Advertisement

Program Digitalisasi Butuh Pondasi 4 Pilar Literasi, Apa Saja?

Abdul Hamied Razak
Sabtu, 01 Oktober 2022 - 16:27 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Program Digitalisasi Butuh Pondasi 4 Pilar Literasi, Apa Saja? Pakar IT Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Awang Hendriatno Pratomo. - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA- Program Digitalisasi Nasional di semua sektor membutuhkan pondasi yang kuat. Empat pilar literasi digital harus terus disosialisasikan kepada masyarakat di semua sektor.

Pakar IT Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Awang Hendriatno Pratomo mengatakan kehidupan saat ini sudah mengarah pada revolusi industri dan society 5.0 di mana hampir semua bisa dikerjakan melalui teknologi informasi (IT).

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

"Perubahan itu berjalan sangat cepat dan masyarakat harus bisa beradaptasi. Pandemi Covid-19 membuat proses penguasaan IT di masyarakat terjadi lebih cepat. Semua orang dipaksa aktif menggunakan sistem online," ungkapnya, Jumat (30/9/2022).

Agar program digitalisasi terwujud, katanya maka ada empat pilar literasi digital yang harus terus dikampanyekan sebagai pondasi menuju program digitalisasi di semua sektor. "Keempat pilar literasi digital itu meliputi etika, budaya, keamanan dan keterampilan digital," ujar Koordinator Relawan TIK Jogja ini.

Baca juga: Digelar di Jakarta, Pelantikan Sultan HB X sebagai Gubernur DIY Dijadwalkan 10 Oktober

Keamanan digital misalnya, membutuhkan pemahaman masyarakat untuk menjaga dirinya salah satunya dari kejahatan siber agar menjadi korban penipuan. Keamanan digital juga bertujuan untuk pengembangan usaha atau bisnis yang sedang dijalankan. "Orang berbisnis misalnya, harus mengutamakan domain yang terpercaya. Sebab pengembangan bisnis dibangun dari kepercayaan," ujarnya.

Adapun pilar keterampilan digital, lanjut Awang, bertujuan mendorong masyarakat untuk memanfaatkan teknologi informasi. Misalnya, bagaimana iklan diwebsite, berjualan secara online melalui berbagai platform seperti Whatsapp, e-commerce dan toko online lainnya. "Jadi keterampilan digital ini bertujuan bagaimana masyarakat bisa memanfaatkan ruang digital untuk mendapatkan sesuatu, seperti membangun profil pribadi dan sebagainya," kata Awang.

Menurut Awang, dukungan teknologi informasi menjadi hal yang mutlak untuk mendukung proses digitalisasi dan penguasaan terknologi ini. Mulai dari infrastruktur hingga sumber daya manusianya. Sebabnya, lanjut Awang, kebutuhan teknologi informasi dan komunikasi ke depan akan semakin meningkat. Untuk itu, lanjut Awang literasi digital perlu terus didorong agar masyarakat benar-benar melek terknologi.

Advertisement

"Sampai saat ini masih banyak hal yang harus diperbaiki. Selain pemerataan infrastruktur dan jaringan internet, masyarakat juga harus tetap menjaga norma dan etika dalam pemanfaatan teknologi," kata calon Rektor UPN Veteran ini.

Keempat pilar literasi tersebut juga diterapkan dalam dunia pendidikan. Di Kampus UPN Jogja, lanjut Awang Mahasiswa juga perlu dibekali literasi digital. Di negara manapun, kampus-kampus yang bagus, bisa dipastikan memiliki infrastruktur IT yang mumpuni. "Ekosistem di dunia digital sekarang bisa terbentuk kalau masyarakat sudah terliterasi," katanya. 

Advertisement

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Dubes AS Kritik KUHP Soal Zina: Bisa Pengaruhi Hubungan RI-AS

News
| Kamis, 08 Desember 2022, 04:27 WIB

Advertisement

alt

Jalan Layang Paling Membingungkan di Dunia, Perlu 10 Menit Keluar Kalau Salah Jalur

Wisata
| Rabu, 07 Desember 2022, 23:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement