Kekerasan Seksual di Sleman, Pengajar Ponpes Ditahan, Terancam 12 Tahun Penjara
Pengajar Ponpes Ash Sholihah di Sleman ditahan terkait kasus kekerasan seksual terhadap alumni santriwati dan terancam 12 tahun penjara.
Ilustrasi sejumlah armada pengangkut sampah lalu lalang di sekitar TPST Piyungan./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL--Laboratorium Sampah resmi diluncurkan di Desa Murtigading, Sanden. Pencacahan dan pemusnahan, diharapkan mampu menekan volume sampah yang dibuang ke TPST Piyungan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul, Ari Budi Nugroho menjelaskan laboratorium sampah di Mirtigading merupakan kerja sama Pemkab Bantul dengan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Jogjakarta dalam percepatan program Bantul Bersih Sampah 2025 (Bantul Bersama). Implementasinya diwujudukan berupa bantuan laboratorium di Murtigading yang dikelola Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal).
Konsepnya, kata dia, laboratorium sampah hampir sama dengan pengolahan sampah lainnya yang mengesepankan aspek pemilihan.
BACA JUGA: Jelang Iduladha, Harga Sapi dan Kambing di Bantul Makin Mahal
Bedanya, di laboratorium sampah, sampah-sampah yang tidak dibisa digunakan atau didaur ulang akan dimusnahkan. "Konsep pengolahannya, sampah dari rumah tangga di situ ada proses pemilahan, ada proses pencahahan, ada proses pemusnahan, intinya itu," ujar dia.
"Dengan harapan nanti sampah yang dikelola oleh BUMKal tidak perlu dibuang ke TPST Piyungan yang selama ini kan mereka hanya mengumpulkan terus dibawa, dibuang ke TPST Piyungan," ujarnya.
Dengan pemaksimalan reuse dan recycle serta pencacahan pada sampah yang tidak bisa diolah, residu sampah yang dihasilkan pun akan rendah.
"Ya dimusnahkan, kalau misalkan ada residu, residunya semakin kecil. Intinya kan mengurangi sampah sebanyak mungkin sampah yang harus dibuang ke TPST Piyungan," ucap dia.
Setiap hatinya laboratorium sampah mampu mengolah 2-3 ton sampah. Kendati demikian, saat ini baru sampah di wilayah Murtigading yang akan diutamakan untuk diolah.
Di sisi lain, Ari menilai pengolahan sampah tidak harus seragam dengan skema laboratorium sampah. Menurutnya konsep apapun bisa diterapkan asalkan betujuan mengurangi sampah.
"Sebenarnya konsep-konsep pengurangan sampah kan banyak, tidak harus sama persis sepeti yang kemarin diluncurkan laboratorium, prinsipnya pemilhannya, pengolahannya tidak harus sama," tukasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengajar Ponpes Ash Sholihah di Sleman ditahan terkait kasus kekerasan seksual terhadap alumni santriwati dan terancam 12 tahun penjara.
Harga cabai rawit merah mencapai Rp104.850 per kg berdasarkan PIHPS 24 September 2026. Simak harga pangan pokok lainnya.
Diduga dijaminkan tanpa izin ahli waris, sertifikat tanah warga Karangsari menjadi sengketa hingga Lurah dan dua Direktur BUMDes digugat ke PN Wates.
Nadiem Makarim menjalani sidang putusan banding kasus Chromebook hari ini. Ia sebelumnya divonis 10 tahun penjara dan uang pengganti Rp809,59 miliar.
FORTANI '26 terbentuk di Sleman dan menyerukan enam tuntutan agraria, dari legalisasi lahan petani hingga perlindungan pangan.
Harga emas Antam Kamis 24 September 2026 turun Rp25.000 menjadi Rp2,605 juta per gram. Simak harga lengkap dan buyback.