Kelok 23 Bantul-Gunungkidul Ditutup Lagi Mulai 20 September, Ini Alasannya
Kelok 23 Bantul-Gunungkidul ditutup lagi 20 September 2026 setelah uji coba sepekan untuk evaluasi lalu lintas dan kondisi pembangunan.
Ilustrasi lansia mendapatkan vaksinasi booster di Kantor Kecamatan Ngemplak, Sleman./Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN — Meski vaksin booster sudah menjadi syarat perjalanan, tetapi belum mampu mendorong vaksinasi booster di Sleman hingga 50%. Hingga 17 September 2022, capaian booster di Sleman baru 46,29%.
Epidemiolog UGM, Bayu Satria Wiratama mengatakan warga kurang minat untuk vaksin booster karena merasa kondisi sudah aman. Kondisi ini tidak hanya terjadi di Indonesia, namun juga di beberapa negara lain.
Untuk mendorong vaksin perlu dilakukan edukasi dan gerakan door to door. Lalu perlu juga dilakukan survei untuk mengetahui secara pasti kenapa masyarakat enggan booster padahal layanan sudah dibuka di kalurahan-kalurahan.
"Kenapa kok gak mau, kemudian juga mungkin karena belum ada libur panjang. Sehingga mobilitas masyarakat tidak tinggi, ya mereka santai-santai saja karena enggak akan keluar kota," ujarnya, Selasa (20/9/2022).
BACA JUGA: Kesal karena Sering Kena Omel, Karyawan Nekat Curi HP Si Bos
Vaksin booster membuat masyarakat lebih kebal jika terkena virus. Sehingga meski kondisi sudah lebih aman, tidak ada salahnya jika masyarakat melakukan booster.
Vaksin lengkap membuat ketahan tubuh menjadi tinggi, dan akan lebih tinggi lagi saat booster. "[Gejala Covid-19] Menengah sampai berat untuk perawatan ini akan sangat berkurang lagi karena sudah booster dibandingkan dengan dosis lengkap," ucap dia.
Selain itu, bagi yang punya komorbid, booster akan sangat membantu. Karena kita tidak tahu kapan badan dalam kondisi fit dan tidak. Sehingga untuk amannya lebih baik booster. "Menjaga tubuh kita, karena enggak tahu kapan tubuh kita fit atau tidak," ungkapnya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinkes Sleman, Khamidah Yuliati mengatakan meski capaian vaksin booster baru 46,29%, tetapi sudah mengalami peningkatan.
Menurutnya, booster sebagai syarat perjalanan berdampak pada minat masyarakat untuk vaksin. Khususnya bagi masyarakat yang kerap bepergian dan mobilitas tinggi.
Akan tetapi dampaknya belum signifikan karena karena secara persentase tidak terlalu banyak orang yang bermobilitas. "Persentase orang dengan mobilitas tinggi kan sangat kecil. Yang berminat yang sering bepergian," ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kelok 23 Bantul-Gunungkidul ditutup lagi 20 September 2026 setelah uji coba sepekan untuk evaluasi lalu lintas dan kondisi pembangunan.
Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 18 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja mulai pukul 05.00 hingga malam.
Dua atlet menembak dan dua pelatih asal Gunungkidul siap bertanding di Asian Games Jepang. Pemkab janjikan penghargaan bagi yang berprestasi.
Hampir 12 tahun Peridot Coffee and Eatery Klaten bertahan mengikuti perubahan tren kopi, dari mesin espresso hingga konsep slowbar.
PSEL Bogor Raya 1 senilai sekitar Rp2,8 triliun diminta akuntabel dan diproyeksikan mengolah lebih dari 500.000 ton sampah per tahun.
Badan Gizi Nasional terima anggaran indikatif Rp240,20 triliun untuk 2027. Sebanyak 97 persen dialokasikan langsung untuk program Makan Bergizi Gratis.