JJLS Kelok 23 Gunungkidul-Bantul Bakal Punya Rest Area, Jadi Tempat Wisata
JJLS Kelok 23 Gunungkidul-Bantul ditargetkan dibuka September 2026. Kawasan ini diwacanakan memiliki rest area, UMKM, dan gardu pandang.
Wakil Bupati Gunungkidul Heri Susanto bermain game virtual tentang perjuangan kemerdekaan dalam pameran Museum Masuk Desa di Kalurahan Ngleri, Playen. Rabu (24/8/2022)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, Gunungkidul — Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta menggelar program Museum Masuk Desa di Kalurahan Ngleri, Playen mulai 24-28 Agustus mendatang.
Kegiatan ini digelar untuk mengenalkan museum ke masyarakat secara luas sehingga kunjungannya bisa terus ditingkatkan.
Kepala Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, Suharja mengatakan, kegiatan museum masuk desa merupakan program rutin. Hingga sekarang total ada enam lokasi yang digunakan untuk penyelenggaraan dan lokasinya tersebar di seluruh wilayah DIY.
“Jadi ini sudah menjadi program rutin. Ke depannya akan diselenggarakan di tempat yang berbeda,” kata Suharja kepada wartawan, Rabu (24/8/2022).
BACA JUGA: Seniman Difabel Gelar Pameran di Lobi Mapolres Gunungkidul
Dia menjelaskan, penyelenggaraan di Gunungkidul bertema Pekik Kemerdekaan dari Bumi Handayani. Menurut Suharja, Gunungkidul berperan penting karena ada dua peristiwa besar yang terjadi sepanjang masa kemerdekaan.
Pertama tentang penyiaran Serangan Umum 1 Maret melalui salurah radio di Playen. Sedangkan yang kedua berkaitan dengan taktik gerilya Panglima Besar Jenderal Soedirman yang rutenya lewat Gunungkidul.
“Peran Gunungkidul sangat besar untuk mempertahakan kemerdekaan. Ini menjadi salah satu alasan menyelenggarakan program museum masuk desa di sini [Kalurahan Ngleri],” katanya.
Menurut dia, program Museum Masuk Desa sebagai sarana mengenalkan museum kepada masyarakat. Suharja tidak menampik, hasrat warga untuk mendatangi museum hingga sekarang antusiasme masyarakat masih butuh peningkatan.
“Kunjungan ke Benteng Vredeburg sudah mulai normal. Tapi, secara umum masih butuh peningkatan sehingga kami melaksanakan program museum masuk desa,” ungkapnya.
Ditambahkan Suharja, kunjungan ke museum tidak hanya menambah pengetahuan dan wawasan. Namun, juga sebagai upaya meng-counter masuknya budaya luar yang sekarang ini sangat marak. “Jadi kami akan terus dorong agar masyarakat lebih peduli dengan keberdaan museum,” katanya.
Dalam kesempatan ini Museum Benteng rogram Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta membawa beberapa koleksinya benda realita (asli) bersejarah pada masa revolusi fisik 1945-1949.
Pameran sejarah terkait dengan peran serta masyarakat semestara terkait tentara, pemuda, pelajar, petani/rakyat, dan perempuan dalam perjuangan mempertahankan kedaulatan negara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
JJLS Kelok 23 Gunungkidul-Bantul ditargetkan dibuka September 2026. Kawasan ini diwacanakan memiliki rest area, UMKM, dan gardu pandang.
MotoGP 2027 memakai mesin 850 cc dan diperkirakan kehilangan sekitar 50 HP. Aprilia menilai tenaga mesin justru akan semakin penting.
Thailand pangkas masa tinggal bebas visa jadi 30 hari mulai 15 September 2026. WNI tetap bebas visa, aturan masuk darat lebih fleksibel. Simak selengkapnya!
Pasar Prawirotaman Pertahankan SNI, Disdag Dorong Pasar Rakyat Adaptif Hadapi Digitalisasi
Google dikabarkan akan memindahkan seluruh produksi Pixel, smartwatch dan earbud dari China mulai 2027. India dan Vietnam menjadi basis baru.
Penelitian Berkeley Lab menemukan atap mobil perak bisa 25 derajat Celsius lebih dingin dari mobil hitam. Simak pengaruh warna terhadap panas kabin.