Simulasi Bencana di Kepatihan Tingkatkan Kesiapsiagaan Penyelamatan
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Warga secara simbolik menebang pohon di sekitar Kali Lanang, Kalurahan Sidomulyo, Bambanglipuro, Rabu (6/7/2022)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, BANTUL -- Kali Lanang yang berada di Daerah Irigasi Pendowo menjadi sumber kehidupan bagi warga Kalurahan Sidomulyo, Kapanewon Bambanglipuro. Untuk mengoptimalkan fungsi tersebut, warga menggelar Merti Lepen sekaligus meminta Pemda DIY untuk memperbaiki kondisi sungai, Rabu (6/7/2022).
Rangkaian Merti Lepen diawali beberapa hari sebelumnya dengan pembersihan lokasi sekitar pelaksanaan kegiatan serta pada Selasa (5/7/2022) dilakukan pembacaan doa dan mengaji. Sementara pada Rabu, warga mengarak dua uba rampe yang kemudian dimakan bersama-sama.
BACA JUGA: Virus Corona Masih Bertebaran, 18 Warga Bantul Positif Covid-19
Kepala Dukuh Cangkring, Kalurahan Sidomulyo, Tumijo, menjelaskan Merti Lepen merupakan bentuk nguri-uri kabudayan Jawi oleh warga setempat. “Membersihkan dan minta izin kepada makhluk di sekitarnya untuk melaksanakan penebangan [pohon],” ujarnya.
Penebangan pohon di sekitar sungai diperlukan untuk rencana warga ke depan yakni memperlebar dan memperdalam sungai agar tidak terjadi banjir, dengan mengusulkannya ke Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, Energi Sumber Daya Mineral (DPUP ESDM) DIY.
Sungai tersebut berperan penting bagi kehidupan warga. “Harapannya semoga semua dapat berjalan dengan lancar. Kali Lanang ini perannya cukup vital bagi warga karena mengaliri sebanyak lima padukuhan, yakni Cangkring, Najaran, Sirat, Palihan dan Selo,” kata dia.
Kepala Bidang Sumber Daya Air dan Drainase DPUP ESDM DIY, Subarjo, menuturkan usulan dari warga ini akan ditindaklanjuti dan bisa pelaksanaannya bisa dimulai pada tahun ini.
“Akan dilebarkan dulu, sepadannya dibersihkan, pohon di kanan-kiri saluran ditebangi,” ungkapnya.
Penebangan tersebut juga akan melibatkan masyarakat setempat. Setelah itu, sungai dikeruk menggunakan alat berat agar lebih tertata. “Ke depannya bisa difungsikan sebagai jalan inspeksi, masyarakat bisa mendukung untuk jalan lingkungan,” kata dia.
Dia menjelaskan pengerukan itu diperlukan karena di sungai tersebut sudah terjadi pendangkalan sehingga ketika hujan kerap terjadi genangan. Adapun pelebaran sungai diperkirakan menjadi selebar sekitar tiga meter.
“Pembangunannya akan kami proses di kantor menjadi usulan kami, murni dari kemauan masyarakat dan diawali dengan semangat masyarakat. Pemerintah harus mendukung. Tahun ini sementara yang jangka pendek pengerukan dengan ekskavator,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Peluang kerja PMI di Kuwait makin terbuka 2026, pemerintah dorong perlindungan dan perluasan sektor kerja.
Pertamina tambah 1,5 juta tabung LPG 3 kg di Jateng dan DIY jelang Iduladha 2026, stok dipastikan aman.
Rekomendasi parfum Mine Perfumery 2026, aroma premium lokal dengan wangi tahan lama dan karakter elegan.
DIY menempati peringkat pertama nasional hasil TKA 2026 jenjang SD dan SMP dengan capaian nilai tertinggi nasional.
Cek jadwal DAMRI Jogja ke Bandara YIA 2026. Tarif Rp80.000, rute strategis, tanpa transit, solusi transportasi praktis.