Advertisement

Datang dari 4 Penjuru, Puluhan Bregada Rakyat Gelar Ritual Budaya di Tugu Pal Putih

Sunartono
Minggu, 04 September 2022 - 20:47 WIB
Arief Junianto
Datang dari 4 Penjuru, Puluhan Bregada Rakyat Gelar Ritual Budaya di Tugu Pal Putih Ritual budaya yang digelar di Tugu Pal Putih diikuti para prajurit Bregada Rakyat, Minggu (4/9/2022) sore. - Harian Jogja/Sunartono.

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA — Puluhan prajurit bregada rakyat datang dari empat penjuru mata angin menuju Tugu Pal Putih, Minggu (4/9/2022) sore.

Kelompok yang menamakan diri Masyarakat Tradisi Budaya Yogyakarta (Matra) ini berkumpul melakukan ritual budaya di Tugu Jogja.

Bregada dengan diiringi musik khas keprajuritan Kraton Jogja datang dari arah Jalan AM Sangaji, Jalan Sudirman, Jalan Margo Utomo dan Jalan Diponegero menuju satu titik yaitu Tugu Pal Putih.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Para prajurit bregada itu kemudian berjejer mengelilingi Tugu Pal Putih. Selanjutnya menggelar ritual budaya dipimpin oleh Bambang Nursinggih yang juga pimpinan Lembaga Kebudayaan Jawa Sekar Pangawikan Jogja. 

BACA JUGA: Siap-Siap! Tarif Angkutan Umum Naik sampai 22%

Menghadap ke sisi selatan dengan membelakangi Tugu Pal Putih, Bambang tampak menebar aneka warna bunga di jalanan sembari membacakan tembang jawa seperti Sekar Pangkur dan Dhandhangula. 

Bambang Nursinggih mengatakan ritual budaya itu selain memperingati Satu Dasawarsa Keistimewaan DIY, sekaligus menghaturkan rasa terima kasih kepada Ganjar Pranowo.

Alasannya saat masih duduk di Komisi II ketika 2012 silam, Ganjar dinilai ikut memperjuangkan keistimewaan DIY. “Mengapa para bregadanya datang dari empat penjuru mata angin? Ini sebagai simbol gambaran dari seluruh masyarakat Jogja. Kami berterima kasih kepada Pak Ganjar karena sudah ikut memperjuangkan Keistimewaan DIY. Kami tegaskan aksi ini tidak ada kaitannya dengan Pilpres 2024,” katanya di sela-sela kegiatan. 

Hal yang sama juga disampaikan Koordinator Masyarakat Tradisi Jogja, Totok Ispurwanto. Dia membantah aksi itu dikaitkan dengan dukungan terhadap Ganjar Pranowo menuju Pilpres 2024. Kegiatan tersebut merupakan murni ritual budaya dalam rangka memperingati 10 Tahun Keistimewaan DIY.

Advertisement

Akan tetapi dia tidak menampik, bahwa dalam ritual sebagai salah satu ucapan terima kasih dan doa yang diberikan kepada Ganjar Pranowo. 

“Meski pun dalam proses Keistimewaan DIY itu memang tidak hanya Ganjar, tetapi banyak aktor lain di pusat yang ikut berperan. Kami menyaksikan bahwa Ganjar punya peran penting saat itu dengan komunikasi bahkan melakukan suatu upaya agar ada keselarasan antara perjuangan masyarakat Jogja dengan pusat ketika itu. Saya juga ikut menegaskan ini tidak berkaitan dengan Pilpres 2024,” ujarnya. 

Ritual budaya itu berjalan sekitar 20 menit berlangsung tertib, setelah pembacaan doa dan tembang macapat selesai, para bregada kemudian membubarkan diri. Para bregada yang melakukan karnaval singlat tersebut sempat menarik perhatian masyarakat di seputar Tugu Pal Putih.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Top 7 News Harianjogja.com Kamis, 29 September 2022

News
| Kamis, 29 September 2022, 07:27 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement