Sensus Ekonomi 2026 di Gunungkidul Libatkan 1.039 Petugas
Sensus Ekonomi 2026 di Gunungkidul melibatkan 1.039 petugas hingga 31 Agustus. BPS mengajak warga berpartisipasi memberikan data yang akurat.
Pisang Cavendish./Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul menginisiasi gerakan penanaman pisang Cavendish di Kalurahan Ngoro-oro, Patuk. Budi daya ini menjadi bagian pengembangan kampung hortikulutura di kawasan tersebut.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Rismiyadi mengatakan, gerakan tanam pisang Cavendish dibuka oleh Bupati Gunungkidul, Sunaryanta di Dusun Salaran, Ngoro-oro, Selasa (11/10). Total benih yang diberikan sebanyak 10.000 batang, bantuan dari pemerintah pusat. “Sudah mulai ditanam dan mudah-mudahan bisa berhasil,” katanya, Selasa siang.
Menurut dia, bantuan benih ini dibagikan untuk dua kelompok, yakni, kelompok wanita tani Ngudi Makmur dan kelompok tani Ngudi Makmur.
Rencananya bibit pisang ini ditanam di lahan seluas sepuluh hektare. Diharapkan setelah satu tahun pemeliharaan mampu menghasilan 10.000 tandan pisang jenis Cavendish. “Tentunya akan kami berikan pendampingan agar pohon dapat tumbuh dengan subur,” katanya.
BACA JUGA: Sempat Molor, Pemkab Yakin Protek Gedung DPRD Kelar Tepat Waktu
Menurut dia, budi daya pisang merupakan upaya mewujudkan Kampung Hortikultura di Kalurahan Ngoro-oro. Selain itu, juga sebagai upaya meningkatkan pendapatan para petani.
Rismiyadi menambahkan, secara umum pisang Cavendish mirip dengan pisang ambon. Apabila dirawat dengan bagus buahnya akan tumbuh maksimal. Sedangkan dari sisi pasar, ada potensi yang besar karena pisang jenis ini banyak dijual di supermarket.
“Pisang Cavendish, bibitnya hasil teknologi kultur jaringan. Jadi semua mempunyai sifat yang sama. Bedanya jika bibitnya dari bonggol, sifatnya belum tentu sama dengan induknya,” katanya.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mendukung Kalurahan Ngoro-oro menjadi kampung hortikultura. Pihaknya berharap tidak hanya pisang, namun ke depannya juga banyak tanaman lain yang dikembangkan di wilayah ini.
“Jadi harus dikembangkan lagi karena untuk mewujudkan Kampung Hortikultura, jenis tanaman yang ditanam harus diperbanyak sehingga ada variasinya,” kata Sunaryanta.
Diketahui, jenis pisang Cavendish memiliki tampilan sangat menarik karena warna kuningnya yang sangat khas. Buah ini kini sudah sangat populer di Indonesia.
Kulitnya yang bersih dan warna kuning terang yang sangat khas yang membuat pisang ini mudah untuk dikenali jika disandingkan dengan beberapa jenis pisang lain khas Indonesia.
Pisang ini terkenal sebagai salah satu jenis pisang yang kaya akan kandungan nutrisi yang sangat tinggi dan rasanya yang juga dijamin sangat enak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sensus Ekonomi 2026 di Gunungkidul melibatkan 1.039 petugas hingga 31 Agustus. BPS mengajak warga berpartisipasi memberikan data yang akurat.
SMAN 3 Yogyakarta membuka SPMB Online jalur murid cadangan dengan kuota satu kursi. Simak jadwal seleksi, pengumuman, dan daftar ulang.
Program normalisasi Sungai Jogja menjadi fokus Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja untuk menekan risiko banjir sekaligus memperbaiki kualitas kawasan bantaran sungai
Kecelakaan di Berbah, Sleman, menewaskan seorang pemotor setelah diduga kehilangan konsentrasi dan terpental ke jalur berlawanan.
Pendaki di Bukit Savana Dandaun, kaki Gunung Rinjani, meninggal dunia akibat hipotermia setelah dievakuasi tim SAR gabungan.
Jadwal tradisi Bulan Sura di Bantul 2026 menghadirkan Kirab Ngarak Siwur, Nguras Enceh Imogiri, hingga Merti Dusun Mangir.