Pilur Gunungkidul 2026, 31 Kalurahan Segera Bentuk Panitia Pemilihan
Pilur Gunungkidul 2026 segera dimulai. Regulasi hampir rampung, 31 kalurahan siap gelar pemilihan lurah serentak mulai Juni.
Ilustrasi monyet ekor panjang./Harian Jogja
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Kawanan monyet ekor panjang tak hanya menyerang area pertanian warga. Keberadaan kawanan ini juga membahayakan pengguna kendaraan bermotor karena sering melintas di jalanan di kawasan pesisir.
Keluhan akan keberadaan monyet-monyet ini salah satunya disuarakan oleh Mashudi, warga asal Kalurahan Tepus, Tepus. Menurut dia, kawanan ini sudah sering menyerang area pertanian warga, tapi hingga sekarang belum ada solusi pasti dalam pencegahan. “Sudah coba dihalau, tetapi masih menjarah di area pertanian sehingga petani menjadi resah,” katanya kepada wartawan, Senin (7/11/2022).
Menurut dia, permasalahan tidak hanya sebatas menyerang area pertanian. Pasalnya, kawanan juga sering keluar masuk permukiman dengan cara melintas di jalanan.
Kondisi ini dinilai sangat membahayakan pengguna jalan karena bisa memicu terjadinya kecelakaan. “Sekali melintas bisa puluhan ekor karena menggerombol dari yang kecil hingga usia dewasa menyeberang bersama,” katanya.
BACA JUGA: Penyaluran BLT untuk Kompensasi BBM di Gunungkidul Bakal Dirapel
Menurut Hudi, kawanan monyet yang menyeberang tak hanya di Kalurahan Tepus saja, karena di kalurahan lain di Kapanewon Tepus juga mengalami hal yang sama. “Jadi para pengendara motor harus berhati-hati kalau tiba-tiba ada monyet yang melintas,” katanya.
Kepala Bidang Lalu Lintas, Dinas Perhubungan (Dishub) Gunungkidul, Bayu Susilo Aji saat dikonfirmasi membenarkan adanya lokasi rawan kecelakaan dikarenakan kawanan monyet yang berseliweran di jalan.
Hasil identifikasi lapangan, lokasi rawan penyeberangan monyet berada di selatan Mapolsek Tanjungsari. Selain itu, juga ada di jalur dekat di Telaga Lebak di Dusun Glagah, Kemiri, Tanjungsari. Menurut dia, di lokasi ini sangat rawan sehingga para pengendara motor diminta berhati-hati saat lewat.
“Pelan-pelan saja saat lewat agar tidak terjadi kecelakaan karena kawanan monyet yang menyeberang,” katanya.
Bayu mengakui untuk antisipasi sudah dilakukan koordinasi dengan jajaran Polsek Tanjungsari. Salah satunya dengan memasang spanduk peringatan tentang adanya perlintasan hewan liar yang dapat berpotensi terjadinya kecelakaan.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Rismiyadi mengatakan ada keluhan dari petani berkaitan dengan rusaknya lahan yang dimiliki karena dijarah kawanan monyet. Meski demikian, upaya penanganan tidak boleh dengan cara represih sehingga yang dilakukan sebatas menghalau.
“Untuk jangka menengah upaya penanganan dengan mendatangkan tokoh dari Suku Baduy agar menangkap. Sedangkan jangka panjangnya dengan menanam tanaman buah di area hutan sehingga bisa menjadi cadangan pangan bagi kera,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur Gunungkidul 2026 segera dimulai. Regulasi hampir rampung, 31 kalurahan siap gelar pemilihan lurah serentak mulai Juni.
Potong hewan kurban berisiko picu infeksi kulit. Simak tips dokter agar tetap aman saat Iduladha.
PLN memulihkan listrik lebih dari 1,5 juta pelanggan di Sumatra usai gangguan SUTET akibat cuaca ekstrem.
Program kerja sama Cek Kesehatan Gratis antara Gojek dan Kementerian Kesehatan berlangsung sejak Februari hingga Desember 2026, diawali di Palembang dan Bandung
Petugas retribusi Parangtritis dibacok orang tak dikenal. Polisi masih menyelidiki pelaku dan motif penyerangan.
Kasus kebakaran di Sleman capai 56 kejadian. Warga diminta waspada El Nino dan dilarang membakar sampah.