Dana Darurat Gunungkidul Rp8,6 Miliar Utuh, Baru Terpakai Rp459 Juta
Pemkab Gunungkidul menyiapkan dana darurat Rp8,64 miliar pada 2026. Hingga awal Juli, baru Rp459 juta digunakan untuk bencana dan kebutuhan mendesak.
Bupati Gunungkidul Sunaryanta (ketiga dari kanan) menyaksikan pameran karya seniman difabel di lobi Mapolres Gunungkidul, Selasa (23/8/2022)./Istimewa-Humas Pemkab Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Polres Gunungkidul menggelar pameran tunggal karya seniman difabel Rofitasari Rahayu di lobi Mapolres Gunungkidul mulai 23-25 Agustus mendatang. Pameran ini merupakan rangkaian dari peringatan HUT ke-77 Kemerdekaan RI sekaligus HUT ke-70 Kesatuan Gerak Bhayangkari.
Kapolres Gunungkidul, AKBP Edy Bagus Sumantri mengatakan peringatan HUT Kemerdekaan RI dan HUT Kesatuan Gerak Bhayangkari diisi dengan berbagai kegiatan. Salah satunya dengan menggelar pameran tunggal seniman difabel Rofitasari Rahayu asal Bejiharjo, Kapanewon Karangmojo.
“Ini spesial karena menghadirkan karya dari seniman difabel sehingga pameran yang berlangsung tiga hari menjadi ajang kreasi untuknya,” kata Edy, Selasa (23/8/2022).
BACA JUGA: Pedagang Minta Bantuan Tetap Diberikan dalam Bentuk Uang
Seniman muda, Rofitasari Rahayu didiagnosa tuna rungu dan wicara. Meski demikian, Ayu, sapaan akrabnya tetap bisa berkarya.
Total ada 26 karya yang berwujud lukisan. Salah satunya kolase lukisan yang menampilkan presiden Republik Indonesia dari masa ke masa, mulai dari Soekarno hingga Joko Widodo.
Selain itu, juga ada karya dari seperangkat wayang sodo yang merupakan kerajinan khas asal Bejiharjo, Kapanewon Karangmojo. “Selain pameran juga ada lokakarya dan sarasehan bersama Ayu beserta teman-teman disabilitas lainnya,” kata Edy.
Dia berharap pameran ini bisa dijadikan ruang bagi disabilitas untuk menyuarakan aspirasi dan bakatnya. “Tugas kami tidak hanya terkait keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga memberi ruang untuk berkreasi, salah satunya untuk kelompok difabel,” ungkapnya.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta menyambut baik adanya pameran tunggal yang menampilkan karya seniman difabel. Pasalnya, kegiatan ini sebagai sarana berekpresi bagi kelompok-kelompok di masyarakat yang memiliki kebutuhan khusus. “Sangat baik dan karyanya juga bagus-bagus,” katanya.
Dia berharap dengan pameran ini menjadi penyemangat bagi kelompok difabel untuk berani tampil dan menunjukkan hasil karyanya. “Mereka memiliki bakat yang luar biasa. Jadi, harus ada sarana untuk berkreasi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul menyiapkan dana darurat Rp8,64 miliar pada 2026. Hingga awal Juli, baru Rp459 juta digunakan untuk bencana dan kebutuhan mendesak.
Said Iqbal membatalkan kunjungan ke ByteDance setelah DPR, pemerintah, dan Tokopedia-TikTok sepakat menghindari PHK sekitar 1.250 karyawan.
PSS Sleman resmi berpisah dengan Nuri Fasya. Manajemen mengapresiasi dedikasi, semangat juang, dan karakter pantang menyerah sang bek.
Pemkab Bantul menerapkan sistem pembobotan nilai jika bakal calon lurah lebih dari lima orang pada Pilur 2026 sesuai Perbup No. 47/2026.
JBBA 2026 mendorong korporasi dan instansi publik mengadopsi ekonomi berkelanjutan sebagai strategi bisnis dan tata kelola.
Polres Temanggung menangkap dua terduga pelaku pengganjal ATM Bank Mandiri. Korban kehilangan Rp20 juta, satu pelaku diketahui residivis.