Hadapi Kemarau Panjang, Warga Gunungkidul Diminta Bijak Memakai Air
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Pisang Cavendish./Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul menginisiasi gerakan penanaman pisang Cavendish di Kalurahan Ngoro-oro, Patuk. Budi daya ini menjadi bagian pengembangan kampung hortikulutura di kawasan tersebut.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Rismiyadi mengatakan, gerakan tanam pisang Cavendish dibuka oleh Bupati Gunungkidul, Sunaryanta di Dusun Salaran, Ngoro-oro, Selasa (11/10). Total benih yang diberikan sebanyak 10.000 batang, bantuan dari pemerintah pusat. “Sudah mulai ditanam dan mudah-mudahan bisa berhasil,” katanya, Selasa siang.
Menurut dia, bantuan benih ini dibagikan untuk dua kelompok, yakni, kelompok wanita tani Ngudi Makmur dan kelompok tani Ngudi Makmur.
Rencananya bibit pisang ini ditanam di lahan seluas sepuluh hektare. Diharapkan setelah satu tahun pemeliharaan mampu menghasilan 10.000 tandan pisang jenis Cavendish. “Tentunya akan kami berikan pendampingan agar pohon dapat tumbuh dengan subur,” katanya.
BACA JUGA: Sempat Molor, Pemkab Yakin Protek Gedung DPRD Kelar Tepat Waktu
Menurut dia, budi daya pisang merupakan upaya mewujudkan Kampung Hortikultura di Kalurahan Ngoro-oro. Selain itu, juga sebagai upaya meningkatkan pendapatan para petani.
Rismiyadi menambahkan, secara umum pisang Cavendish mirip dengan pisang ambon. Apabila dirawat dengan bagus buahnya akan tumbuh maksimal. Sedangkan dari sisi pasar, ada potensi yang besar karena pisang jenis ini banyak dijual di supermarket.
“Pisang Cavendish, bibitnya hasil teknologi kultur jaringan. Jadi semua mempunyai sifat yang sama. Bedanya jika bibitnya dari bonggol, sifatnya belum tentu sama dengan induknya,” katanya.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mendukung Kalurahan Ngoro-oro menjadi kampung hortikultura. Pihaknya berharap tidak hanya pisang, namun ke depannya juga banyak tanaman lain yang dikembangkan di wilayah ini.
“Jadi harus dikembangkan lagi karena untuk mewujudkan Kampung Hortikultura, jenis tanaman yang ditanam harus diperbanyak sehingga ada variasinya,” kata Sunaryanta.
Diketahui, jenis pisang Cavendish memiliki tampilan sangat menarik karena warna kuningnya yang sangat khas. Buah ini kini sudah sangat populer di Indonesia.
Kulitnya yang bersih dan warna kuning terang yang sangat khas yang membuat pisang ini mudah untuk dikenali jika disandingkan dengan beberapa jenis pisang lain khas Indonesia.
Pisang ini terkenal sebagai salah satu jenis pisang yang kaya akan kandungan nutrisi yang sangat tinggi dan rasanya yang juga dijamin sangat enak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Israel kembali menyerang armada bantuan Gaza di laut internasional. Puluhan kapal disita dan ratusan aktivis ditahan.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.