LPDB Salurkan Rp22,9 Triliun, Teknologi Credit Scoring Disiapkan untuk Koperasi
LPDB Koperasi menyiapkan teknologi credit scoring pada 2027 untuk mempercepat pembiayaan, memperluas layanan, dan memperkuat koperasi
Penggagas Program Bibit Unggul Kampung IT sekaligus Direktur Gmedia, Budiyanto./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Puluhan anak-anak di RW 05 Kelurahan Patangpuluhan, Kemantren Wirobrajan, Kota Jogja, sudah mampu membuat aplikasi sendiri setelah dibangun coworking space tempat belajar teknologi informasi di kampung tersebut. Beberapa anak bahkan sudah mampu memperoleh penghasilan dari hasil karya membuat aplikasi yang memfasilitasi tambal ban di berbagai wilayah DIY.
Anak-anak di kampung ini bergabung melalui program Bibit Unggul bagian dari program corporate social responsibility (CSR) dari GMedia. Mereka diberikan fasilitas alat penunjang di antaranya perangkat komputer, meja, kursi dan AC yang berada di Balai RW. Mereka mulai dilatih dengan kurikulum berbasis IT melalui program digulirkan sejak 2020 dengan pembelajaran digelar di balai RW setempat. Skill yang dikembangkan meliputi web programing, mobile apps, dan UI/UX Designer.
“Yang bergabung di Patangpuluhan ini ada 24 anak usia belasan tahun, rata-rata masih SMP dan SMA. Hasilnya saat ini mereka bisa bikin aplikasi sendiri, bahkan ada beberapa yang sudah menghasilkan duit dari karya digitalnya. Sudah ada yang mendapatkan Rp5 juta per bulan,” kata Penggagas Program Bibit Unggul Kampung IT Budiyanto di sela-sela diskusi Local Hero Inspiration Session, Rabu (2/10/2022).
Salah satu start up baru yang dibangun anak-anak di Patangpuluhan dari hasil mereka mengikuti pembelajaran ini adalah Kebanan.id yang berusaha mewadahi penyedia jasa tambal ban di berbagai wilayah di Jogja. Sudah ada 20 mitra yang bergabung di aplikasi tersebut dan ke depan akan terus bertambah, karena baru akan dilaunching pada 11 November 2022 mendatang.
Ia mengatakan aplikasi buatan anak-anak Patangpuluhan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat yang kendaraannya mengalami ban bocor di jalan. Karena dengan mengeklik aplikasi tersebut dapat mendatangkan tukang tambal ban ke lokasi.
“Anak-anak ini hebat, tidak hanya bermanfaat untuk dirinya tetapi bagi orang lain juga, karena dalam aplikasi itu tidak mengambil margin dan tujuannya memfasilitasi para tambal ban,” ucap pria yang juga Managing Director GMedia ini.
Selain Kebanan.id, ada juga yang membuat aplikasi berbasis kebutuhan tenaga serabutan dengan standar perkampungan. Saat ini aplikasi tersebut sedang dalam penyelesaian dengan pendampingan dari tim GMedia. Menariknya, aplikasi ini dapat mendorong peluang seseorang pada suatu wilayah untuk mendapatkan pekerjaan melalui profilnya yang tersedia di platfrom.
“Jadi kalau misalnya ada yang mau cari tukang untuk suatu kerja serabutan tinggal cari di aplikasi itu mungkin diambilkan dari kampung sebelahnya. Karena cakupannya luas, saat ini sedang dalam tahap penyempurnaan,” ucapnya.
BACA JUGA: Cerita Penemuan Harta Karun Emas Kuno di Jalur Tol Jogja Solo
Budiyanto mengatakan ia ingin membuat program serupa di kampung lain. Syaratnya hanya butuh komitmen dari warga dan ada yang bertanggung jawab. Anak-anak akan diberikan pembelajaran IT gratis dan difasilitasi dengan perangkat komputer. Melalui program itu harapannya bermunculan start up digital di Jogja.
“Syaratnya komitmen dari masyarakat orangtua juga, karena program bibit unggul ini tidak hanya untuk sekadar pelatihan lalu berhenti, tetapi terus didampingi sampai bisa menghasilkan aplikasi. Kalau di Patangpuluhan itu ada dua tadi yang sudah berhasil menjadi start up,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
LPDB Koperasi menyiapkan teknologi credit scoring pada 2027 untuk mempercepat pembiayaan, memperluas layanan, dan memperkuat koperasi
Sertifikasi halal sejumlah produk dan jasa diperpanjang hingga 2028. Simak jadwal terbaru untuk UMK, kosmetik, obat, dan produk impor.
KPK menduga Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menerima imbalan kontraktor lebih dari Rp2 miliar, termasuk untuk membayar utang Pilkada.
BMKG memperingatkan potensi gelombang 2,5–4 meter, banjir rob di sejumlah pesisir, serta cuaca ekstrem lokal di Indonesia.
John Rachmat menilai pemberantasan saham gorengan dan transparansi kepemilikan menjadi kunci mencegah pasar modal RI turun ke standalone market.
Harga pangan Jakarta 17 Oktober 2026 menunjukkan cabai keriting turun menjadi Rp63.750/kg, sedangkan Minyakita naik menjadi Rp19.350/liter