Advertisement
Isu Resesi Tak Pengaruhi Pembangunan Apartemen di Jogja
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA- Isu resesi global tidak menyurutkan PT Saraswanti Indoland Development untuk tetap membangun dua tower apartemennya, Ajuna dan Bima. Komitmen perusahaan dan menjaga kepercayaan masyarakat menjadi dasar proyek tersebut tetap dilanjutkan.
Direktur Pengembangan Bisnis & Sekretaris Perusahaan PT Saraswanti Indoland Development Agung Cucun Setiawan mengatakan berbeda dengan sejumlah developer lainnya yang menahan diri untuk membangun perusahaannya tetap melanjutkan proyek pembangunan dua tower terakhir mulai tahun ini.
Advertisement
Dia mengatakan launching Tower Arjuna-Bima merupakan salah satu bentuk komitmen perseroan kepada stakeholders, terutama customer dan pemegang saham. Meskipun dibayang-bayangi resesi dunia, namun perseroan optimististis dengan kondisi perekonomian Indonesia.
"Basic ekonomi di Indonesia kuat. Dimulainya proyek ini juga merupakan bukti usaha keras yang selalu dilakukan oleh manajemen perseroan untuk menjaga keberlangsungan usaha yang lebih baik," katanya, Rabu (26/10/2022).
Baca juga: Kementan Nilai Bulog Gagal Jaga Stabilitas Harga Beras
Dia mengatakan, pembangunan dua tower tersebut mulai tahun ini diprediksi selesai pada tiga tahun mendatang. Dengan demikian, di saat terjadi resesipun, perseroran akan terus menyelesaikan pembangunan kedua tower tersebut. "Di saat developer yang lain menahan diri, kami tetap optimististis untuk terus membangun karena kami melihat pondasi ekonomi di Indonesia bagus," ujarnya.
Kedua apartemen tersebut akan menjadi menara keempat dan kelima untuk melengkapi Pandawa Lima, yang berdampingan langsung dengan The Alana Yogyakarta Hotel (Tower Nakula), Mataram International Convention Center (MICC), serta dua tower apartemen lainnya (Sadewa dan Yudhistira) yang ada di kawasan mixed-use building Mataram City Yogyakarta.
Direktur Pemasaran PT Saraswanti Indoland Development Tbk Ratri Paramita menambahkan dua tower yang dibangun tersebut hadir dengan konsep berbeda dari apartemen-apartemen lainnya di DIY. Tak hanya menawarkan kenyamanan dan kelengkapan fasilitas, namun berbagai fitur smart home system akan semakin menambah kenyamanan penghuni.
Mulai dari desain yang futuristic dan timeless, fasilitas smart door lock, STB/TV control, light control, smart cctv hingga virtual payment gateway. "Kami sebut sebagai Apartemen Jaman Metaverse. Apartemen yang akan menjadi konsep hunian yang memungkinkan penghuni untuk bisa memiliki, mengelola, dan mengontrol unit apartemennya dalam satu genggaman, yaitu smartphone," katanya.
Smart home system di kedua apartemen tersebut, katanya, mengacu pada pengaturan rumah yang nyaman di mana peralatan dan perangkat hunian dapat dikontrol secara otomatis dari mana saja dengan koneksi internet menggunakan perangkat seluler.
Hingga saat ini, tower baru yang menyediakan total 658 unit tersebut sudah terjual lebih dari 200 unit bertambah launching pada tanggal 26 Oktober 2022. Saat pertama diluncurkan, harga per unit Apartemen Arjuna-Bima ditawarkan mulai dari Rp650 juta. "Yang menarik, pembeli Apartemen Arjuna-Bima akan mendapatkan cashback senilai Rp35 juta dan saham SWID senilai Rp25 juta," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Arus Balik Lebaran 2026: 62.527 Kendaraan Padati Tol Cikampek Utama
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Liburan ke Parangtritis & Baron Lebih Murah, Ini Jadwal Bus dari Jogja
- SIM Keliling Sleman Beroperasi Lagi, Cek Jadwal dan Biayanya
- Arus Balik di Terminal Giwangan Jogja Tembus 12.804 Penumpang
- Rute Baru DAMRI Jogja-Semarang PP, Ini Jadwalnya
- Harga Sayur di Beringharjo Jogja Sempat Melonjak Saat Lebaran 2026
Advertisement
Advertisement







