Persik Kediri vs Persija: Macan Kemayoran Berpeluang Amankan 3 Poin
Prediksi Persik vs Persija di Super League 2026, tim tamu diunggulkan meski tuan rumah dalam tren positif.
Kawasan wisata Tlogoputri Kaliurang Sleman. /Harian Jogja- Meigitaria Sanita
Harianjogja.com, SLEMAN- Target pendapatan asli daerah (PAD) untuk sektor pariwisata tahun ini sebesar Rp207 Miliar dari seluruh target PAD Sleman sebesar Rp900,5 Miliar. Hingga Mei kemarin, target PAD di sektor pariwisata sudah mencapai 48,63% atau Rp100,9 Miliar.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman Suparmono mengatakan untuk PAD di sektor pariwisata pelaku kuliner (restoran dan kafe) menjadi penyumbang terbanyak. Jumlahnya mencapai Rp52,2 miliar (54,4%). Sumbangan PAD pelaku usaha kuliner bahkan mampu mengalahkan sektor perhotelan yang menyumbang PAD sebesar Rp42 Miliar (47%).
Adapun pajak hiburan hingga Mei 2022, mampu menyumbang PAD hingga Rp4,58 Miliar (24,23%) sementara retribusi wisata yang dikelola oleh Dispar menyumbang Rp2 Miliar. "Jadi realisasi pajak yang dihasilkan di sektor kuliner ini mampu mengalahkan realisasi pajak perhotelan. Jadi orang datang ke Sleman kulinernya yang kuat," katanya, Jumat (10/6/2022).
BACA JUGA: Ini Penyebab Izin Lokasi Tol Jogja-YIA Belum Terbit
Hal itu oleh Suparmono dinilai menarik sehingga Dispar perlu mengkaji untuk pengembangan wisata kuliner di Sleman. Misalnya saat musim liburan tiba, sektor kuliner mana saja yang perlu didorong dan diperkuat. "Tapi ini masih baru kami kaji. Kami perlu melakukan mapping dulu. Angka-angka (pendapatan PAD) tersebut, bisa menjadi dasarnya," ujar Pram.
Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Usaha Pariwisata Dispar Sleman Nyoman Rai Savitri mengatakan salah satu hal yang dilakukan untuk pengembangan wisata kuliner ini dilakukan beberapa desa wisata. Misalnya di Desa Ekowisata Pancoh, Girikerto, Turi. "Di sini sudah dilengkapi dengan wisata kuliner. Masih kelompok-kelompok kecil yang datang dan diharapkan nanti bisa menerima kelompok besar dengan reservasi lebih dulu," katanya.
Selain itu, lanjut Nyoman, seluruh destinasi wisata di Sleman juga terus membenahi layanan. Dia menyontohkan wisata Tebing Breksi yang mengakomodasi permintaan wisatawan agar bisa beroperasi lebih pagi. Saat ini, kata Nyoman, Tebing Breksi beroperasi lebih awal agar wisatawan yang berkunjung bisa melihat matahari terbit. (Abdul Hamid Razak)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Prediksi Persik vs Persija di Super League 2026, tim tamu diunggulkan meski tuan rumah dalam tren positif.
Viral perempuan bongkar dugaan perselingkuhan suami lewat data misterius pada timbangan pintar atau smart scale di rumahnya.
Imigrasi memperketat pengawasan WNA di Bantul lewat APOA. Hotel, homestay, dan vila diwajibkan melaporkan tamu asing secara berkala.
Hanung Bramantyo mengadaptasi Children of Heaven berlatar SD Muhammadiyah dengan pesan kuat tentang pendidikan karakter anak.
KPAID Kota Jogja mendorong penerapan pasal lebih berat dalam kasus dugaan kekerasan anak di Daycare Little Aresha
Pemerintah memangkas anggaran MBG 2026 menjadi Rp268 triliun demi efisiensi program Makan Bergizi Gratis.