Advertisement

Cek Fasilitas Difabel, ORI DIY Datangi SMPN 1 Berbah

Anisatul Umah
Senin, 19 September 2022 - 17:07 WIB
Budi Cahyana
Cek Fasilitas Difabel, ORI DIY Datangi SMPN 1 Berbah Pengecekan fasilitas difabel di SMPN 1 Berbah oleh ORI DIY. Senin (19/9/2022). - Harian Jogja/Anisatul Umah

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Ombudsman Republik Indonesia (ORI) DIY mendatangi SMP Negeri 1 Berbah, Sleman, untuk mengecek keberadaan fasilitas difabel di sekolah, Senin (19/9/2022). Pemeriksaan dilakukan setelah ORI menerima laporan keberadaan siswa difabel yang tidak bisa memakai kursi roda di sekolahnya.

Asisten ORI DIY Bidang Penyelesaian Laporan, Rifki Taufiqurrahman, mengatakan laporan yang diterima ORI berasal dari masyarakat yang peduli pada difabel. Ada dua siswa SMPN 1 Berbah berkebutuhan khusus secara fisik.

"Satu siswa masih bisa berjalan, dan satu lagi tidak bisa berjalan karena kakinya lumpuh. Berdasarkan yang kami lihat, belum ada fasilitas untuk mereka," ucapnya ditemui di sekolah, Senin (19/9/2022).

Dia menjelaskan semua sekolah sudah diinstruksikan untuk menjadi sekolah inklusif. Sekolah harus bersiap menerima siswa dengan kebutuhan khusus. Belum adanya fasilitas bagi di difabel menurutnya perlu menjadi perhatian sekolah dan Dinas Pendidikan Sleman.

"Rumahnya lima menit perjalanan ke sekolah. Di rumah memakai kursi roda, tapi di sekolah tidak memungkinkan. Di sekolah masih pakai tangga, bukan ramp," jelasnya.

Meski menemukan tidak ada fasilitas bagi difabel di SMPN 1 Berbah, ORI DIY belum memberikan rekomendasi. Saat ini, ORI masih mengumpulkan informasi untuk melengkapi informasi sebelumnya.

"Tentu kami akan bicara dengan banyak pihak, terutama dinas [pendidikan]. Kami kumpulkan dulu setelah itu baru menyimpulkan," ungkapnya.

Dia mengatakan sekolah belum memiliki fasilitas bagi difabel karena baru pertama kali menerima siswa berkebutuhan khusus. "[fasilitas difabel] hampir semuanya [belum ada]. Khusus untuk mereka yang berkebutuhan khusus belum ada," paparnya.

Kepala Sekolah SMPN 1 Berbah Noor Rohmah Hidayati menyampaikan baru tahun ini sekolah menerima siswa difabel. Siswa difabel yang mengalami kelumpuhan, tiap memasuki sekolah digendong oleh orang tuanya. Dia mengakui sekolah belum punya fasilitas untuk difabel.

"Sampai saat ini enggak ada masalah, enjoy saja. Memang perlu jalur khusus seperti kursi roda, dan sekolah belum ada," ucapnya.

Advertisement

Bangunan SMPN 1 Berbah merupakan cagar budaya, sehingga untuk mengubah bentuk bangunannya perlu konsultasi dengan Dinas Kebudayaan DIY. Dia menyebut meski fasilitas secara fisik belum ada, sekolah tak henti-henti memberikan perhatian kepada siswa difabel.

BACA JUGA: Dewan Pendidikan DIY: Harusnya Ada Pilihan Tak Memberikan Sumbangan di SMKN 2 Jogja

Sekolah selalu memberikan informasi-informasi lomba karena siswa difabel tersebut memiliki kelebihan lain, seperti tilawah dan melukis. Tujuannya agar siswa difabel tidak minder dan lebih percaya diri.

Advertisement

Sementara itu, Wakil Kepala  Sarana Prasarana SMPN 1 Berbah Joko Triyono mengatakan siswa penyandang difabel saat ini duduk di kelas VII. Keberadaan dua siswa difabel di SMPN 1 Berbah juga sudah dilaporkan ke Dinas Pendidikan Sleman.

Meski saat ini belum ada sarana prasarana bagi difabel, berdasarkan informasi yang dia terima penganggarannya sudah ada untuk 2023. "Tahun depan, mudah-mudahan ada sehingga bisa meringankan orang tua dan anak sekolah," jelasnya. 

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Pemkot Magelang Berikan Proteksi Praktik Dokter

News
| Jum'at, 30 September 2022, 23:17 WIB

Advertisement

alt

Hadir Tempat Glamping Baru di Jogja, Arkamaya Sembung Namanya

Wisata
| Jum'at, 30 September 2022, 15:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement