Polresta Sleman Sita 833 Botol Miras Ilegal Selama Oktober 2026
Polresta Sleman menyita 833 botol miras ilegal selama Oktober 2026. Razia menyasar warung, tempat usaha hingga gudang penyimpanan.
Sampah menggunung di depo sampah di Pasar Bantul, Selasa (10/5/2022)./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, BANTUL--Kendati TPST Piyungan telah beroperasi kembali setelah sebelumnya diblokade warga, volume sampah di sejumlah depo atau TPS yang ada di Bantul masih tinggi. Kondisi depo dan titik-titik pembuangan sampah diperkirakan kembali normal pekan ini.
"Sejak Kamis [12/5/2022] kan langsung mulai mengambil sampah dari pelanggan. Tetapi karena di pelanggan juga sudah menumpuk, volumenya juga banyak," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul, Ari Budi Nugroho, Senin (16/5/2022).
BACA JUGA: Antisipasi Penyakit Kuku Mulut, Peternak Srandakan Siapkan Kandang Khusus Karantina
Meski pengambilan sampah dilakukan hingga siang hari, hingga Jumat [13/5/2022], volume sampah masih banyak. Terkadang, sampah yang sudah diangkut diinapkan dulu di kantor DLH lalu baru dibuang di pagi hari berikutnya.
Bahkan hingga Sabtu [14/5/2022] siang, masih banyak sampah di titik-titik pembuangan sampah.
Bila sampah terus diambil secara rutin serta penambahan volume sampah tidak masif, kondisi normal sampah di wilayah Bantul baru akan terwujud di pekan ini. "Karena kemarin saya ngecek di salah satu TPS [tempat pembuangan sampah] pada Jumat itu juga belum terambil," tandasnya.
Kondisi libur panjang Waisak juga diperkirakan Ari akan menambah volume sampah yang ada, khususnya di destinasi wisata. "Yang kemarin saja sudah menumpuk, apalagi ini ada libur tiga hari, pasti menumpuk lagi," tambahnya.
"Sehingga kalau dibuka [TPST Piyungan], sampah tidak langsung habis. Karena volumenya volume menumpuk beberapa hari. Paling enggak perlu lima hari, nanti sudah normal," tuturnya.
BACA JUGA: Bus Mundur Tabrak 2 Mobil, Polisi: Sopir Bus Telat Oper Gigi
Di sisi lain, Ari turut mengimbau warga untuk terus melanjutkan pengolahan sampah mandiri meski TPST Piyungan telah dibuka. "Intinya masyarakat harus melakukan proses pengurangan sampah dari sumber melalui pemilahan," tandasnya.
"Harapannya TPST lancar, tapi kan kami tidak bisa tergantung seperti itu. Intinya pengurangan sampah harus dilakukan tidak melihat pada TPST yang mungkin kemarin ada penutupan. Masyarakat mulai sekarang melakukan pengurangan melalui proses pemilahan dari sumber sampah pertama dari rumah tangga," tukasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polresta Sleman menyita 833 botol miras ilegal selama Oktober 2026. Razia menyasar warung, tempat usaha hingga gudang penyimpanan.
Damkarmat Kota Jogja masih menerima panggilan hotline darurat tanpa respons. Persoalan ini telah dilaporkan kepada Diskominfo dan Telkomsel.
Sebanyak 375 pelajar dan mahasiswa menerima bantuan pendidikan BAZNAS Kulon Progo. Nilainya Rp1 juta hingga Rp2 juta sesuai jenjang pendidikan.
Bareskrim menetapkan 13 tersangka TPPO bermodus perekrutan tentara bayaran Rusia. Sebanyak 58 orang tercatat menjadi korban dalam lima perkara.
Video rombongan pemotor yang diduga membawa celurit masuk SPBU Kurung, Ceper, Klaten, viral. Polisi menyelidiki kejadian tersebut.
Drainase Pasar Gamping, Sleman, dinilai perlu segera diperbaiki untuk mencegah genangan air yang berpotensi mengganggu aktivitas pedagang saat musim hujan.