Mi Lethek Srandakan Tembus 50 Toko, Omzet Capai Rp20 Juta
Mi Lethek Yu Murti di Srandakan Bantul naik kelas dengan kemasan modern. Kini dipasarkan di 50 toko dan omzetnya tembus Rp20 juta.
Sejumlah busana yang ditampilkan dalam perhelatan Jogja Art Fesyen Festival di Jogja Nasional Museum, Minggu (5/11/2022)./Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA - Sedikitnya 50 kreator busana dan belasan fashion designer meramaikan perhelatan Jogja Art Fashion Festival (JAFF) yang diselenggarakan di Jogja Nasional Museum, Minggu (5/11/2022). Perhelatan perdana busana artwear di Jogja ini diharapkan jadi sarana pemberdayaan dan pengembangan bagi UMKM nasional.
Project Director JAFF, Afif Syakur mengatakan, penyelenggaraan JAFF bertujuan memberikan sarana atau wadah bagi UMKM, mahasiswa fesyen desain dan desainer untuk menampilkan karyanya. Dengan hadirnya acara diharapkan dapat melahirkan seniman-seniman dalam bidang fesyen, khususnya artwear.
"Event ini juga mengangkat produk UMKM dengan cara kolaborasi baik sesama UMKM maupun UMKM dengan desainer fesyen atau kreator busana, hal ini dimaksudkan agar produk UMKM naik kelas, memiliki nilai jual lebih tinggi dan semakin dikenal oleh masyarakat," kata dia, Minggu.
Adapun tema yang diangkat yakni Sustainable Fashion di mana para desainer diwajibkan merancang busana dengan konsep upcycle dan recycle produk fesyen yang sudah ada sebelumnya.
BACA JUGA: Berjuluk Ratu Robusta, Perempuan Ini Bertekad Sejahterakan Petani Kopi Nusantara
Dengan dukungan BI KPw DIY, sebanyak 10 koleksi busana yang diperagakan juga akan disumbangkan kepada Jogja Nasional Museum. "Ada 50 peserta yang berpartisipasi dalam JAFF berasal dari berbagai daerah seperti Jogja, Sumedang, Bandung dan Jakarta. Pertunjukan busana kami gelar dengan tiga sesi," kata dia.
Beberapa nama desainer yang berpartisipasi di antaranya Zainab Assegaf x Sanggar Batik Tulis Tenun Gedog Sekar Ayu Tuban, Nazla Ulhaq, Happy Pranata, Debora Risty x Sanggar Batik Tulis Tenun Gedog Sekar Ayu Tuban, Tata Prabawa, Prabawa Paras Asri, Alma Maharani Balqis x Sanggar Batik Tulis Tenun Gedog Sekar Ayu Tuban, Afif Ghurub dan Dadang Supeuna
Kemudian ada Ensa Ernansya Gultom x Sanggar Batik Tulis Tenun Gedog Sekar Ayu Tuban, Munaya Muhammad x Sanggar Batik Tulis Tenun Gedog Sekar Ayu Tuban, Taufik Hidayat x valerian by poci aksesoris, Rahmi Aulia x Sanggar Batik Tulis Tenun Gedog Sekar Ayu Tuban, Danila Widhiananda × Layana Creative, Aura Shalshabila, dan Heru Fahrurroji.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mi Lethek Yu Murti di Srandakan Bantul naik kelas dengan kemasan modern. Kini dipasarkan di 50 toko dan omzetnya tembus Rp20 juta.
Vietnam naik kelas jadi negara berpendapatan menengah atas versi Bank Dunia. ASEAN kini punya 5 anggota upper-middle income. Simak daftar lengkap dan dampaknya!
Bocah 8 tahun terseret ombak di Pantai Goa Cemara Bantul, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian hingga Minggu sore.
Koperasi Desa Merah Putih di DIY mulai memetakan kebutuhan bahan baku MBG bersama SPPG untuk memperkuat pasokan pangan sekaligus menggerakkan ekonomi desa.
5 operasi tak ditanggung BPJS Kesehatan 2026: kecelakaan, kosmetik, luar negeri, dan lainnya. Simak 19 operasi yang dijamin dan syarat klaimnya.
Dinas Pendidikan Gunungkidul mencatat ada 18 SMP swasta yang tidak mendapatkan murid dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026-2027.