Kustomfest 2026 Gelar Charity Riding untuk Korban Kebakaran Hutan
Kustomfest 2026 di Jogja hadir 10-11 Oktober dengan charity riding, dukungan pendidikan anak, musik, kuliner, dan tema High Octane.
Ilustrasi Paspor./Harian Jogja
Harianjogja.com, SLEMAN - Seiring dengan pelonggaran syarat terbang dan diizinkannya haji tahun ini membuat jumlah warga yang mengurus paspor di DIY melonjak tajam.
Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta mencatat pada semester 1 tahun lalu jumlah penerbitan hanya 4.608 paspor. Sementara untuk 2022 sampai dengan 21 Juni, jumlah penerbitan paspor sudah mencapai 11.885 paspor. Secara persentase dibandingkan tahun lalu mengalami kenaikan sebesar 157,92 persen.
Kepala Seksi Lalu lintas Keimigrasian, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta, Sigit Jatmiko mengatakan kenaikan penerbitan paspor sangat signifikan dibandingkan masa pandemi. Saat pandemi menurutnya dalam sehari hanya melayani sekitar 30 orang saja, sementara saat ini dalam satu hari 150 orang.
"Sistem pendaftaran pengajuan permohonan paspor melalui aplikasi M-Paspor. Dalam aplikasi ini kantor imigrasi Jogja membatasi jumlah kuota karena memang pandemi belum berakhir," ujarnya kepada Harian Jogja, Kamis (23/6/2022).
Baca juga: Permintaan Paspor Meningkat, Ditjen Imigrasi Tambah Kuota M-Paspor 3 kali Lipat
Meski sudah berangsur normal, namun menurutnya jumlah penerbitan paspor ini belum sebanyak pra pandemi. Di mana dalam satu hari bisa mencapai 200-250-an.
"Setelah pandemi, Mei setelah pelonggaran kami berani menambah kuota," jelasnya.
Ke depan menurutnya dengan semakin terkendalinya pandemi covid-19 dan pelonggaran syarat terbang, kuota di semua unit rencana akan ditambah. Namun belum bisa dipastikan kapan akan kembali ditambah karena pandemi tidak bisa diprediksi.
"Pandemi belum berakhir, dan belum tahu sampai kapan. Dan dalam waktu dekat ini kami bisa menambah kuota lagi, pelayanan maksimal, mudah-mudahan," ucapnya.
Dia menjelaskan pengurusan paspor rata-rata untuk tujuan haji dan umrah, disusul untuk berwisata setelah selama pandemi tidak bisa berwisata ke luar negeri. Meski pengurusan paspor untuk haji naik, namun tidak sebanyak masa sebelum pandemi.
Hal ini disebabkan karena kuota haji masih dibatasi dan sebagian lagi sudah mengurus paspor jauh sebelum tiba waktu haji. Namun tertunda berangkat akibat pandemi.
"Kemungkinan jumlah ini akan terus bertambah seiring dengan dibukanya bandara-bandara internasional termasuk di Jogja. Otomatis animo masyarakat ke luar negeri baik wisata, sekolah, haji, dan umroh akan semakin banyak," paparnya.
Lebih lanjut dia mengatakan dalam pembuatan paspor masyarakat lebih banyak memilih paspor elektronik meski harganya jauh lebih mahal dari paspor biasa. Dimana paspor biasa Rp350.000 dan paspor elektronik Rp650.000.
"Kemudahan dengan e-paspor adalah apabila kita pergi wisata ke luar negeri. Jepang memang sudah bebas visa. Saat ini baru Jepang, mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa nambah negara yang bisa membebaskan orang yang punya e-paspor bepergian ke luar negeri untuk wisata," harapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kustomfest 2026 di Jogja hadir 10-11 Oktober dengan charity riding, dukungan pendidikan anak, musik, kuliner, dan tema High Octane.
Jadwal KA Bandara YIA 4 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jam keberangkatan YIA-Tugu dan Tugu-YIA serta layanan Wates.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja hari ini, Minggu 4 Oktober 2026, tersedia ke 5 tujuan. Cek jam keberangkatan dan tarif normal Rp80.000.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis 4 Oktober 2026 tersedia enam kali. Tarif perjalanan ditetapkan Rp12.000.
Penjualan Daihatsu kuartal III 2026 mencapai 37.167 unit, tumbuh 10%. Gran Max Series menjadi model dengan penjualan tertinggi.
Malioboro Run 4 Oktober berpotensi memicu kepadatan lalu lintas. KAI mengimbau penumpang Stasiun Yogyakarta dan Lempuyangan datang lebih awal.