Skrining TBC Gunungkidul Belum Optimal, Kesadaran Warga Jadi Kendala
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
Wakil Bupati Gunungkidul Heri Susanto bermain game virtual tentang perjuangan kemerdekaan dalam pameran Museum Masuk Desa di Kalurahan Ngleri, Playen. Rabu (24/8/2022)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, Gunungkidul — Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta menggelar program Museum Masuk Desa di Kalurahan Ngleri, Playen mulai 24-28 Agustus mendatang.
Kegiatan ini digelar untuk mengenalkan museum ke masyarakat secara luas sehingga kunjungannya bisa terus ditingkatkan.
Kepala Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, Suharja mengatakan, kegiatan museum masuk desa merupakan program rutin. Hingga sekarang total ada enam lokasi yang digunakan untuk penyelenggaraan dan lokasinya tersebar di seluruh wilayah DIY.
“Jadi ini sudah menjadi program rutin. Ke depannya akan diselenggarakan di tempat yang berbeda,” kata Suharja kepada wartawan, Rabu (24/8/2022).
BACA JUGA: Seniman Difabel Gelar Pameran di Lobi Mapolres Gunungkidul
Dia menjelaskan, penyelenggaraan di Gunungkidul bertema Pekik Kemerdekaan dari Bumi Handayani. Menurut Suharja, Gunungkidul berperan penting karena ada dua peristiwa besar yang terjadi sepanjang masa kemerdekaan.
Pertama tentang penyiaran Serangan Umum 1 Maret melalui salurah radio di Playen. Sedangkan yang kedua berkaitan dengan taktik gerilya Panglima Besar Jenderal Soedirman yang rutenya lewat Gunungkidul.
“Peran Gunungkidul sangat besar untuk mempertahakan kemerdekaan. Ini menjadi salah satu alasan menyelenggarakan program museum masuk desa di sini [Kalurahan Ngleri],” katanya.
Menurut dia, program Museum Masuk Desa sebagai sarana mengenalkan museum kepada masyarakat. Suharja tidak menampik, hasrat warga untuk mendatangi museum hingga sekarang antusiasme masyarakat masih butuh peningkatan.
“Kunjungan ke Benteng Vredeburg sudah mulai normal. Tapi, secara umum masih butuh peningkatan sehingga kami melaksanakan program museum masuk desa,” ungkapnya.
Ditambahkan Suharja, kunjungan ke museum tidak hanya menambah pengetahuan dan wawasan. Namun, juga sebagai upaya meng-counter masuknya budaya luar yang sekarang ini sangat marak. “Jadi kami akan terus dorong agar masyarakat lebih peduli dengan keberdaan museum,” katanya.
Dalam kesempatan ini Museum Benteng rogram Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta membawa beberapa koleksinya benda realita (asli) bersejarah pada masa revolusi fisik 1945-1949.
Pameran sejarah terkait dengan peran serta masyarakat semestara terkait tentara, pemuda, pelajar, petani/rakyat, dan perempuan dalam perjuangan mempertahankan kedaulatan negara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Pemkab Sleman dan Klaten menyepakati pembagian PBJT Candi Prambanan untuk mengoptimalkan PAD dan pengembangan kawasan wisata.
Lomba menyanyi Manunggal Fair Kulonprogo batal mendadak. Peserta kecewa karena sudah datang dan menyiapkan penampilan.
Biaya Haji 2027 berpotensi naik. Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf menyebut kenaikan harga avtur dan situasi geopolitik jadi pertimbangan.