Advertisement

Menyongsong Implementasi Kurikulum Merdeka, Kulonprogo Gelar Bimtek Jenjang SMP

Catur Dwi Janati
Kamis, 04 Agustus 2022 - 07:37 WIB
Sirojul Khafid
Menyongsong Implementasi Kurikulum Merdeka, Kulonprogo Gelar Bimtek Jenjang SMP Foto ilustrasi. - Ist/Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, KULONPROGO—Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) mulai diterapkan pada tahun ajaran baru 2022/2023 ini. Menyiapkan pengimplementasian tersebut, bimbingan teknis digelar dengan menyasar Kepala Sekolah SMP, Pengawas Pembina SMP, Perwakilan Guru, dan Pengurus MGMP di Kulonprogo.

Kepala Disdikpora Kulonprogo, Arif Prastowo, mengatakan pada dasarnya kurikulum merdeka pada jenjang SMP sama dengan kurikulum merdeka pada jenjang SD. Prinsipnya kategori dalam Impementasi Kurikulum Merdeka (IKM) dapat dipilih secara bebas untuk diterapkan sesuai situasi dan fasilitas sekolah. 

"Cuma yang SMP, kami perlu memperhitungkan situasi sekolah masing-masing. Mereka bebas memiliki mau di kategori apa. Apakah mandiri belajar, mandiri berubah maupun mandiri berbagi, tergantung dari fasilitas sekolah itu," kata Arif, Rabu (3/8/2022).

Fasilitas sekolah yang dimaksud Arif mencakup sumber daya manusia, guru maupun tenaga pendidik, juga sarana prasarana yang ada di masing-masing sekolah. Di Kulonprogo, tercatat ada 59 sekolah pada jenjang SMP yang memilih opsi IKM mandiri berubah.

BACA JUGA: Pembangunan Stadion Cangkring Kulonprogo Dinilai Tak Serius, Dewan Beberkan Buktinya

Untuk menguatkan kesiapan sekolah dalam penyelenggaraan kurikulum ini, Disdikpora Kulonprogo melakukan bimbingan teknis kepada sekolah-sekolah jenjang SMP di Kulonprogo. "Iya [bimtek], apalagi sekarang ini ada yang namanya platform merdeka mengajar secara daring, itu sudah ada semua di sana," ujarnya.

"Dan memang untuk implementasi kurikulum merdeka ini dituntut kemandirian dari satuan pendidikan. Untuk mencari bahan-bahan yang semuanya sudah tersedia di platform yang namanya merdeka mengajar. Tapi tentu saja harus dilengkapi dengan pertemuan-pertemuan luring," tambahnya.

Kurikulum merdeka dijelaskan Arif akan banyak diisi kegiatan-kegiatan praktik dan project. Dalam pelaksanaannya, kegiatan berbasis project atau proyek tadi bisa digarap secara tim atau kelompok. "Nanti akan banyak praktik-praktik atau project, kegiatan berisi project yang dikerjakan secara tim, kemudian murid lebih banyak waktu untuk berkreasi. Guru mungkin Akan mendorong mereka tanpa terlalu banyak memberikan teori-teori," tandasnya. 

Dari kacamata Arif, implementasi kurikulum merdeka memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada murid untuk belajar sesuai dengan kapasitas dan potensi serta minat yang ada dalam diri pelajar. "Jadi kesempatan yang lebih besar kepada anak-anak untuk bisa belajar secara mandiri sesuai dengan minat kecenderungan, kecerdasan dan belajar dengan murid sebagai pusat belajar," tuturnya.

BACA JUGA: GPS Mobil Rental Terlacak, Sindikat Pencongkel Mesin ATM di Kulonprogo Tertangkap di Bandung

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Streaming Starjoja FM
alt

Istri di China Menuntut Selingkuhan Suaminya Senilai Rp8,2 Miliar

News
| Senin, 15 Agustus 2022, 23:17 WIB

Advertisement

alt

Tiket Masuk Borobudur dan Pulau Komodo Naik, Sandiaga Uno: Tidak Semua Tiket Destinasi Naik!

Wisata
| Senin, 15 Agustus 2022, 23:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement