rp2,756 juta.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Imigrasi Sulsel menemukan WNA asal Filipina dan Malaysia memakai KTP Indonesia untuk mengurus paspor RI di sejumlah daerah.
Prabowo Subianto menegaskan pemerintah siap memakai radar dan satelit untuk melacak aset ilegal serta memburu koruptor hingga bungker bawah tanah.
Jadwal DAMRI Bandara YIA Kamis 21 Mei 2026 melayani rute Jogja dan Sleman dengan tarif Rp80.000 serta konektivitas antarmoda.