Bupati Bantul Ajak GKJ Wonocatur Perkuat Toleransi dan Kerukunan Warga
GKJ Wonocatur Bantul menahbiskan Andreas Kurnianto sebagai pendeta baru. Momentum ini diharapkan memperkuat pelayanan gereja, toleransi, dan kerukunan antarumat
Ilustrasi./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, JOGJA - Pemkot Jogja akan memaksimalkan penyelenggaraan event berbasis budaya untuk menggenjot kunjungan wisatawan.
Itulah sebabnya, konsistensi berbagai pihak dalam menyelenggarakan event yang berkualitas akan memicu ketertarikan wisatawan untuk berkunjung dan berdampak pada roda perekonomian lain.
Praktisi Penyelenggara event di Kota Jogja, Setyo Harwanto mengungkapkan untuk menarik wisatawan lokal maupun internasional perlu dilakukan pengembangan event internasional berbasis seni budaya.
Keterbatasan potensi alam di Kota Jogja memicu seni budaya menjadi daya tarik wisata, sehingga pengembangan event internasional dapat menjadi exposure yang dapat didengar sampai mancanegara.
“Perlu dibangun infrastuktur pendukung wisata misalnya wisata interaktif seperti paket liburan murah, fasilitas bagus, keragaman dan daya tarik pariwisata. Kemudian juga butuh riset mengenai strategi marketing. Salah satu referensi event internasional yang bisa dikembangkan seperti misalnya Holi di India dan Edinburgh Festival Fringe di Skotlandia. Sebenarnya event ini kan mirip ArtJog di Jogja,” kata dia, Rabu (16/11/2022).
BACA JUGA: Pembobol ATM Minimarket di Jogja Gagal Gondol Uang, Polisi Buru Pelaku
Sekretaris Daerah Kota Jogja, Aman Yuriadijaya mengatakan tanpa bentang alam yang menarik seperti daerah lain Kota Jogja harus punya daya jual lain yang membuat wisatawan tertarik untuk berlibur ke tempat ini.
Oleh karena itu, dibutuhkan ide-ide segar dalam memunculkan event berskala nasional dan internasional. Pasalnya, penyelenggaraan event dengan berbagai tema saat ini sudah mampu menarik banyak pengunjung ke suatu daerah.
"Maka dibutuhkan penguatan interaksi antar-stakeholder untuk menghasilkan ide-ide segar dan luar biasa untuk mendorong terciptanya sebuah event yang dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat dan wisatawan yang berkunjung. Setelahnya, kami harus konsisten untuk terus menyelenggarakan event-event yang bagus, menarik dan tentunya sesuai dengan karakter Kota Jogja itu sendiri,” ujarnya.
Kepala Bappeda Kota Jogja, Agus Tri Haryono menyebut, penyelenggara event yharus mampu memenuhi tiga pilar keterlaluan yakni sosial, lingkungan dan ekonomi.
Menurut Agus, dengan memperhatikan tiga pilar itu event tentunya akan berdampak pada pemberdayaan masyarakat dan memberikan efek yang lebih kepada pertumbuhan daerah.
"Ketiga kerangka acuan pengembangan dalam wisata event juga harus diperhatikan yakni connected event untuk menaikkan level, merger event untuk menggabungkan event yang sejenis serta embed event yang melibatkan semua jenis event dalam sebuah perayaan besar," terang Agus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
GKJ Wonocatur Bantul menahbiskan Andreas Kurnianto sebagai pendeta baru. Momentum ini diharapkan memperkuat pelayanan gereja, toleransi, dan kerukunan antarumat
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 19 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Tarif tetap Rp8.000 dengan 12 perjalanan setiap hari.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 19 Juli 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 dengan 15 perjalanan setiap hari.
Ibrahima Konate menegaskan Prancis akan berjuang habis-habisan menghadapi Inggris demi membawa pulang medali perunggu Piala Dunia 2026.
KKP melatih 5.153 calon pengelola Kampung Nelayan Merah Putih guna menyiapkan SDM profesional untuk mengelola kawasan ekonomi pesisir.
Departemen Kehakiman AS menyatakan aturan yang mewajibkan penghapusan TikTok dari perangkat pemerintah federal tidak lagi berlaku untuk versi terbaru aplikasi.