Advertisement

Bantul Jadi Pusat Ekonomi Kreatif, Lebih Unggul daripada China

Lugas Subarkah
Rabu, 31 Agustus 2022 - 16:17 WIB
Budi Cahyana
Bantul Jadi Pusat Ekonomi Kreatif, Lebih Unggul daripada China Gerbang Kasongan di Bantul. - Istimewa/Pemkab Bantul

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL—Menjadi produsen bermacam produk kerajinan, Bantul disebut sebagai pusat ekonomi kreatif oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno. Ia mendorong pengoptimalan ekspor produk ekonomi kreatif dari Bantul yang memiliki keunggulan kualitas.

Hal ini ia sampaikan di forum silaturahim dengan PPP DIY, di salah satu rumah makan di Kapanewon Banguntapan, Bantul, Selasa (30/8/2022) malam. “Bantul pusatnya ekonomi kreatif, seperti Desa Krebet yang menjadi unggulan produk-produk craft untuk ekspor,” ujarnya.

BACA JUGA: Minta Jangan Ada Kekerasan Fisik di Jogja, Sultan: Mbok Pun Penggalih

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

Menurutnya, produk Indonesia memiliki keunggulan kualitas dibandingkan dengan produk negara pesaing yakni China. Ia mengakui China memiliki keunggulan untuk otomatisasi produksi, dengan pembuatan produk berskala besar dan harga yang lebih murah.

Jika bersaing di ranah harga, jelas Indonesia akan langsung kalah. Namun menurutnya apa yang tidak dimiliki oleh China adalah kreativitas. “Begitu yang berkaitan dengan apa yang dibuat secara detail menggunakan tangan, mereka tidak bisa. Saya melihat resellers di Amerika dan Eropa menganggap Indonesia memiliki produk yang jauh lebih unggul daripada China,” ungkapnya.

Selain itu ia juga menyinggung potensi Bantul dan DIY dalam hal kebangkitan pariwisata pasca-pandemi Covid-19. Seiring terkendalinya pandemi dan terpilihnya Borobudur sebagai destinasi super prioritas, Jogja sudah kembali ke angka kunjungan wisatawanmendekati sebelum pandemi.

“Kunjungan wisatawan ke Jogja terutama didominasi wisatawan Nusantara sudah kembali ke baseline 2019 dengan tingkat pengeluaran Rp1 juta per wisatawan. Ini potensi yang luar biasa. Berbeda dengan Bali yang mengandalkan wisatawan mancanegara,” kata dia.

BACA JUGA: Putus Dominasi Laki-Laki, Ibu Rumah Tangga Ini Resmi Pimpin Dusun di Bantul

Selain itu, aksesibilitas pariwisata Jogja juga lebih mudah. Harga tiket yang mahal tidak mempengaruhi kunjungan karena bisa juga dijangkau dengan jalur darat. Borobudur didukung jalan tol yang kelak akan dibangun dan Yogyakarta International Airport (YIA). Kemudahan akses diprediksi akan mampu menarik 20 juta wisatawan per tahun.

Advertisement

“Kami juga membangun desa wisata di Sleman, Bantul, Kulonprogo, Gunungkidul,” katanya.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Kesaksian Penonton saat Tragedi Kanjuruhan, Kengerian Menyayat di Depan Mata

News
| Senin, 03 Oktober 2022, 18:07 WIB

Advertisement

alt

Rasakan Sensasi Makan Nasgor Bercitarasa Tengkleng ala Grage Ramayana Hotel

Wisata
| Senin, 03 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement