Advertisement

Bagini Cara Sleman Usir Hama di Tanaman Hortikultura, Tapi Tetap Aman dan Sehat bagi Alam

Lugas Subarkah
Rabu, 14 September 2022 - 07:37 WIB
Sirojul Khafid
Bagini Cara Sleman Usir Hama di Tanaman Hortikultura, Tapi Tetap Aman dan Sehat bagi Alam Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo (tengah) dan Perwakilan dari Direktorat Perlindungan Hortikultura Kementrian Pertanian RI, Ginting Tri Pamungkas (kanan) menunjukkan hasil panen cabai di Trimulyo di Padukuhan Kalirase, Kalurahan Trimulyo, Kapanewon Sleman, Selasa (13/9/2022). - Ist Humas Sleman

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Mengatasi permasalahan hama pada tanaman hortikultura, khususnya cabai, Kementerian Pertanian bersama Pemkab Sleman menggalakkan Penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PPHT).

Hal ini salah satunya dilaksanakan di Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Trimulyo di Padukuhan Kalirase, Kalurahan Trimulyo, Kapanewon Sleman, Sleman, Selasa (13/9/2022). Perwakilan dari Direktorat Perlindungan Hortikultura Kementrian Pertanian RI, Ginting Tri Pamungkas dan Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo hadir dalam kegiatan ini.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Ginting menjelaskan tujuan program PPHT adalah untuk mensosialisasikan mengenai cara pengendalian hama tanaman Hortikultura khususnya cabai. PPHT kata dia, menggunakan cara yang terpadu dan ramah lingkungan.

“PPHT yang dilaksanakan oleh Gapoktan Trimulyo ini berdasar pemantauan kami berjalan dengan baik, dan kedepannya Trimulyo bisa menjadi kampung hortikultura yang nantinya akan kami fasilitasi dari pra hingga pasca panen,” ujarnya.

BACA JUGA: Selokan Mataram Dikeringkan, Ratusan Hektare Lahan Pertanian Terdampak

Sejalan dengan hal tersebut, Kustini menuturkan Sleman merupakan salah satu sentra cabai nasional. Oleh karenanya, dalam memperoleh produksi cabai yang cukup diperlukan upaya pengendalian hama agar hasil cabai dapat optimal.

Tidak hanya produksi cabai yang optimal, Pemkab Sleman juga berkomitmen dalam mewujudkan pertanian yang sehat dan pengurangan bahan kimia pada pertanian dengan pemanfaatan agen hayati serta pestisida nabati.

Dalam mengoptimalkan upaya pemanfaatan agen hayati, Pemkab Sleman memiliki 14 Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (PPOPT) dan 24 Regu Pengendali Tanaman (RPT) yang merupakan sukarelawan petani. “Harapannya dapat mengedukasi para petani untuk mengantisipasi hama dan penyakit tanaman dengan cara yang sehat dan tepat," katanya.

Ketua Sekolah Lapang PPHT Gapoktan Trimulyo, Parjono, menjelaskan komoditi hortikultura khususnya cabai menjadi salah satu penopang kehidupan petani Gapoktan Trimulyo. Penggunaan agen pengendali hayati dalam pertanian hortikultura di Trimulyo memberikan hasil positif.

“Yakni mengurangi 90 persen layu dan busuk batang. Kami berharap kedepannya dapat diberikan dukungan dan kolaborasi dalam rangka mengoptimalkan pertanian hortikultura di Gapoktan Trimulyo ini demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

BACA JUGA: Sultan Tegaskan Karyawan Mal Malioboro dan Hotel Ibis Tidak Akan Dipecat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Motor Ditemukan di Pasar, Gadis Asal Boyolali Akhirnya Pulang ke Rumah

News
| Selasa, 31 Januari 2023, 13:57 WIB

Advertisement

alt

Cacing-cacing di Terowongan Terbengkalai Ini Memancarkan Cahaya Biru di Malam Hari

Wisata
| Selasa, 31 Januari 2023, 11:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement