Pemkot Yogyakarta Matangkan Substansi Pengajuan UNESCO World Book Capital 2028
Pemkot Yogyakarta mematangkan pengajuan UNESCO World Book Capital 2028 melalui konsolidasi lintas sektor untuk memperkuat ekosistem buku dan literasi.
Paniradya Pati Paniradya Kaistimewan DIY Aris Eko Nugroho - Ist
Harianjogja.com, DANUREJAN—Pembangunan balai budaya menggunakan Dana Keistimewaan (Danais) DIY diharapkan memberikan manfaatkan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Kalangan pemuda akan diberikan ruang untuk bisa berekspresi di balai budaya melalui sejumlah aktivitas. Cara ini diharapkan dapat meningkatkan aktivitas positif bagi pemuda agar tidak terjerumus pada kegiatan negatif.
Paniradya Pati Paniradya Kaistimewan DIY Aris Eko Nugroho menjelaskan pemanfaatan balai budaya yang sudah dibangun di kalurahan budaya sangat memungkinkan memberikan ruang ekspresi kepada anak muda. Luasnya bangunan sangat memungkinkan menjadi pengembangan potensi anak muda.
Oleh karena itu salah satu syarat pembangunan balai budaya harus memiliki luas lahan minimal 1.500 meter persegi. Dengan lahan yang cukup luas, maka banyak celah yang dapat dimanfaatkan anak muda untuk melakukan berbagai aktivitas sosial budaya.
“Sangat bisa memfasilitasi anak muda, ini harapannya sampai ke sana, maka lahan untuk pembangunan balai budaya itu disyaratkan tidak sempit. Karena ada berbagai ruangan, misalnya untuk seni ada ruang gantinya, ada tempat untuk peralatannya. Harapan kami sampai sejauh itu, misal dipakai untuk sarasehan warga juga bisa dilakukan di balai budaya,” katanya.
Dengan diberikan ruang bagi anak muda di balai budaya, maka para pemuda di kalurahan tersebut akan lebih banyak beraktivitas dengan kegiatan positif seperti seni budaya maupun beragam bentuk inovasi lainnya. Sejumlah potensi dari anak muda bisa terungkap melalui proses beragam kegiatan di balai budaya tersebut.
Saat ini sudah bermunculan kegiatan komunitas anak muda yang bergerak di bidang seni. Potensi ini bisa dimunculkan dari kalurahan budaya, sehingga keberadaan balai budaya yang sudah dibangun menjadi salah satu fasilitas untuk pengembangan potensi kemampuan seni budaya bagi pemuda.
Aris menyadari tidak semua anak muda menyukai kesenian tertentu, sehingga harus ada pemahaman dalam pengelolaan sebagai objek kebudayaan yang lebih luas. Kondisi ini harus menjadi perhatian bagi pengelola balai budaya. Karena dengan beraktivitas di balai budaya melalui beragam kegiatan positif harapannya akan meminimalkan kemungkinan terjadi kenakalan remaja.
Aris menilai pelibatan anak muda di balai budaya ini memang mutlak dilakukan. Apalagi pemuda memiliki peran penting dalam melanjutkan estafet sekaligus pelestarian adat budaya di kalurahan. Karena anak muda ke depan akan menjadi pelaku budaya, sehingga harus dipersiapkan sejak saat ini dengan menggandeng mereka dengan memberikan ruang di balai budaya.
“Kalau dari kami sebenarnya kegiatan kalurahan budaya, ada program kegiatan didesain oleh Kundha Kabudayan. Harus ada pelibatan dalam upacara adat, ada penampilan di beberapa lokasi seperti dulu di Selasa Wagen, Bandara YIA dan tahun ini di Bandara Soekarno Hatta. Ini kan perlu regenerasi mau tidak mau harus melibatkan anak muda,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Yogyakarta mematangkan pengajuan UNESCO World Book Capital 2028 melalui konsolidasi lintas sektor untuk memperkuat ekosistem buku dan literasi.
Polresta Jogja menyatakan dugaan pungli dan pemerasan terhadap Bolosego di Alkid tak memenuhi unsur pidana setelah memeriksa 17 orang.
BGN menemukan yayasan meminta setoran per ompreng kepada mitra MBG. Sudaryono menyebut praktik tersebut bermula dari kepemimpinan sebelumnya.
Kulonprogo mengintegrasikan data pernikahan dan adminduk melalui Kado Nikah serta Bela Akta Pro untuk mempercepat layanan dokumen warga.
Tiga pos Damkar Sleman sudah berdiri, tetapi Pos Damkar Prambanan belum beroperasi karena terkendala SDM dan sarana prasarana.
Veda Ega Pratama menempati posisi kedelapan sesi latihan Moto3 Jepang di Sirkuit Motegi dengan catatan waktu 1 menit 55,597 detik.