Advertisement

Resmi Dibuka, Korean Wave Berlangsung 4 Hari di Sleman City Hall

Lugas Subarkah
Kamis, 22 September 2022 - 17:07 WIB
Budi Cahyana
Resmi Dibuka, Korean Wave Berlangsung 4 Hari di Sleman City Hall General Manager SCH, Deni Sastra Wijaya; Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sleman, Agung Armawanta; dan Senior Manager Solopos Media Group, Alfari Kunto, membuka Korean Wave, di SCH, Kamis (22/9/2022). - Harian Jogja/Lugas Subarkah

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Menyemarakkan milad ke-25, Solopos Media Group menyapa generasi muda Jogja melalui Korean Wave di Sleman City Hall (SCH), Kamis hingga Minggu (22-25/9/2022). Terdapat banyak kegiatan dan perlombaan menarik yang bisa diikuti para pencinta budaya Korea.

Mengangkat tema Greet The Cultures, Be The Citizens of The World, gelaran ini merupakan yang kedua kalinya setelah Korean Wave pertama diselenggarakan pada Mei 2022 lalu di Solo Grand Mall. Selain menampilkan aneka aktivitas berbau Korea, acara ini juga dimeriahkan dengan sejumlah stan makanan maupun fashion.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Senior Manager Solopos Media Group, Alfari Kunto, menjelaskan Korean Wave menampikan semua yang berkaitan dengan budaya korea. “Kami juga ingin mengenalkan budaya korea yang tidak hanya biasa dilihat oleh anak muda sekarang,” ujarnya dalam pembukaan Korean Wave, Kamis (22/9/2022).

Ia menilai budaya Korea memiliki pendukung fanatik di Indonesia, sehingga diharapkan Korean Wave ini dapat berjalan dengan meriah dan dinikmati masyarakat luas. “Daripada anak muda keluar tidak jelas, diarahkan ke sini agar ikut memeriahkan,” katanya.

General Manager SCH, Deni Sastra Wijaya, mengapresiasi dan merasakan sebuah kehormatan menjadi tuan rumah Korean Wave. “Salah satu festival budaya terbesar di Jogja dan Jawa Tengah. Event kolaborasi ini merupakan langkah bersama memberikan ruang bagi remaja dan penggemar budaya korea untuk berkreasi dan berekspresi,” ungkapnya.

SCH sebagai salah satu pusat perbelanjaan di Jogja saat ini sudah dikenal dengan istilah mall of event dan mall of community. “Kami selalu memberi support dan tempat untuk rekan-rekan komunitas apapun untuk bisa berekspresi di tempat ini, dengan harapan dapat mengembangkan diri mereka, termasuk saat ini komunitas k-pop,” kata dia.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sleman, Agung Armawanta, menuturkan budaya Korea sudah lama masuk di tengah mayarakat Indonesia. Ia mendukung kegiatan ini karena menjadi wadah generasi muda berekspresi melalui budaya Korea. Korean Wave juga mengundang keluarga berbelanja di SCH sehingga menggerakkan perekonomian.

BACA JUGA: Ada Kenaikan Harga, Berikut Daftar Terbaru Tiket Head In The Clouds Jakarta 2022

Advertisement

Ia mengingatkan juga generasi muda harus tetap menjaga dan melestarikan budaya tradisionalnya sendiri. “Jangan sampai warna lokalnya tergerus hilang,” ujarnya.

Beberapa perlombaan meramaikan Korean Wave seperti dance cover competition, sing cover competition, hangeul competition, fandom fanchant competition, mukbang competition, dan masih banyak lagi, dengan total hadiah senilai Rp10 juta.

Tak hanya perlombaan, beberapa kegiatan juga meramaikan Korean Wave, seperti demo kopi dari Homwok Kopi, talkshow tentang makanan Korea dan norabang atau karaoke ala Korea menggunakan DJ performance.

Advertisement

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Rapimwil PPP Jateng Diwarnai Teriakan Erick Thohir Cawapres

News
| Minggu, 27 November 2022, 22:07 WIB

Advertisement

alt

Unik! Hindari Bajak Laut, Rumah di Pulau Ini Dibangun di Bawah Batu Raksasa

Wisata
| Sabtu, 26 November 2022, 17:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement