Advertisement

Pengawasan Politik Uang dan Disinformasi Jadi Tantangan Anggota Bawaslu DIY

Triyo Handoko
Minggu, 18 September 2022 - 20:17 WIB
Jumali
Pengawasan Politik Uang dan Disinformasi Jadi Tantangan Anggota Bawaslu DIY Ilustrasi. - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA -- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) DIY resmi memiliki tiga anggota baru melalui surat bernomor 316/KP.01.00/K1/09/2022. Tantangan tiga anggota baru Bawaslu tersebut adalah pengawasan politik uang dan disinformasi pemilu.

Tiga anggota baru Bawaslu DIY tersebut adalah Agung Nugroho, Bayu Mardinata Kurniawan, dan Mohammad Najib. Bersama 25 provinsi lain, anggota baru Bawaslu DIY tersebut ditetapkan oleh Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja.

Ketua Bawaslu DIY, Bagus Sarwono menjelaskan tiga anggota baru tersebut akan menggantikannya dan dua rekan lainnya.

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

“Direncanakan akan dilantik 21 September nanti menggantikan tiga anggota Bawaslu lainnya yang sudah habis masa jabatannya, termasuk saya,” jelasnya, Minggu (18/9/2022).

Bagus yang sudah menjabat dua kali periode di Bawaslu DIY menyebut anggota barunya tersebut diproyeksikan untuk menangani Pemilu 2024.

“Di Bawaslu DIY ada lima anggota, tiga berakhir tahun ini, dan dua berakhir tahun depan jadi nanti 2023 ada pembukaan anggota lagi untuk bertugas pada Pemilu 2024,” ujarnya.

Selama menjabat dua periode, Bagus menyebut dua tantangan bagi anggota baru Bawaslu DIY yaitu politik uang dan disinformasi.

“Kalau politik uang kami sebelumnya terus berusaha mengantisipasinya dengan koordinasi dengan berbagai pihak, salah satu hasilnya adalah terbitnya beberapa Peraturan Kelurahan (Perkal) di DIY,” katanya.

Inisiasi anti-politik uang dari tingkat kelurahan, jelas Bagus, dilakukan agar edukasi ke akar rumput lebih masif.

Advertisement

“Selain Perkal, di beberapa kelurahan juga sudah ada tim anti-politik uangnya juga,” katanya.

Terkait tantangan disinformasi dalam pemilu, lanjut Bagus, terutama politisasi SARA jadi masalah penting penyelenggaraan pemilu.

“Harapannya anggota baru nanti bisa berkoordinasi dengan lembaga lain khususnya FKUB, Diskominfo, dan media untuk menanggulangi disinformasi ini karena akibatnya bisa besar,” jelasnya.

Advertisement

Bagus berharap anggota baru dapat mengkonsolidasi internal Bawaslu lebih solid lagi.

“Karena mungkin mereka belum saling kenal jadi perlu konsolidasi internal dulu, saya juga mengucapkan selamat pada tiga anggota baru ini atas ditetapkannya jadi Bawaslu DIY,” tandasnya.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Buron Tujuh Tahun, Pria Ini Tertangkap Saat Daftar Kerja di Kantor Polisi, Eh Gimana?

News
| Selasa, 04 Oktober 2022, 10:47 WIB

Advertisement

alt

Rasakan Sensasi Makan Nasgor Bercitarasa Tengkleng ala Grage Ramayana Hotel

Wisata
| Senin, 03 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement