Advertisement

Isu Resesi Tak Pengaruhi Pembangunan Apartemen di Jogja

Abdul Hamied Razak
Kamis, 27 Oktober 2022 - 08:37 WIB
Abdul Hamied Razak
Isu Resesi Tak Pengaruhi Pembangunan Apartemen di Jogja

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA- Isu resesi global tidak menyurutkan PT Saraswanti Indoland Development untuk tetap membangun dua tower apartemennya, Ajuna dan Bima. Komitmen perusahaan dan menjaga kepercayaan masyarakat menjadi dasar proyek tersebut tetap dilanjutkan.

Direktur Pengembangan Bisnis & Sekretaris Perusahaan PT Saraswanti Indoland Development Agung Cucun Setiawan mengatakan berbeda dengan sejumlah developer lainnya yang menahan diri untuk membangun perusahaannya tetap melanjutkan proyek pembangunan dua tower terakhir mulai tahun ini.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Dia mengatakan launching Tower Arjuna-Bima merupakan salah satu bentuk komitmen perseroan kepada stakeholders, terutama customer dan pemegang saham. Meskipun dibayang-bayangi resesi dunia, namun perseroan optimististis dengan kondisi perekonomian Indonesia. 

"Basic ekonomi di Indonesia kuat. Dimulainya proyek ini juga merupakan bukti usaha keras yang selalu dilakukan oleh manajemen perseroan untuk menjaga keberlangsungan usaha yang lebih baik," katanya, Rabu (26/10/2022).

Baca juga: Kementan Nilai Bulog Gagal Jaga Stabilitas Harga Beras

Dia mengatakan, pembangunan dua tower tersebut mulai tahun ini diprediksi selesai pada tiga tahun mendatang. Dengan demikian, di saat terjadi resesipun, perseroran akan terus menyelesaikan pembangunan kedua tower tersebut. "Di saat developer yang lain menahan diri, kami tetap optimististis untuk terus membangun karena kami melihat pondasi ekonomi di Indonesia bagus," ujarnya.

Kedua apartemen tersebut akan menjadi menara keempat dan kelima untuk melengkapi Pandawa Lima, yang berdampingan langsung dengan The Alana Yogyakarta Hotel (Tower Nakula), Mataram International Convention Center (MICC), serta dua tower apartemen lainnya (Sadewa dan Yudhistira) yang ada di kawasan mixed-use building Mataram City Yogyakarta. 

Direktur Pemasaran PT Saraswanti Indoland Development Tbk Ratri Paramita menambahkan dua tower yang dibangun tersebut hadir dengan konsep berbeda dari apartemen-apartemen lainnya di DIY. Tak hanya menawarkan kenyamanan dan kelengkapan fasilitas, namun berbagai fitur smart home system akan semakin menambah kenyamanan penghuni. 

Advertisement

Mulai dari desain yang futuristic dan timeless, fasilitas smart door lock, STB/TV control, light control, smart cctv hingga virtual payment gateway. "Kami sebut sebagai Apartemen Jaman Metaverse. Apartemen yang akan menjadi konsep hunian yang memungkinkan penghuni untuk bisa memiliki, mengelola, dan mengontrol unit apartemennya dalam satu genggaman, yaitu smartphone," katanya.

Smart home system di kedua apartemen tersebut, katanya, mengacu pada pengaturan rumah yang nyaman di mana peralatan dan perangkat hunian dapat dikontrol secara otomatis dari mana saja dengan koneksi internet menggunakan perangkat seluler.

Hingga saat ini, tower baru yang menyediakan total 658 unit tersebut sudah terjual lebih dari 200 unit bertambah launching pada tanggal 26 Oktober 2022. Saat pertama diluncurkan, harga per unit Apartemen Arjuna-Bima ditawarkan mulai dari Rp650 juta. "Yang menarik, pembeli Apartemen Arjuna-Bima akan mendapatkan cashback senilai Rp35 juta dan saham SWID senilai Rp25 juta," katanya. 

Advertisement

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Dubes AS Kritik KUHP Soal Zina: Bisa Pengaruhi Hubungan RI-AS

News
| Kamis, 08 Desember 2022, 04:27 WIB

Advertisement

alt

Jalan Layang Paling Membingungkan di Dunia, Perlu 10 Menit Keluar Kalau Salah Jalur

Wisata
| Rabu, 07 Desember 2022, 23:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement