Advertisement

Antisipasi Varian Baru Covid-19, Sleman Pertahankan Isoter Rusunawa Gemawang

Abdul Hamied Razak
Rabu, 22 Juni 2022 - 12:37 WIB
Budi Cahyana
Antisipasi Varian Baru Covid-19, Sleman Pertahankan Isoter Rusunawa Gemawang Ilustrasi. - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Pemkab Sleman menutup pelayanan isolasi terpusat (isoter) untuk pasien Covid-19 di Asrama Haji Sleman. Pemkab hanya mempertahankan Isoter Covid-19 Rusunawa Gemawang untuk mengantisipasi potensi lonjakan kasus Covid-19.

Sekda Sleman Harda Kiswaya mengatakan kebijakan tersebut diambil karena kasus Covid-19 di Sleman sudah terkendali. Selain itu, katanya, kontrak kerja sama antara Pemkab dan Kementerian Agama (Kemenag) untuk pemanfaatan gedung Asrama Haji sebagai Isoter Covid-19 akan berakhir pada akhir Juni ini.

Advertisement

BACA JUGA: 328 SD di Gunungkidul Kekurangan Murid, 2 SD Tak Dapat Murid Baru

Penutupan Isoter Covid-19 Asrama Haji juga untuk efesiensi anggaran operasional yang selama ini disediakan Pemkab Sleman. “Dari berbagai pertimbangan itu, kami menutup Isoter Covid-19 Asrama Haji. Jika sewaktu-waktu dibutuhkan akan kami gunakan lagi,” katanya kepada Harian Jogja, Rabu (22/6/2022).

Harda mengatakan pemindahan sarana dan prasarana dari Isoter Asrama Haji ke Isoter Rusunawa Gemawang segera dilakukan. “Ini solusi yang kami lakukan sambil tetap mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 atau kalau ada warga yang ingin memanfaatkan isoter,” katanya.

Hal senada disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Sleman Makwan. Dia mengatakan Isoter Covid-19 Asrama Haji diputuskan ditutup melalui rapat koordinasi pada Selasa (21/6/2022).

Meskipun begitu, Pemkab  Sleman tetap mengantisipasi munculnya Covid-19 varian baru B.A4 dan B.A5 dengan menyiapkan Rusunawa Gemawang.

BACA JUGA: Desain Tol Jogja dari dari Maguwo hingga Tirtoadi Berubah, Ini Penjelasan Pemda

“Posko dekontaminasi dan pelayanan jenazah Covid-19 juga masih disiapkan untuk antisipasi bila terjadi lonjakan kasus varian omoicron B.A4 dan B.A5,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Cahya Purnama mengatakan Isoter Covid-19 Rusunawa Gemawang tetap disiagakan selama masa transisi dari pandemi ke endemi. Pemantauan terhadap pasien yang terpapar Covid-19 dan menjalani isolasi mandiri (isoman) dilakukan oleh masing-masing puskesmas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

KPK Buka Opsi Penyidikan Dugaan TPPU Dana Hibah APBD Provinsi Jawa Timur

News
| Sabtu, 20 Juli 2024, 09:47 WIB

Advertisement

alt

Ini Dia Surganya Solo Traveler di Asia Tenggara

Wisata
| Kamis, 18 Juli 2024, 22:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement