Advertisement

Koleksi Benteng Vredeburg Dipamerkan di Gunungkidul

David Kurniawan
Rabu, 24 Agustus 2022 - 15:47 WIB
Arief Junianto
Koleksi Benteng Vredeburg Dipamerkan di Gunungkidul Wakil Bupati Gunungkidul Heri Susanto bermain game virtual tentang perjuangan kemerdekaan dalam pameran Museum Masuk Desa di Kalurahan Ngleri, Playen. Rabu (24/8/2022). - Harian Jogja/David Kurniawan

Advertisement

Harianjogja.com, Gunungkidul — Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta menggelar program Museum Masuk Desa di Kalurahan Ngleri, Playen mulai 24-28 Agustus mendatang.

Kegiatan ini digelar untuk mengenalkan museum ke masyarakat secara luas sehingga kunjungannya bisa terus ditingkatkan.

Kepala Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, Suharja mengatakan, kegiatan museum masuk desa merupakan program rutin. Hingga sekarang total ada enam lokasi yang digunakan untuk penyelenggaraan dan lokasinya tersebar di seluruh wilayah DIY.

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

“Jadi ini sudah menjadi program rutin. Ke depannya akan diselenggarakan di tempat yang berbeda,” kata Suharja kepada wartawan, Rabu (24/8/2022).

BACA JUGA: Seniman Difabel Gelar Pameran di Lobi Mapolres Gunungkidul

Dia menjelaskan, penyelenggaraan di Gunungkidul bertema Pekik Kemerdekaan dari Bumi Handayani. Menurut Suharja, Gunungkidul berperan penting karena ada dua peristiwa besar yang terjadi sepanjang masa kemerdekaan.

Pertama tentang penyiaran Serangan Umum 1 Maret melalui salurah radio di Playen. Sedangkan yang kedua berkaitan dengan taktik gerilya Panglima Besar Jenderal Soedirman yang rutenya lewat Gunungkidul.

“Peran Gunungkidul sangat besar untuk mempertahakan kemerdekaan. Ini menjadi salah satu alasan menyelenggarakan program museum masuk desa di sini [Kalurahan Ngleri],” katanya.

Menurut dia, program Museum Masuk Desa sebagai sarana mengenalkan museum kepada masyarakat. Suharja tidak menampik, hasrat warga untuk mendatangi museum hingga sekarang antusiasme masyarakat masih butuh peningkatan.

Advertisement

“Kunjungan ke Benteng Vredeburg sudah mulai normal. Tapi, secara umum masih butuh peningkatan sehingga kami melaksanakan program museum masuk desa,” ungkapnya.

Ditambahkan Suharja, kunjungan ke museum tidak hanya menambah pengetahuan dan wawasan. Namun, juga sebagai upaya meng-counter masuknya budaya luar yang sekarang ini sangat marak. “Jadi kami akan terus dorong agar masyarakat lebih peduli dengan keberdaan museum,” katanya.

Dalam kesempatan ini Museum Benteng rogram Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta membawa beberapa koleksinya  benda realita (asli) bersejarah pada masa revolusi fisik 1945-1949.

Advertisement

Pameran sejarah terkait dengan peran serta masyarakat semestara terkait tentara, pemuda, pelajar, petani/rakyat, dan perempuan dalam perjuangan mempertahankan kedaulatan negara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Pukat UGM Ajak Masyarakat Bersuara Soal RUU Perampasan Aset Negara

News
| Selasa, 04 Oktober 2022, 23:57 WIB

Advertisement

alt

Rasakan Sensasi Makan Nasgor Bercitarasa Tengkleng ala Grage Ramayana Hotel

Wisata
| Senin, 03 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement