Advertisement

Kesaksian Warga Melihat Penyerangan Berujung Korban Tewas di Sekitar Asrama Papua Jogja

Triyo Handoko
Rabu, 24 Agustus 2022 - 15:37 WIB
Bhekti Suryani
Kesaksian Warga Melihat Penyerangan Berujung Korban Tewas di Sekitar Asrama Papua Jogja Ilustrasi. - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA--Polresta Jogja memburu pelaku penganiayaan berujung kematian di sekitar Asrama Mahasiswa Papua pada Selasa malam (23/8/2022). Kronologi insiden, penyebab penganiayaan, dan identitas terduga pelaku sudah diketahui Polresta Jogja.

Humas Polresta Jogja AKP Timbul Sasana Raharja menjelaskan insiden bermula saat rapat di Asrama Mahasiswa Papua yang berujung keributan. “Saat rapat itu ada keributan, mulanya ada pelemparan sandal pada forum rapat,” ujarnya, Rabu (24/8/2022).

Timbul menyebut korban datang hanya dengan empat temannya. “Karena cuma berempat, korban dan temannya memutuskan keluar Asrama dan meninggalkan lokasi,” jelasnya.

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

Saat hendak meninggalkan lokasi tersebut, jelas Timbul, di depan pintu asrama sudah ada beberapa orang yang membawa sajam. "Korban dan temannya dihadang oleh orang-orang ini,” katanya.

Saat berhadap-hadapan di depan pintu itu penganiayaan terjadi. “Mereka [korban dan temannya] tetap mencoba meninggalkan lokasi,” ujarnya. Insiden tersebut terjadi hingga di luar asrama.

Seorang saksi mata kejadian yang menolak identitasnya disebutkan menyebut rombongan korban dikejar oleh rombongan lain yang membawa parang dan pedang hingga ke pertigaan Glagahsari.

“Sekitar pukul 20.45 WIB itu korban berlari menuju toko saya, karena mungkin ini [tokonya] yang paling terang, di belakangnya dikejar orang-orang bawa pedang, saya takut terus tutup toko saja,” jelasnya, Rabu (24/8/2022).

Di depan toko saksi, hingga Rabu siang (24/8/2022) masih terdapat bercak darah yang mengering. “Itu semalam darahnya banyak banget, pagi tadi sudah diuruk pakai pasir tanah itu,” kata saksi.

BACA JUGA: Main Judi Togel Online, Warga Sleman Ditangkap Polres Bantul di Angkringan Jalan Janti

Advertisement

Saksi menyebut selang setengah jam dari kejadian itu polisi sudah datang. “Dari Polsek Umbulharjo sudah datang ke sini jam 21.30 WIB, saya dimintai keterangan juga,” ujarnya.

Penganiayaan tersebut, menurut saksi, hanya menyasar satu orang saja yaitu korban. “Itu rombongan korban empat orang tapi yang disasar cuma korban satu itu saja yang putus tangannya,” terangnya.

Advertisement

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Top 7 News Harianjogja.com Jumat, 7 Oktober 2022

News
| Jum'at, 07 Oktober 2022, 07:09 WIB

Advertisement

alt

Satu-satunya di Kabupaten Magelang, Wisata Arung Jeram Kali Elo Terus Dikembangkan

Wisata
| Kamis, 06 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement