Krisis Air Bersih Mulai Meluas di DIY, Puncak Kekeringan di Agustus
BPBD DIY memprediksi puncak kekeringan terjadi pada Agustus 2026. Bantul dan Gunungkidul menjadi wilayah paling kritis akibat krisis air bersih.
Ilustrasi lansia mendapatkan vaksinasi booster di Kantor Kecamatan Ngemplak, Sleman./Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN — Meski vaksin booster sudah menjadi syarat perjalanan, tetapi belum mampu mendorong vaksinasi booster di Sleman hingga 50%. Hingga 17 September 2022, capaian booster di Sleman baru 46,29%.
Epidemiolog UGM, Bayu Satria Wiratama mengatakan warga kurang minat untuk vaksin booster karena merasa kondisi sudah aman. Kondisi ini tidak hanya terjadi di Indonesia, namun juga di beberapa negara lain.
Untuk mendorong vaksin perlu dilakukan edukasi dan gerakan door to door. Lalu perlu juga dilakukan survei untuk mengetahui secara pasti kenapa masyarakat enggan booster padahal layanan sudah dibuka di kalurahan-kalurahan.
"Kenapa kok gak mau, kemudian juga mungkin karena belum ada libur panjang. Sehingga mobilitas masyarakat tidak tinggi, ya mereka santai-santai saja karena enggak akan keluar kota," ujarnya, Selasa (20/9/2022).
BACA JUGA: Kesal karena Sering Kena Omel, Karyawan Nekat Curi HP Si Bos
Vaksin booster membuat masyarakat lebih kebal jika terkena virus. Sehingga meski kondisi sudah lebih aman, tidak ada salahnya jika masyarakat melakukan booster.
Vaksin lengkap membuat ketahan tubuh menjadi tinggi, dan akan lebih tinggi lagi saat booster. "[Gejala Covid-19] Menengah sampai berat untuk perawatan ini akan sangat berkurang lagi karena sudah booster dibandingkan dengan dosis lengkap," ucap dia.
Selain itu, bagi yang punya komorbid, booster akan sangat membantu. Karena kita tidak tahu kapan badan dalam kondisi fit dan tidak. Sehingga untuk amannya lebih baik booster. "Menjaga tubuh kita, karena enggak tahu kapan tubuh kita fit atau tidak," ungkapnya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinkes Sleman, Khamidah Yuliati mengatakan meski capaian vaksin booster baru 46,29%, tetapi sudah mengalami peningkatan.
Menurutnya, booster sebagai syarat perjalanan berdampak pada minat masyarakat untuk vaksin. Khususnya bagi masyarakat yang kerap bepergian dan mobilitas tinggi.
Akan tetapi dampaknya belum signifikan karena karena secara persentase tidak terlalu banyak orang yang bermobilitas. "Persentase orang dengan mobilitas tinggi kan sangat kecil. Yang berminat yang sering bepergian," ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD DIY memprediksi puncak kekeringan terjadi pada Agustus 2026. Bantul dan Gunungkidul menjadi wilayah paling kritis akibat krisis air bersih.
Pemkot Jogja akan menurunkan alat berat untuk membersihkan dan menata kawasan Sungai Code sisi selatan di Sorosutan dalam dua pekan mendatang.
Sekaten Solo 2026 resmi dimulai. Simak jadwal Miyos Gangsa, Grebeg Maulud, hingga pasar malam di Alun-Alun Keraton Solo.
Jadwal KRL Solo-Jogja Senin 3 Agustus 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Simak jam keberangkatan dan tarif terbaru Rp8.000.
Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Sumenep menewaskan lima orang. Sebanyak 232 korban berhasil dievakuasi.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 3 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tarif Commuter Line tetap Rp8.000.