Krisis Air Bersih Melanda 17 Kapanewon Gunungkidul, 5.100 Tangki Disiapkan
Gunungkidul mendapat tambahan anggaran untuk 5.100 tangki air bersih. Bantuan disalurkan hingga November karena krisis air masih terjadi.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Pemkab Gunungkidul berkomitmen menyukseskan pelaksanaan Pilkada 2024. Rencananya, di tahap awal Pemkab memberikan dana hibah sebesar Rp10 miliar pada 2023 untuk persiapan Pilkada.
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Gunungkidul, Sri Suhartanto mengaku sudah menerima usulan dari KPU dan Bawaslu Gunungkidul terkait dengan anggaran Pilkada 2024. Menurut dia, kepastian dana hibah yang dibutuhkan masih membutuhkan pembahasan lanjutan.
“Kami berkomitmen menyukseskan pilkada dengan memberikan dukungan anggaran seperti pelaksanaan pilkada di periode sebelumnya,” kata Sri Suhartanto, Minggu (21/8/2022).
BACA JUGA: Punya Banyak Potensi Wisata, Gunungkidul sebagai The Next Bali Bukan Hal Mustahil
Dia menjelaskan, bentuk komitmen ini sudah ada rencana pemberian dana hibah di tahun depan. Total dana yang dipersiapkan sebesar Rp10 miliar.
Meski demikian, Sri Suhartanto memastikan pagu yang dialokasikan itu belum final. Pasalnya, akan ada pembahasan lebih mendetail terkait dengan pagu anggaran yang telah diajukan oleh KPU maupun Bawaslu.
“Nanti ada desk khusus yang membahas tentang masalah rincian anggaran untuk penyelenggaraan Pilkada 2024,” kata mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah ini.
Penyelenggaraan Pilkada 2024 masih dua tahun lagi, tetapi KPU dan Bawaslu Gunungkidul telah menyusun kebutuhan anggaran untuk pemilihan. Diperkirakan anggaran KPU mencapai Rp73 miliar.
Adapun rinciannya, untuk penyelenggaraan di KPU sebesar Rp56 miliar. Sedangkan kebutuhan pengawasan di Bawaslu mencapai Rp17 miliar.
Ketua KPU Gunungkidul, Ahmadi Ruslan Hani mengatakan, anggaran Pilkada 2024 lebih banyak ketimbang pelaksanaan di 2020 lalu yang hanya sekitar Rp25 miliar. Hal ini terlihat dari rencana anggaran yang diajukan ke pemkab sebesar Rp56 miliar. “Untuk anggaran pilkada sudah kami usulkan ke pemkab,” katanya.
Disinggung soal alokasi anggaran terbanyak, Hani mengakui kebutuhan terbanyak dipergunakan untuk operasional serta honor badan adhoc seperti Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS), Kelompok Penyeleggara Pemungutan Suara (KPPS). Selain itu, juga ada untuk pengadaan kotak suara dan lain sebagainya.
“Masih proses dan kepastian anggaran juga masih menunggu hasil pembahasan dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah,” katanya.
Ketua Bawaslu Gunungkidul, Tri Asmiyanto mengatakan, untuk penyelenggaraan Pilkada 2024 sudah menyusun kebutuhan anggaran pengawasan. Total alokasi yang diajukan ke Pemkab Gunungkidul mencapai Rp17 miliar. “Sudah kami ajukan ke TAPD,” katanya.
Menurut dia, meski telah mengajukan, tapi nilai tersebut masih sebatas proyeksi. Adapun kepastian anggaran yang dibutuhkan masih disetujui karena harus melalui proses pembahasan terlebih dahulu. “Masih dalam proses dan nanti ada pembahasan secara mendetail,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul mendapat tambahan anggaran untuk 5.100 tangki air bersih. Bantuan disalurkan hingga November karena krisis air masih terjadi.
Gibran menyoroti pernyataan oknum SPPG yang diduga mengejek korban MBG dan mengajak publik menjaga ruang aman bagi anak.
Angsuran pertama kredit KDKMP jatuh tempo September 2026. Kemenkeu masih menunggu tagihan Himbara meski anggaran telah disiapkan.
Sumaya meraih perak tunggal putri teqball Asian Games 2026 dan mengukir sejarah setelah beralih dari sepak takraw sekitar dua tahun lalu.
Jadwal KA Bandara YIA Senin 21 September 2026 tersedia 24 perjalanan YIA-Stasiun Tugu dan sebaliknya, mulai 04.20 hingga 20.55 WIB.
Prakiraan cuaca Jogja hari ini, Senin 21 September 2026. Kota Jogja berudara kabur dengan suhu 22–34°C dan kelembapan 39–95%.