Advertisement

Lakukan PKM, Tim UAD Dukung Program Indonesia Bebas Stunting

Media Digital
Kamis, 29 September 2022 - 10:27 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Lakukan PKM, Tim UAD Dukung Program Indonesia Bebas Stunting Tim Universitas Ahmad Dahlan yang diketuai apt. Lalu Muhammad Irham, M. Pharm, Ph. D menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan mengusung tema mengenai "Pencegahan Stunting dengan Edukasi dan Pemeriksaan Kesehatan pada Baduta di Wilayah Gunungkidul. - ist

Advertisement

JOGJA-Tim Universitas Ahmad Dahlan yang diketuai apt. Lalu Muhammad Irham, M. Pharm, Ph. D menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan mengusung tema mengenai "Pencegahan Stunting dengan Edukasi dan Pemeriksaan Kesehatan pada Baduta di Wilayah Gunungkidul. Program PkM ini dilakukan untuk mendukung program Indonesia bebas stunting.

Stunting atau gangguan tumbuh kembang anak biasanya di sebabkan oleh gizi buruk, infeksi berulang, dan simulasi psikososial yang tidak memadai. Kejadian Stunting pada anak dapat dicegah dengan cara memperhatikan asupan gizi anak, menciptakan lingkungan yang bersih, serta pemberian ASI eksklusif pada anak.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Lalu Muhammad Irham mengatakan masalah penyakit seperti stunting, kecacingan dan diare adalah hal yang masih jadi pr yang harus diselesaikan di masyarakat. Hal inilah yang mendorong terbentuknya kegiatan pengabdian ini. Program kegiatan ini diawali dengan sosialisasi Kegiatan kepada kader-kader kesehatan yang ada kalurahan wonosari. Peran kader kesehatan sangat penting dalam suksesnya program ini.

Pada kegiatan PkM dilakukan beberapa rangkaian kegiatan. Awalnya dilakukan pemeriksaan feses baduta, untuk dapat mengidentifikasi apakah terdapat cacing yang mengindikasikan anak positif kecacingan atau tidak. Pemeriksaan ini bekerjasama dengan bagian Laboratorium Puskesmas Wonosari 2.

Selain itu, dilakukan penimbangan dan pengukuran tinggi badan anak untuk memastikan bahwa anak bertumbuh kembang sesuai dengan usianya guna mencegah kejadian stunting. Kemudian dilakukan juga pembagian obat cacing dan vitamin untuk anak-anak. Pemberian edukasi dilakukan dengan memberikan penyuluhan dan booklet mengenai stunting, kecacingan dan diare kepada masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan edukasi kesehatan dan pemeriksaan baduta dilakukan pada Hari Sabtu tanggal 24 September 2022 kemarin di Gedung PAUD Handayani Jeruksari, Wonosari.

Dengan adanya program PkM ini, diharapkan masyarakat lebih menyadari pentingnya pencegahan stunting dan memahami mengenai stunting, kecacingan dan diare sehingga dapat menerapkan dalam kehidupan sehari-harinya.*

Advertisement

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

UKDW Jogja Meluluskan 342 Wisudawan

UKDW Jogja Meluluskan 342 Wisudawan

Jogjapolitan | 4 hours ago

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Seperti di Korea, Intervensi BUMN Penting untuk Kemajuan UMKM

News
| Selasa, 06 Desember 2022, 20:27 WIB

Advertisement

alt

Jangan Sampai Salah, Hotel 26 Lantai di China Ini Khusus untuk Babi

Wisata
| Minggu, 04 Desember 2022, 20:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement