Riset Fenomena Api Seyegan Rampung, BPBD Serahkan Hasil ke Keluarga
BPBD Sleman menyerahkan hasil riset fenomena api Seyegan kepada keluarga. Rekaman CCTV kini menjadi bagian penyelidikan kepolisian.
Sampah menggunung di depo sampah di Pasar Bantul, Selasa (10/5/2022)./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, BANTUL--Kendati TPST Piyungan telah beroperasi kembali setelah sebelumnya diblokade warga, volume sampah di sejumlah depo atau TPS yang ada di Bantul masih tinggi. Kondisi depo dan titik-titik pembuangan sampah diperkirakan kembali normal pekan ini.
"Sejak Kamis [12/5/2022] kan langsung mulai mengambil sampah dari pelanggan. Tetapi karena di pelanggan juga sudah menumpuk, volumenya juga banyak," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul, Ari Budi Nugroho, Senin (16/5/2022).
BACA JUGA: Antisipasi Penyakit Kuku Mulut, Peternak Srandakan Siapkan Kandang Khusus Karantina
Meski pengambilan sampah dilakukan hingga siang hari, hingga Jumat [13/5/2022], volume sampah masih banyak. Terkadang, sampah yang sudah diangkut diinapkan dulu di kantor DLH lalu baru dibuang di pagi hari berikutnya.
Bahkan hingga Sabtu [14/5/2022] siang, masih banyak sampah di titik-titik pembuangan sampah.
Bila sampah terus diambil secara rutin serta penambahan volume sampah tidak masif, kondisi normal sampah di wilayah Bantul baru akan terwujud di pekan ini. "Karena kemarin saya ngecek di salah satu TPS [tempat pembuangan sampah] pada Jumat itu juga belum terambil," tandasnya.
Kondisi libur panjang Waisak juga diperkirakan Ari akan menambah volume sampah yang ada, khususnya di destinasi wisata. "Yang kemarin saja sudah menumpuk, apalagi ini ada libur tiga hari, pasti menumpuk lagi," tambahnya.
"Sehingga kalau dibuka [TPST Piyungan], sampah tidak langsung habis. Karena volumenya volume menumpuk beberapa hari. Paling enggak perlu lima hari, nanti sudah normal," tuturnya.
BACA JUGA: Bus Mundur Tabrak 2 Mobil, Polisi: Sopir Bus Telat Oper Gigi
Di sisi lain, Ari turut mengimbau warga untuk terus melanjutkan pengolahan sampah mandiri meski TPST Piyungan telah dibuka. "Intinya masyarakat harus melakukan proses pengurangan sampah dari sumber melalui pemilahan," tandasnya.
"Harapannya TPST lancar, tapi kan kami tidak bisa tergantung seperti itu. Intinya pengurangan sampah harus dilakukan tidak melihat pada TPST yang mungkin kemarin ada penutupan. Masyarakat mulai sekarang melakukan pengurangan melalui proses pemilahan dari sumber sampah pertama dari rumah tangga," tukasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Sleman menyerahkan hasil riset fenomena api Seyegan kepada keluarga. Rekaman CCTV kini menjadi bagian penyelidikan kepolisian.
Libur sekolah 2026 diprediksi mendongkrak wisata Karanganyar. The Lawu Group perketat keamanan, hadirkan promo, dan optimistis kunjungan meningkat.
Investigasi mengungkap dugaan hacker Rusia berada di balik peretasan Jaguar Land Rover yang menyebabkan kerugian ekonomi hingga miliaran dolar.
Prabowo Subianto mengungkap pertanyaannya kepada profesor tentang gandum, sawit, dan industri mobil Indonesia dalam Sarasehan Kebangsaan.
Eks pekerja RSU Griya Mahardhika Jogja menuntut pembayaran gaji empat bulan dalam aksi damai di Bantul. Mediasi ketiga dijadwalkan 1 Juli 2026.
Pajak nol persen impor suku cadang pesawat memasuki tahap harmonisasi. Kemenhub berharap kebijakan segera berlaku untuk menekan biaya maskapai.