Advertisement

Penerbangan Longgar, Penerbitan Paspor di Jogja Naik 157%

Anisatul Umah
Kamis, 23 Juni 2022 - 14:07 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Penerbangan Longgar, Penerbitan Paspor di Jogja Naik 157% Ilustrasi Paspor. - Harian Jogja

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN - Seiring dengan pelonggaran syarat terbang dan diizinkannya haji tahun ini membuat jumlah warga yang mengurus paspor di DIY melonjak tajam.

Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta mencatat pada semester 1 tahun lalu jumlah penerbitan hanya 4.608 paspor. Sementara untuk 2022 sampai dengan 21 Juni, jumlah penerbitan paspor sudah mencapai 11.885 paspor. Secara persentase dibandingkan tahun lalu mengalami kenaikan sebesar 157,92 persen.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Kepala Seksi Lalu lintas Keimigrasian, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta, Sigit Jatmiko mengatakan kenaikan penerbitan paspor sangat signifikan dibandingkan masa pandemi. Saat pandemi menurutnya dalam sehari hanya melayani sekitar 30 orang saja, sementara saat ini dalam satu hari 150 orang.

"Sistem pendaftaran pengajuan permohonan paspor melalui aplikasi M-Paspor. Dalam aplikasi ini kantor imigrasi Jogja membatasi jumlah kuota karena memang pandemi belum berakhir," ujarnya kepada Harian Jogja, Kamis (23/6/2022).

Baca juga: Permintaan Paspor Meningkat, Ditjen Imigrasi Tambah Kuota M-Paspor 3 kali Lipat

Meski sudah berangsur normal, namun menurutnya jumlah penerbitan paspor ini belum sebanyak pra pandemi. Di mana dalam satu hari bisa mencapai 200-250-an.

"Setelah pandemi, Mei setelah pelonggaran kami berani menambah kuota," jelasnya.

Ke depan menurutnya dengan semakin terkendalinya pandemi covid-19 dan pelonggaran syarat terbang, kuota di semua unit rencana akan ditambah. Namun belum bisa dipastikan kapan akan kembali ditambah karena pandemi tidak bisa diprediksi.

Advertisement

"Pandemi belum berakhir, dan belum tahu sampai kapan. Dan dalam waktu dekat ini kami bisa menambah kuota lagi, pelayanan maksimal, mudah-mudahan," ucapnya.

Dia menjelaskan pengurusan paspor rata-rata untuk tujuan haji dan umrah, disusul untuk berwisata setelah selama pandemi tidak bisa berwisata ke luar negeri. Meski pengurusan paspor untuk haji naik, namun tidak sebanyak masa sebelum pandemi.

Hal ini disebabkan karena kuota haji masih dibatasi dan sebagian lagi sudah mengurus paspor jauh sebelum tiba waktu haji. Namun tertunda berangkat akibat pandemi.

Advertisement

"Kemungkinan jumlah ini akan terus bertambah seiring dengan dibukanya bandara-bandara internasional termasuk di Jogja. Otomatis animo masyarakat ke luar negeri baik wisata, sekolah, haji, dan umroh akan semakin banyak," paparnya.

Lebih lanjut dia mengatakan dalam pembuatan paspor masyarakat lebih banyak memilih paspor elektronik meski harganya jauh lebih mahal dari paspor biasa. Dimana paspor biasa Rp350.000 dan paspor elektronik Rp650.000.

"Kemudahan dengan e-paspor adalah apabila kita pergi wisata ke luar negeri. Jepang memang sudah bebas visa. Saat ini baru Jepang, mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa nambah negara yang bisa membebaskan orang yang punya e-paspor bepergian ke luar negeri untuk wisata," harapnya. 

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Cek Sederet Situs Live Streaming Gratis untuk Nonton Piala Dunia 2022

News
| Sabtu, 26 November 2022, 23:17 WIB

Advertisement

alt

Unik! Hindari Bajak Laut, Rumah di Pulau Ini Dibangun di Bawah Batu Raksasa

Wisata
| Sabtu, 26 November 2022, 17:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement