Kalah Dalam Pilur Ngoro-Oro, Sukasto Legawa dan Terima Hasil
Sukasto kalah dalam Pilur Ngoro-Oro Patuk dengan 855 suara, sementara Paryoto meraih 1.399 suara. Ia mengaku legawa menerima hasil.
Petani di Gunungkidul./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemerintah menghapus kuota pupuk bersubsidi melalui Peraturan Menteri Pertanian No.10/2022 tentang Tata Cara Penetapan Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi di Sektor Pertanian yang dikeluarkan sejak 6 Juli 2022.
Pupuk bersubsidi kini tinggal Urea dan NPK atau phonska. Pupuk seperti petroganik, ZA dan SP36 tidak lagi mendapatkan subsidi dari Pemerintah.
BACA JUGA: Pemkot Jogja Dorong Koperasi Konvensional Beralih ke Modern
“Yang disubsidi tinggal jenis Urea dan Phonska. Yang lain tidak lagi,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Rismiyadi, Minggu (24/7/2022).
Dampak dari penghapusan ini, pupuk Urea dan Phonska bakal ditambah. “Sesuai dengan arahan dari Menteri Pertanian, subsidi tidak dikurangi, bahkan ditambah. Tapi, difokuskan pada jenis pupuk tertentu [Urea dan Phonska] agar lebih efektif,” ungkapnya.
Rismiyadi belum bisa memastikan berapa tambahan kuota yang akan diberikan ke Gunungkidul. “Kami masih menunggu informasi terbaru dari Pemerintah Pusat,” katanya.
Pupuk lain seperti SP36, ZA, dan Petroganik, masih tersedia. Pasalnya, meski sudah ada pencabutan, tapi ada masa transisi hingga September mendatang. “Jadi pedagang yang masih punya stok masih tetap bisa menjualnya,” ungkapnya.
BACA JUGA: Jika JJLS Tersambung, Kulonprogo Ingin Bangun Kuliner Jimbaran di Glagah
Anggota DPRD Gunungkidul dari Fraksi PKS, Ari Siswanto, berharap Pemkab Gunungkidul mensosialisasikan kebijakan yang terbaru berkaitan pupuk bersubsidi agar para petani mengetahuinya. “Jangan sampai ada permasalahan di lapangan sehingga upaya sosialisasi sangat penting,” katanya.
Menurut dia, dinas pertanian dan pangan harus benar-benar mengawasi sehingga penyaluran pupuk bersubsidi dapat tepat sasaran seperti yang diharapkan. “Terus dipantau dan yang terpenting jangan sampai ada petani yang kesulitan mendapatkan pupuk ini,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sukasto kalah dalam Pilur Ngoro-Oro Patuk dengan 855 suara, sementara Paryoto meraih 1.399 suara. Ia mengaku legawa menerima hasil.
Desil 1-5 masih berpeluang menerima bansos 2026. Simak cara cek desil dan status penerima bantuan melalui laman Kemensos.
Lumbung Mataraman mendorong pemanfaatan pekarangan dan lahan belum tergarap untuk memperkuat pangan berbasis potensi lokal di DIY.
Kebakaran TPA Jatibarang Semarang memasuki hari kelima. Sebanyak 22 warga mengalami batuk dan sesak napas akibat terdampak asap.
Luhut mengajak Tsinghua berkolaborasi meneliti 435 spesies herbal Indonesia di IT Del melalui riset genomik dan teknologi kecerdasan buatan.
DPRD DIY menyoroti titik rawan kecelakaan di JJLS dan mengusulkan pemasangan pagar pengaman serta PJU secara bertahap.