Advertisement

37.000 Ternak Di Sleman Akan Diberi Kartu Identitas

Lugas Subarkah
Jum'at, 16 September 2022 - 17:27 WIB
Budi Cahyana
37.000 Ternak Di Sleman Akan Diberi Kartu Identitas Salah satu peternak di Dusun Srunen menunjukan sapinya yang telah diberi eartag, Jumat (16/9/2022). - Istimewa/Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Sleman

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Pemkab Sleman akan mendata dan memberikan kartu identitas 37.000 ternak untuk menanggulangi penyakit mulut dan kuku (PMK). Program ini dimulai di Srunen, Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Jumat (16/9/2022).

Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman, Suparmono, mengatakan pendataan dan penandaan mulai digencarkan setelah  vaksinasi PMK. Penandaan dan pendataan dimulai pada 100 ternak di Dusun Srunen.

"Kami mulai menandai dan mendata ternak setelah vaksinasi PMK dengan menggunakan tanda pengenal atau identitas pada ternak berupa eartag secure QR Code yang terhubung secara digital," ujarnya.

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

Penandaan dan pendataan ini terhubung melalui aplikasi Identik PKH, yang dapat diakses melalui handphone berbasis Android. Aplikasi ini sudah tersedia dan dapat diunduh masyarakat umum melalui Playstore"Hal ini dilakukan untuk mengidentifikasi ternak-ternak yang telah disuntik vaksin melalui kartu vaksin virtual yang dapat dilihat oleh siapapun melalui aplikasi tersebut," ungkapnya.

Pemasangan eartag bertujuan memudahkan pencatatan dan pendataan, memantau jumlah populasi hewan, status reproduksi, dan distribusi. Eartag juga berfungsi sebagai kartu identitas ternak. Ternak yang mendapatkan eartag meliputi ternak yang sudah disuntik vaksin, ternak yang belum disuntik vaksin, dan ternak yang tidak disuntik vaksin di wilayah Sleman.

BACA JUGA: Sultan: Malioboro Mall dan Hotel Ibis Bisa Terintegrasi dengan JPG

"Penandaan ternak ini dilakukan pada hewan rentan PMK seperti sapi, kerbau, kambing, domba dan babi. Hewan yang telah diberi tanda pengenal atau identitas, kemudian didata melalui penginputan data identitas hewan dan identitas peternak pada aplikasi Identik PKH," katanya.

Penandaan dan pendataan secara digital ini dapat mendukung pengendalian dan pencegahan perluasan PMK, mengetahui jumlah populasi hewan, status reproduksi, dan distribusi melalui penerapan teknologi informasi dan komunikasi.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Pilpres 2024: Gerindra Siap Lawan Anies Baswedan

News
| Selasa, 04 Oktober 2022, 15:37 WIB

Advertisement

alt

Rasakan Sensasi Makan Nasgor Bercitarasa Tengkleng ala Grage Ramayana Hotel

Wisata
| Senin, 03 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement