Advertisement

BPNB DIY Ajak 55 Peserta Didik Jelajahi Sejarah dan Budaya

Triyo Handoko
Kamis, 23 Juni 2022 - 07:27 WIB
Sirojul Khafid
BPNB DIY Ajak 55 Peserta Didik Jelajahi Sejarah dan Budaya Dwi Ratna Nurhajarini (paling kiri) dalam acara Internalisasi dan Kompetisi Sejarah dan Budaya di Jogja, Rabu (22/6 - 2022).

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) DIY mengajak 55 peserta didik untuk menyelami sejarah dan budaya. Seluruh peserta didik berasal dari perwakilan DIY, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Para peserta didik berkunjung di empat objek berbeda, yaitu Kampung Batik di Bangkalan, Kampung Kemasan di Gresik, serta Kampung Pecinan dan Kampung Ampel di Surabaya. Bagi peserta dari DIY dan Jawa Tengah, kunjungan berlangsung secara virtual. Empat objek tersebut menjadi pilihan lantaran memiliki kekayaan nilai sejarah dan keragaman budaya dalam kehidupan masyarakat.

Sebelum melakukan kunjungan, peserta didik terlebih dahulu mengikuti kompetisi karya ilmiah berkaitan dengan nilai-nilai sejarah dan budaya yang ada di daerahnya. Dengan tema Merajut Akulturasi Lintas Etnis, Menelusuri Jalur Maritim, Pesisiran Jawa Timur, harapannya kegiatan ini bisa meningkatkan rasa menghargai pada keragaman dan pelestarian nilai-nilai sejarah budaya daerah.

BACA JUGA: Kelenteng Poncowinatan Berusia 141 Tahun, Ini Harapan Wagub DIY

Seluruh peserta yang terdiri dari peserta didik jenjang SMA/SMK berkunjung ke tempat-tempat tersebut pada 22-23 Juni 2022. Mereka merupakan utusan dari Dinas Kebudayaan daerah masing-masing.

Kepala BPNB DIY, Dwi Ratna Nurhajarini, menjelaskan apabila kunjungan ini berupaya membantu peserta didik untuk melihat dan memahami peninggalan sejarah serta warisan budaya tak benda. “Warisan sejarah dan budaya tak benda ini juga merupakan simpul-simpul perekat bangsa, jadi harus dipahami dan dimiliki mereka juga,” katanya, Rabu (22/6/2022).

Program ini juga memberikan ruang bagi peserta didik untuk berperan dalam memajukan kebudayaan melalui karya tulis ilmiah. “Supaya mereka juga memiliki pengalaman serta dapat pemikiran kritis dalam mengangkat isu pemajuan kebudayaan,” ujarnya.

BACA JUGA: Kenalkan Anak dan Remaja pada Wayang, Ini Cara Kreatif Pemkot Jogja

Pemahaman sejarah dan budaya yang komprehensif memungkinkan seseorang untuk lebih memahami perkembangan dunia saat ini. “Melalui sejarah dan budaya, tren kehidupan sosial di masa lalu dapat dipahami, sehingga bisa diperoleh prediksi yang masuk akal tentang apa yang akan terjadi di masa yang akan datang,” jelasnya.

Selain itu, sejarah dan budaya merupakan bagian terpenting identitas suatu bangsa. Lewat itu pula efek negatif dari globalisasi yang makin mengaburkan identitas bangsa dapat diantisipasi dengan pemahaman sejarah dan budaya sebagai jati diri. “Sehingga untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia diperlukan pemahaman sejarah dan budaya pada generasi mudanya” tuturnya.

Advertisement

BPNB DIY secara rutin menyelenggarakan kegiatan ini setiap tahunnya. Sebelumnya, kegiatan serupa bertajuk Jejak Tradisi Budaya dan Lawatan Sejarah Daerah. “Kami akan terus kembangkan program ini sebagai bentuk upaya pemajuan kebudayaan dan peningkatan pemahaman sejarah dan budaya generasi muda,” tandas Ratna.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Top 7 News Harianjogja.com 2 Juli 2022

Top 7 News Harianjogja.com 2 Juli 2022

Jogjapolitan | 12 hours ago

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Kena Covid, Korea Utara Salahkan Balon Udara dari Korea Selatan

News
| Sabtu, 02 Juli 2022, 16:27 WIB

Advertisement

alt

7 Makanan Indonesia Favorit Dunia

Wisata
| Sabtu, 02 Juli 2022, 11:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement