Jadwal Prameks Jogja-Kutoarjo 2026, Jam Sibuk Tiket Ludes
Jadwal terbaru Prameks Jogja–Kutoarjo 2026 lengkap. Simak jam keberangkatan, tips hindari kehabisan tiket, dan jam sibuk penumpang.
Salah satu pementasan tari dalam Gelar Seni Pranatan Anyar bertema Lestari Budayaku di Tebing Breksi, Prambanan, Sleman./Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN- Status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Sleman turun ke level 1. Kondisi yang sama juga terjadi di Kab/kota se DIY. Penurunan status tersebut menjadi momentum untuk menggiatkan kembali atraksi seni dan budaya, khususnya di destinasi wisata.
Penetapan level 1 bagi Kabupaten Sleman ini tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 29 Tahun 2022 tentang pemberlakuan PPKM level 2 dan level 1 di wilayah Jawa-Bali. Inmendagri ini berlaku sampai dengan 4 Juli mendatang.
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyambut baik penurunan level PPKM tersebut. Menurutnya, penurunan PPKM ini akan memberikan kelonggaran bagi masyarakat dalan melakukan berbagai aktivitas. Meski begitu, ia tetap mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan dalam melakukan kegiatannya.
"Saat ini kami tengah menunggu Intruksi Gubernur untuk kemudian menindaklanjuti penerapan kebijakan PPKM level 1 di Sleman.
Saya menghimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatannya dengan menerapkan prokes dan untuk menindaklanjuti kebijakan PPKM level 1," jelas Kustini, Selasa (7/6/2022).
BACA JUGA: Polisi Buru Pembacok 4 Remaja di Sleman
Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman Suparmono disampingi Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dispar Sleman, Aris Herbandang mengatakan sesuai Inmendagri terbaru tentang PPKM Level 1 Covid-19 maka atraksi di destinasi utamanya di tempat terbuka bisa digelar.
"Hanya saja kegiatannya tetap memperhatikan prokes secara proporsional, dengan mengajukan izin ke gugus tugas Covid 19 di wilayah setempat karena masih pada PPKM level 1," ujarnya.
Dia menjelaskan, secara frekwensi penyelenggaraan atraksi kesenian yang disiapkan Dispar selama PPKM Level 1 belum dapat diselenggarakan seperti sebelum pandemi Covid-19. Alasannya karena alokasi anggaran atraksi saat ini masih sedikit akibat rasionalisasi anggaran.
"Walau demikian untuk atraksi kami upayakan kerjasama dengan pihak-pihak yang sekiranya akan menggelar acara atau event di destinasi wisata sekaligus menjadi atraksi di destinasi wisata," ujarnya.
Disinggung potensi kunjungan wisata selama libur sekolah nanti, Ia memprediksi akan terjadi kenaikan kunjungan di destinasi wisata di wilayah Sleman. Dia menyontohkan, saat pandemi dan Sleman masuk PPKM level 4 dan 3 banyak destinasi dan desa wisata yang berbenah dan menambah atraksi di destinasinya.
"Kami perkirakan kelompok-kelompok kecil keluarga maupun grup besar dari sekolah -sekolah akan mulai masuk setelah ujian sekolah selesai diselenggarakan," katanya.
Oleh karenanya, Dinas Pariwisata maupun pengelola-pengelola destinasi dan desa wisata akan terus berbenah untuk meningkatkan pelayanan bagi wisatawan. Salah satunya dengan melanjutkan program pelatihan bagi para pengelola destinasi wisata.
"Sejak 6-9 Juni kami mengadakan Pelatihan Keamanan dan Kesalamatan Wisatawan di Destinasi Wisata yang diikuti oleh 35 pengelola destinasi dan desa wisata Sleman. Bukan hanya teori tapi juga praktek sekenario mitigasi bencana maupun pertolongan pada kondisi darurat," ujar Suparmono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal terbaru Prameks Jogja–Kutoarjo 2026 lengkap. Simak jam keberangkatan, tips hindari kehabisan tiket, dan jam sibuk penumpang.
Simak jadwal lengkap KA Bandara YIA 17 Mei 2026. Kereta beroperasi sejak dini hari hingga malam untuk mendukung mobilitas penumpang.
BMKG memprakirakan cuaca DIY hari ini didominasi berawan dan udara kabur, sementara Sleman berpotensi diguyur hujan ringan.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya berdasarkan data resmi KAI Access.
Menteri PPPA menyebut paparan judi online terhadap 200 ribu anak menjadi ancaman serius bagi perlindungan dan tumbuh kembang anak.
Pemkab Bantul menargetkan 10 Koperasi Desa Merah Putih siap diresmikan Agustus 2026 dengan fokus usaha kebutuhan pokok dan produk lokal.