Advertisement

Nasib Status Geopark Gunung Sewu sebagai UGG Bakal Divalidasi Tahun Depan

David Kurniawan
Senin, 11 Juli 2022 - 21:07 WIB
Arief Junianto
Nasib Status Geopark Gunung Sewu sebagai UGG Bakal Divalidasi Tahun Depan Ilustrasi Gua Rancang Kencono, di Bleberan, Kecamatan Playen. - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL -- Status kepesertaan Geopark Gunung Sewu sebagai anggota Unesco Global Geopark (UGG) bakal divalidasi ulang tahun depan. Hal ini tak lepas dari aturan revalidasi kepesertaan dilaksanakan setiap empat tahun sekali.

General Manager (GM) Gunung Sewu UGG, Budi Martono mengatakan, kawasan karst Gunung Sewu terbentang dari Gunungkidul, Wonogiri, Jawa Tengah, hingga Pacitan, Jawa Timur. Kawasan ini masuk UGG pada 2015 lalu dan telah mendapatkan perpanjangan kepesertaan di 2019 lalu.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

“Akan divalidasi lagi tahun depan karena peninjauan ulang kepesertaan dilakukan setiap empat tahun sekali,” katanya, Senin (11/7/2022).

BACA JUGA: Apa Kabar Proyek 2 RSUD di Gunungkidul?

Menurut dia, untuk mendapatkan status ini tidak mudah agar bisa ditetapkan sebagai salah satu warisan dunia. Oleh karena itu untuk mempertahankannya membutuhkan komitmen dari bersama dari berbagai pihak meliputi Pemkab Gunungkidul, Pacitan dan Wonogiri. “Jangan sampai status UGG terlepas,” kata Budi.

Dia mengungkapkan, masih banyak yang harus diperbaiki. Salah satunya keberadaan Taman Batu di Kalurahan Mulo, Wonosari. Progres pembangunan terhenti akibat pandemi Covid-19. Refocusing anggaran memaksa pemerintah daerah memangkas kebutuhan anggaran.

“Saya sudah meminta agar program ini dilanjutkan, tapi belum ada tindak lanjutnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul, Muhammad Arif Aldian Aldian mengaku sudah menyiapkan dari ketiga kabupaten untuk persiapan validasi ulang kepsertaan UGG di 2023.

Menurut dia, upaya koordinasi terus dilakukan agar pelaksanaan dapat berjalan lancar. “Harapannya bisa terus dipertahankan,” katanya.

Disinggung mengenai keberadaan Taman Batu Ngingrong, dia megngakui keberadannya belum optimal. Terlebih lagi, saat sekarang ada sejumlah kerusakan di fasilitas ini. “Memang butuh perbaikan dan rencananya tahun kita usulan untuk pemeliharaan,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Curhat Mensos Risma Ke DPR, Bansos Rp412 Miliar Diblokir Sri Mulyani

News
| Rabu, 08 Februari 2023, 21:27 WIB

Advertisement

alt

Meski Ada Gempa, Minat Masyarakat ke Turki Tak Surut

Wisata
| Selasa, 07 Februari 2023, 22:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement