Ada Calon Siswa Jalur Afirmasi Ternyata Anak PNS Gunungkidul
Temuan SPMB Gunungkidul, seorang calon siswa jalur afirmasi tercatat DTSEN desil 2 meski orang tuanya berstatus PNS. Data dilaporkan untuk diperbarui.
Ilustrasi/Antara-Irwansyah Putra
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Gunungkidul masih menunggu instruksi resmi dari Pemerintah Pusat berkaitan dengan seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K). Hingga sekarang belum ada petunjuk pelaksanan yang jadi pedoman dalam perekrutan.
Kepala BKPPD Gunungkidul Iskandar mengatakan kuota formasi rekrutmen aparatur sipil negara (ASN) di Gunungkidul sudah mendapatkan dari Pemerintah Pusat. Meski demikian, ia mengaku belum berani mengumumkannya karena masih menunggu jadwal untuk perekurtan.
“Nanti pasti akan kami umumkan. Tetapi, sekarang masih menunggu instruksi lebih lanjut,” kata Iskandar, Rabu (5/10/2022).
Menurut dia, hingga sekarang Pemkab Gunungkidul masih menunggu petunjuk pelaksana perekrutan. Oleh karena itu, Iskandar belum bisa memastikan kapan pelaksanaan perekrutan untuk ASN, khususnya kelompok P3K.
“Kami masih menunggu. Kalau sudah ada, pasti diumumkan ke publik,” kata mantan Camat Playen ini.
Kepala Bidang Formasi dan Data Pegawai BKPPD Gunungkidul Muhammad Farid Juni Haryanto mengatakan tahun ini ada rekrutmen ASN. Rekrtumen sebatas tenaga P3K, sedangkan CPNS ditiadakan.
Ia mengaku sudah mengajukan kuota formasi untuk rekrutmen. Jumlahnya disesuaikan dengan pegawai pensiun di tahun ini. “Tidak ada perkembangan karena hanya mengganti yang pensiun. Jumlah yang diajukan tahun ini hanya sekitar 350-400 formasi,” kata Farid.
Menurut dia, jumlah formasi yang diajukan sudah termasuk dengan honorer yang dinyatakan lolos passing grade dalam seleksi P3K di 2021 lalu. Farid mengaku masih menunggu informasi lanjutan dari Pemerintah Pusat.
“Belum ada informasi lanjutan dan posisi kami masih menunggu terkait dengan seleksi ini,” katanya.
BACA JUGA: Ada Lurah Gunungkidul Belum Tahu Among Tani Dagang Layar, Tahunya Cuma Danais
Ketua Forum Honorer Sekolah Negeri (FHSN) Gunungkidul Aris Wijayanto mengatakan sebanyak 243 honorer yang lolos passing grade sudah diusulkan untuk diangkat menjadi P3K di Gunungkidul. Dia menjelaskan sesuai dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) No.20/2022, ada potensi honorer yang lolos passing grade dalam seleksi di 2021 bisa diterima sebagai P3K tanpa jalur tes. Para peserta ini tinggal menunggu penetapan pengangkatan dari Pemerintah Pusat.
“Mudah-mudahan tidak lama lagi sudah keluar pengumuman resminya sehingga ada kepastian bagi honorer yang dinyatakan lolos passing grade,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Temuan SPMB Gunungkidul, seorang calon siswa jalur afirmasi tercatat DTSEN desil 2 meski orang tuanya berstatus PNS. Data dilaporkan untuk diperbarui.
Daftar rute Trans Jogja 2026 terbaru beserta tarif lengkap. Jaringan bus semakin luas untuk mendukung mobilitas warga dan wisatawan di DIY.
Selamat pagi pembaca setia Harianjogja.com. Semangat mengawali hari dari tlatah Ngayogyakarta Hadiningrat.
Pameran Pecah Sunyi di Dusun Kembaran, Bantul, menghadirkan seni rupa ke tengah warga sekaligus membuka ruang edukasi dan dialog budaya di desa.
Pemerintah memperkuat mitigasi PHK di sektor industri. Said Iqbal menyebut tekanan berasal dari konflik global, daya beli, hingga relokasi investasi.
Pemerintah menegaskan visi Presiden Prabowo Subianto mewujudkan anak Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing pada 2045 melalui berbagai program priorita