Advertisement

Setelah Ditutup, Kini Pagar Permanen Mulai Dibangun di Teteg Wetan

Catur Dwi Janati
Rabu, 28 September 2022 - 07:37 WIB
Sirojul Khafid
Setelah Ditutup, Kini Pagar Permanen Mulai Dibangun di Teteg Wetan Pekerja mulai melakukan pengerjaan pembangunan pagar permanen di Teteg Wetan, Kulonprogo, beberapa hari lalu. - Istimewa/KAI

Advertisement

Harianjogja.com, KULONPROGO—Proyek pembangunan pagar permanen Teteg Wetan, Kulonprogo, mulai berpogres. Pasca Tetag Wetan ditutup, pagar permanen dan jalur pelestarian mulai di bangun di eks palang pintu perlintasan api tersebut.

Manajer Humas KAI Daop 6, Franoto Wibowo, menerangakan pengerjaan pagar permanen di palang pintu perlintasan Teteg Wetan telah dimulai sejak Kamis (22/9/2022). Pasca ditutup, Jalur Perlintasan Langsung (JPL) 685 ini rencananya bakal dibangun pagar permanen yang lebih representatif. 

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

"Dari KAI akan membuat pagar dari BRC, menyambung pagar yang sudah ada serta membuat jalur pedestrian," ujarnya pada Selasa (27/9/2022)

Ditargetkan pagar permanen penutupan Teteg Wetan ini dapat selesai dalam waktu dekat. "On progress, secepat mungkin kami selesaikan," tuturnya.

BACA JUGA: Super Nekat! Sambil Isi BBM, Maling di Kulonprogo Gasak Uang di Laci SPBU

"Dengan ditutupnya perlintasan JPL 685 Teteg Wetan serta dipasangnya pagar BRC dan kalur pedestrian sebelah utara Teteg Wetan, diharapkan dapat meningkatkan keselamatan masyarakat, pengguna kendaraan serta perjalanan kereta api," tambahnya. 

Sebelum ditutup, jalur pelestarian di sisi utara Teteg Wetan terputus tepat di pintu perlintasan. Namun dengan ditutupnya Teteg Wetan, jalur pedestrian ini akan diteruskan ke arah Timur. "Harapannya dapat menjaga ketertiban dan keindahan lingkungan sekitarnya," lanjutnya.

Sebelumnya Deputi Executive Vice President (EVP) Daop 6 Yogyakarta, Ririn Widiastuti, menerangkan Teteg Wetan atau JPL 685 resmi ditutup pada Selasa (20/9/2022). Dari sudut pandang KAI, penutupan perlintasan ini dilakukan mengingat frekuensi kereta api yang melintas saat ini sudah mengarah ke kondisi normal. "Jadi kami merasa perlu untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api untuk Teteg Wetan ini dilakukan penutupan," ungkapnya.

Advertisement

"Dulu di masa pandemi kami hanya menjalankan sekitar 40 perjalanan, sekarang ini sudah mengarah di weekday itu sudah 106 perjalanan. Kalau di weekend itu hampir 116 perjalan," tambahnya.

BACA JUGA: Jembatan Glagah Rusak, Begini Skenario Perbaikannya

Pasca ditutup, Ririn juga sempat menjadi rencana pembangunan pagar permanen di Teteg Wetan. Di sisi Selatan, Ririn menjelaskan bila nantinya KAI akan memasang pancang rel yang dikondisikan rapi. "Jadi bener-bener permanen, tidak ada kendaraan baik roda dua maupun roda empat yang dapat melintasi perlintasan ini," ujarnya. 

Advertisement

"Nanti arahnya kami akan teruskan pagar yang ada disini [sisi Utara], jadi ini nanti akan kami teruskan sampai dengan gardu ini. Terus di sisi pedestriannya akan kami teruskan juga, jadi itu nanti pelestarian itu akan kami bangun juga," tukasnya.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Film Strangers with Memories Ajak Masyarakat Gunakan Transportasi Publik

News
| Rabu, 30 November 2022, 22:27 WIB

Advertisement

alt

Masangin Alkid, Tembus Dua Beringin Bakal Bernasib Mujur

Wisata
| Selasa, 29 November 2022, 15:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement